Kalaksa BPBD Jatim Tuntaskan SDMT Bersama 67 Kalaksa se-Indonesia, Perkuat Mitigasi Bencana Nasional

- Pewarta

Senin, 18 Mei 2026 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidoarjo – Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto mengikuti Senior Disaster Management Training (SDMT) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pusdiklat Penanggulangan Bencana, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pelatihan berlangsung selama 12 hari, mulai Senin (4/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026). Kegiatan SDMT angkatan ke-3 itu diikuti 68 Kalaksa BPBD tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia.

Kegiatan dibuka Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto dan ditutup Sekretaris Utama BNPB Dr Rustian.

Dalam sambutannya, Suharyanto menyebut Indonesia menjadi salah satu dari 35 negara dengan potensi risiko bencana tertinggi di dunia. Bahkan, Indonesia menempati peringkat keempat negara dengan tingkat paparan bencana tertinggi.

“Dunia internasional menjuluki Indonesia sebagai laboratorium bencana. Ini bukan sesuatu yang dibanggakan, tetapi menjadi pengingat agar seluruh pihak terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanggulangan bencana,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2026).

Karena itu, Suharyanto menekankan pentingnya peningkatan kapasitas para pimpinan penanggulangan bencana di daerah agar mampu membaca situasi dengan cepat dan tepat, sekaligus mengambil keputusan terukur saat kondisi darurat.

“Selama pelatihan, para peserta mendapat berbagai materi dan praktik, mulai dari sistem penanggulangan bencana, kepemimpinan saat krisis, manajemen informasi dan komunikasi kebencanaan, rehabilitasi dan rekonstruksi, pengelolaan logistik dan peralatan, hingga gladi posko,” jelasnya.

Tak hanya itu, peserta juga memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor dalam penanganan bencana di daerah masing-masing.

Bagi Gatot Soebroto, pelatihan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pola penanganan bencana di Jawa Timur.

Salah satu agenda yang dinilai menarik yakni peninjauan ke sejumlah lokasi guna melihat success story penanganan bencana, termasuk pengolahan sampah pascabencana di TPS Cijantung, Jakarta.

BACA JUGA  Serentak di 11 Kabupaten, Gubernur Khofifah Gaungkan Komitmen Jatim Jadi Garda Industri Gula Nasional

Di lokasi itu, Gatot bersama peserta lainnya meninjau Motah atau Mesin Olah Runtah, teknologi pengolahan sampah pascabencana seperti banjir, longsor, dan puting beliung.

Menurut Gatot, mesin tersebut memiliki sejumlah keunggulan karena tidak membutuhkan listrik maupun bahan bakar, memiliki suhu pembakaran tinggi, serta ramah lingkungan lantaran minim asap.

“Ini salah satu teknologi yang bagus dan efisien. Teknologi ini sudah kami laporkan ke Ibu Gubernur. Rencananya akan diuji coba satu unit di Kabupaten Tuban,” kata Gatot.

Ia menambahkan, banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang diperoleh selama mengikuti SDMT dan dapat diterapkan dalam penanganan bencana di daerah.

“Yang terpenting, jangan pernah lelah belajar di posisi apa pun saat ini. Karena tantangan ke depan tidak semakin mudah. Selain itu, jejaring kemitraan juga harus diperkuat karena bencana tidak bisa ditangani pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai unsur dan komunitas masyarakat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPT Jatim Februari 2026 Turun Jadi 3,55 Persen, Gubernur Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif
Kloter 116 Jadi Rombongan Terakhir, Gubernur Khofifah Minta Jamaah Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan
Perda IMB Dicabut, Wabup Mimik: PBG Jadi Acuan Baru Perizinan Bangunan di Sidoarjo
Selama Eri Cahyadi Naik Haji, Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Pelaksana Harian
Jelang Berangkat Haji, Eri Cahyadi Warning Kepala Dinas: Aduan Warga Wajib Tuntas 1×24 Jam
Di Hadapan Peserta PKN II dan Latsar CPNS, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Strategic Leader yang Tangguh dan Visioner
Dinsos Jatim Tingkatkan Kapasitas ASN Lewat Pelatihan PPID dan Publikasi Program
Gubernur Khofifah dan Dubes Yaman Perkuat Hubungan Strategis Bidang Pendidikan, Perdagangan, dan Budaya

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:17 WIB

Kloter 116 Jadi Rombongan Terakhir, Gubernur Khofifah Minta Jamaah Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:35 WIB

Perda IMB Dicabut, Wabup Mimik: PBG Jadi Acuan Baru Perizinan Bangunan di Sidoarjo

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:59 WIB

Selama Eri Cahyadi Naik Haji, Armuji dan Syamsul Hariadi Isi Posisi Pelaksana Harian

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:30 WIB

Jelang Berangkat Haji, Eri Cahyadi Warning Kepala Dinas: Aduan Warga Wajib Tuntas 1×24 Jam

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:24 WIB

Di Hadapan Peserta PKN II dan Latsar CPNS, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Strategic Leader yang Tangguh dan Visioner

Berita Terbaru