Gunungkidul – Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Gunungkidul menggelar rapat kerja (raker) penyusunan program periode 2026-2031 di Omah Trengguli, Gunungkidul, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan TBM se-Kabupaten Gunungkidul.
Saat ini, terdapat sekitar 15 TBM di Gunungkidul yang memiliki karakter dan fokus berbeda-beda. Selain bergerak di bidang literasi baca tulis, sejumlah TBM juga mengembangkan program berbasis budaya lokal, UMKM, keterampilan, kesehatan, hingga pertanian.
Melalui pengembangan ekonomi kreatif, pengurus berharap setiap TBM mampu meningkatkan kemandirian dan pendapatan lembaga. Pasalnya, berbagai kegiatan literasi yang dijalankan membutuhkan dukungan pendanaan yang tidak sedikit.
Suasana pembukaan raker berlangsung meriah. Tim gejog lesung Omah Trengguli menampilkan permainan musik tradisional dengan membawakan lagu Omah Trengguli untuk menyambut peserta dan tamu undangan.
Acara kemudian dibuka dengan doa bersama dan dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Penasehat TBM Omah Trengguli, R. Soenarjo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dia mengucapkan terima kasih karena Omah Trengguli dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan raker.
“TBM aja ilang kumandane,” ujarnya memberi semangat kepada seluruh pegiat literasi. Sambutannya ditutup dengan pantun berbahasa Jawa dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2026).
Sementara itu, Ketua RW setempat Andreas Surono mewakili Dukuh Nglampar, Kalurahan Wiladeg, mengapresiasi kegiatan raker TBM yang dinilai mampu menggerakkan masyarakat dalam bidang literasi dan pendidikan.
“Semoga kegiatan TBM terus berjalan baik dan semakin berkembang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, pemilik TBM Omah Trengguli, Dwi Rukmi Endang S, memaparkan perjalanan TBM yang berdiri sejak 2021. Menurutnya, Omah Trengguli memiliki visi mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui berbagai program literasi.
Adapun kegiatan yang dikembangkan meliputi literasi perpustakaan, pertanian, budidaya ikan, kesehatan, sains, budaya, informasi, keterampilan, hingga penguatan UMKM masyarakat.
Raker dipimpin Ketua TBM Kabupaten Gunungkidul Tri Sudaryani M.Pd. Penyusunan program kerja dilakukan dengan mengacu pada program tingkat provinsi dan nasional.
Dalam pembahasannya, peserta dibagi ke dalam beberapa divisi, di antaranya divisi organisasi, penelitian dan pengembangan (litbang), program, serta sumber daya manusia (SDM).
Rapat kerja ditutup sekitar pukul 12.30 WIB dan dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati suasana alam di kawasan belakang TBM Omah Trengguli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor : Yoyok











