Surabaya – Rencana investasi Danantara di sektor peternakan ayam mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu proyek strategis yang akan dikembangkan adalah hilirisasi industri pakan ayam dan pengembangan grandparent stock (GPS) yang diproyeksikan berlokasi di Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai langkah tersebut akan memperkuat kemandirian pangan nasional, khususnya pada sektor peternakan ayam yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan protein masyarakat.
“Kalau kita bicara kemandirian pangan, bukan hanya soal hasil akhirnya atau peternakan saja. Rantai pasok seperti pakan dan obat-obatan ternak juga harus diperkuat agar industri kita semakin mandiri,” ujar Emil di DPRD Jawa Timur, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, keputusan Danantara mengembangkan grandparent stock di Jawa Timur merupakan langkah strategis. Sebab, GPS menjadi mata rantai awal yang menentukan daya saing dan kemandirian industri peternakan nasional.
Emil menjelaskan, investasi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi peternak kecil dan menengah. Dengan tersedianya akses terhadap Day Old Chick (DOC) yang lebih terjangkau, peluang usaha masyarakat di sektor peternakan dapat semakin berkembang.
“Kita ingin yang tumbuh adalah peternakan skala kecil dan menengah. Tujuan akhirnya bukan hanya menguntungkan pelaku usaha besar, tetapi juga memberdayakan peternak rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan, proyek yang ditugaskan Presiden Prabowo kepada Danantara itu bukan investasi berskala kecil. Karena itu, dibutuhkan lembaga besar dengan kapasitas pendanaan dan manajemen yang kuat untuk merealisasikannya.
Selain itu, Emil meminta Dinas Peternakan untuk aktif mendampingi para peternak agar mampu memanfaatkan peluang yang muncul dari investasi tersebut.
Meski dikembangkan di Jawa Timur, kata Emil, program ini ditujukan untuk kepentingan nasional. Namun, Jawa Timur dinilai memiliki keunggulan karena ekosistem peternakan unggas yang sudah terbentuk dengan baik.
“Poultry farming di Jawa Timur sangat signifikan. Ekosistemnya lengkap, mulai dari peternak, industri pendukung hingga perguruan tinggi. Ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan program strategis tersebut,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai perkembangan proyek tersebut, Emil menyebut prosesnya masih berjalan. Menurutnya, tahapan pengembangan dan pengisian grandparent stock membutuhkan perencanaan yang matang dan kecermatan tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












