Delegasi Pekerja Indonesia di Jenewa Kawal Kebebasan Berserikat, Serukan Solidaritas untuk Rohingya

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 8 Juni 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

William Yani Wea Delegasi dari KSPSI AGN pada ILC 114 di Jenewa, Swiss menyuarakan kebebasan berserikat dan solidaritas untuk Rohingya. (Foto: kpsi-agn)

William Yani Wea Delegasi dari KSPSI AGN pada ILC 114 di Jenewa, Swiss menyuarakan kebebasan berserikat dan solidaritas untuk Rohingya. (Foto: kpsi-agn)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Jenewa – Sidang Konferensi Perburuhan Internasional pada International Labour Conference atau ILC ke-114 di Jenewa, Swiss diwarnai pembahasan dalam Committee on the Application of Standards (CAS), salah satu komite paling penting dalam sistem pengawasan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Melalui CAS, negara-negara anggota dievaluasi atas pelaksanaan konvensi-konvensi ILO yang telah diratifikasi, termasuk terkait kebebasan berserikat, hak berunding bersama, penghapusan kerja paksa, penghapusan diskriminasi, dan perlindungan hak-hak dasar pekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Delegasi Pekerja Indonesia melalui William Yani Wea dari KSPSI AGN menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap memburuknya kondisi kemanusiaan yang dialami masyarakat Rohingya serta masih berlangsungnya berbagai pelanggaran hak-hak fundamental.

Ketua Umum Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP OMPPI) itu mengungkapkan dibalik angka jutaan pengungsi Rohingya terdapat kisah manusia yang kehilangan rumah, pekerjaan, dan masa depan.

“Persoalan Myanmar bukan hanya persoalan sebuah negara, melainkan ujian bagi komitmen dunia internasional terhadap keadilan, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap hak-hak fundamental manusia. Kita tidak boleh membiarkan penderitaan menjadi sesuatu yang dianggap normal,” kata pria yang akrab disapa Willy itu dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Sidang tersebut juga dihadiri oleh unsur-unsur Delegasi Pekerja Indonesia dari berbagai organisasi serikat pekerja nasional, antara lain Tony Pangaribuan (KSPSI AGN), Muhamad Rusdi (Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia), dan Rudy HB Daman (GSBI).

Menanggapi jalannya pembahasan, Muhamad Rusdi menegaskan bahwa kasus Myanmar mengingatkan dunia bahwa pekerjaan layak tidak mungkin terwujud tanpa penghormatan terhadap hak asasi manusia.

“Apa yang terjadi di Myanmar mengingatkan kita bahwa keadilan sosial bukan sekadar konsep dalam konvensi internasional, melainkan kebutuhan nyata bagi jutaan manusia yang hidup dalam ketidakpastian dan ketakutan,” tegas Presiden Konfederasi ASPEK Indonesia, Muhamad Rusdi.

Sementara itu, Tony Pangaribuan dari KSPSI AGN menegaskan pentingnya solidaritas internasional untuk menolak segala bentuk kerja paksa dan pelanggaran hak-hak fundamental.

Perjuangan pekerja di seluruh dunia pada dasarnya adalah perjuangan menjaga martabat manusia. Karena itu, komunitas internasional tidak boleh memberikan ruang bagi normalisasi kerja paksa, diskriminasi, maupun kekerasan terhadap kelompok-kelompok rentan,” ujarnya.

Di sisi lain, Rudy HB Daman mengingatkan bahwa konflik dan pelanggaran HAM selalu melahirkan dampak sosial yang jauh lebih luas daripada yang terlihat di permukaan.

Ia menambahkan, setiap konflik pada akhirnya menciptakan kemiskinan, pengangguran, migrasi paksa, dan hilangnya masa depan bagi generasi berikutnya

“Karena itu, memperjuangkan hak-hak pekerja juga berarti memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masuk Raudhah, Gubernur Khofifah Sampaikan Keteladanan Sayyidah Aisyah dan Doa untuk Orang Tua
Presiden Prabowo Bawa Pesan Kemandirian dan Keadilan Global di KTT BRICS 2026
Hadiri KTT BRICS di New Delhi, Presiden Prabowo Bertemu Narendra Modi Bahas Penguatan Hubungan Indonesia-India
Delegasi DPP KSPSI dan F SP NIBA KSPSI Perkuat Solidaritas di Konferensi NUBE 2026
BRICS Trade Union Forum ke-15 Ditutup, Delegasi Indonesia Tegaskan Komitmen Solidaritas Pekerja Global
Indonesia Tampil Strategis di BRICS Trade Union Forum 2026, KSPSI AGN Pimpin Plenary Session
ILC 114 Resmi Sahkan Perlindungan Pekerja Platform, Ojol Dapat Kepastian Hukum
Menuju ILC 114 Jenewa, KSPSI AGN Siap Kawal Standar Ketenagakerjaan dan Pekerja Platform
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 02:29 WIB

Masuk Raudhah, Gubernur Khofifah Sampaikan Keteladanan Sayyidah Aisyah dan Doa untuk Orang Tua

Senin, 14 September 2026 - 00:50 WIB

Presiden Prabowo Bawa Pesan Kemandirian dan Keadilan Global di KTT BRICS 2026

Minggu, 13 September 2026 - 03:11 WIB

Hadiri KTT BRICS di New Delhi, Presiden Prabowo Bertemu Narendra Modi Bahas Penguatan Hubungan Indonesia-India

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Delegasi DPP KSPSI dan F SP NIBA KSPSI Perkuat Solidaritas di Konferensi NUBE 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:49 WIB

BRICS Trade Union Forum ke-15 Ditutup, Delegasi Indonesia Tegaskan Komitmen Solidaritas Pekerja Global

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp