Surabaya – Kota Surabaya resmi menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) uji coba aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Program ini diharapkan mampu memangkas birokrasi dan memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran.
Uji coba berlangsung di Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Jumat (12/6/2026). Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, mengatakan Surabaya menjadi bagian dari 42 kabupaten/kota yang ditunjuk pemerintah dalam transisi digital layanan bansos.
Menurut Robben, aplikasi Perlinsos Digital telah didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mampu mempercepat proses verifikasi calon penerima bantuan.
“Kalau sistem lama membutuhkan proses berjenjang hingga tiga bulan, kini analisis dan penentuan kelayakan penerima bantuan bisa selesai dalam waktu 15 hingga 45 menit,” kata Robben.
Ia menjelaskan, digitalisasi ini dilakukan untuk mengurangi subjektivitas dalam pendataan serta meminimalkan potensi bantuan yang tidak tepat sasaran. Penilaian kelayakan penerima dilakukan berdasarkan data terintegrasi yang diproses sistem secara objektif.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menambahkan bahwa Perlinsos Digital merupakan upaya perbaikan tata kelola bansos, bukan sekadar migrasi layanan ke platform digital.
Komdigi mengintegrasikan berbagai sumber data, mulai dari Dukcapil, ATR/BPN, BPJS, Samsat hingga Korlantas Polri, untuk mempercepat proses verifikasi warga.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Surabaya Antiek Sugiharti menyebut pihaknya telah menyiapkan lebih dari 12 ribu agen pendamping untuk membantu masyarakat mengakses layanan tersebut. Pemerintah menargetkan tahap uji coba dan sosialisasi selesai tahun ini sebelum diterapkan secara nasional pada 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












