Dari Rafale sampai Palestina, Presiden Prabowo dan Presiden Macron Kompak Perkuat Kemitraan Strategis Dua Negara

- Publisher

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Rafale sampai Palestina, Presiden Prabowo dan Presiden Macron Kompak Perkuat Kemitraan Strategis Dua Negara. (Foto : BPMI Setpres)

Dari Rafale sampai Palestina, Presiden Prabowo dan Presiden Macron Kompak Perkuat Kemitraan Strategis Dua Negara. (Foto : BPMI Setpres)

Prancis – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memperkuat diplomasi strategis Indonesia di Eropa lewat kunjungan kenegaraan ke Istana Élysée, Kamis (28/5/2026). Dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, kedua negara sepakat memperluas kemitraan strategis menuju kerja sama global yang lebih mendalam di tengah situasi geopolitik dunia yang terus berubah.

Macron menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Prabowo ke Paris yang berlangsung tepat satu tahun setelah dirinya melakukan lawatan kenegaraan ke Indonesia. Menurut Macron, hubungan Indonesia dan Prancis kini memasuki fase baru yang semakin strategis, terutama dalam kawasan Indo-Pasifik.

“Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo,” ujar Macron dalam pernyataan pers bersama dikutip dair laman resmi setneg.go.id, Jumat (29/5/2026).

Dalam sektor pertahanan dan keamanan, Macron menyoroti eratnya kerja sama kedua negara yang ditandai dengan tibanya pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia. Kedatangan alutsista buatan Prancis tersebut dinilai menjadi simbol kuat hubungan bilateral yang terus berkembang.

“Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini,” katanya.

Kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis memang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain pengadaan alat utama sistem persenjataan, kedua negara juga memperkuat kolaborasi dalam bidang pelatihan militer dan keamanan kawasan.

Tak hanya pertahanan, isu ekonomi menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Macron menegaskan pentingnya mempercepat implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa guna menghapus hambatan perdagangan dan investasi.

BACA JUGA  Mahasiswa Untag Surabaya Kunjungi DPRD Sidoarjo, Pelajari Praktik Pemerintahan Secara Langsung

Menurut Macron, kerja sama ekonomi Indonesia-Prancis memiliki peluang besar di berbagai sektor strategis mulai transportasi, kesehatan, energi terbarukan, hingga pertahanan.

“Ini penting segera diberlakukan untuk menghapus hambatan untuk perdagangan dan investasi, untuk mempercepat di bidang transportasi, kesehatan, transisi energi, pertahanan,” ujarnya.

Prancis juga menyambut baik keputusan Indonesia membuka pasar bagi produk peternakan sapi perah dan sapi daging asal Prancis. Selain itu, Macron mengapresiasi rencana investasi Danantara yang dinilai dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara di masa mendatang.

Pada sektor budaya dan pendidikan, Indonesia dan Prancis berkomitmen memperdalam kolaborasi yang sebelumnya diperkuat lewat deklarasi strategi kebudayaan bersama di Candi Borobudur pada Mei 2025. Kerja sama tersebut mencakup bidang permuseuman, sastra, perfilman, mode, hingga penguatan riset ilmiah dan teknologi.

Kedua negara juga sepakat memperluas kolaborasi universitas dan program pertukaran pelajar dalam rangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026. Macron menegaskan negaranya siap membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan peneliti asal Indonesia.

“Prancis hendak ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, talenta,” ucap Macron.

Dalam pembahasan isu global, kedua pemimpin negara turut bertukar pandangan mengenai situasi Timur Tengah, konflik Ukraina, hingga ketegangan di Laut Cina Selatan dan kawasan Asia Tenggara. Macron secara khusus memberikan penghormatan terhadap posisi Indonesia yang dinilai aktif mendorong perdamaian internasional.

“Saya ingin memberi penghormatan mengenai posisi Bapak yang sangat berani untuk perdamaian di Timur Tengah, dan juga untuk pengakuan Palestina,” katanya.

Macron juga menyinggung kontribusi pasukan Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas global.

Terkait kawasan Asia Tenggara, Presiden Macron menegaskan bahwa ASEAN memiliki posisi penting dalam strategi Indo-Pasifik Prancis dan Uni Eropa. Karena itu, Prancis ingin terus memperkuat kemitraan dengan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan.

BACA JUGA  Resmikan Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya, Gubernur Khofifah: Bukti Kuatnya Peran Alumni

“Pada semua level kemitraan antara Indonesia dan Perancis, ini sangatlah relevan dan ini akan memperkuat visi kedua negara kita terhadap perdamaian tatanan dunia saat ini,” tutur Macron.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Paris dinilai menjadi momentum penting untuk mempertegas posisi Indonesia dalam percaturan global, sekaligus memperluas kerja sama strategis dengan negara-negara mitra utama Eropa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator Ning Lia Lempar Jumrah Dini Hari di Mina, Rasakan Ketenangan Spiritual Bersama Jamaah Haji
Senator Lia Istifhama Soroti Pentingnya Solidaritas Jamaah Saat Puncak Armuzna Berlangsung
“Israel Raya” dalam Proses Pembentukan: IDF Semakin Mendekati Aneksasi Lebanon Selatan
Opsi Nuklir Ekonomi Iran, Menghancurkan infrastruktur energi Teluk Persia
Negara-negara Teluk Terjebak dalam Perang yang Tidak Diinginkan
Seni Penipuan: Bagaimana AS Menciptakan Perang di Bawah Bendera Palsu (False Flag)
Pengepungan Naga
Selat Hormuz, Kartu Truf Republik Islam Iran

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:02 WIB

Senator Ning Lia Lempar Jumrah Dini Hari di Mina, Rasakan Ketenangan Spiritual Bersama Jamaah Haji

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:47 WIB

Dari Rafale sampai Palestina, Presiden Prabowo dan Presiden Macron Kompak Perkuat Kemitraan Strategis Dua Negara

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:15 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Pentingnya Solidaritas Jamaah Saat Puncak Armuzna Berlangsung

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:06 WIB

“Israel Raya” dalam Proses Pembentukan: IDF Semakin Mendekati Aneksasi Lebanon Selatan

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:21 WIB

Opsi Nuklir Ekonomi Iran, Menghancurkan infrastruktur energi Teluk Persia

Berita Terbaru

Semangat belajar dan berbagi ide baru terasa begitu hangat dalam kegiatan bertajuk Nobar Canva yang diselenggarakan oleh Canva Community di Cafe and Resto Ningrat, Jalan Kedung Sari No.10, Mergelo, Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. (Foto: Istimewa)

Citizen Reporter

Nobar Canva Penuh Inspirasi Baru

Senin, 1 Jun 2026 - 21:45 WIB