Rumah Bertuliskan “Dijual” Jadi Markas Oplos Gas Elpiji di Sidoarjo, Omzet Puluhan Juta

Editor Yoyok

- Author

Senin, 4 Mei 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor: Yoyok

Sidoarjo – Praktik penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi di Kabupaten Sidoarjo akhirnya terbongkar. Satreskrim Polresta Sidoarjo mengungkap sindikat pengoplosan gas 3 kilogram (kg) ke tabung nonsubsidi 12 kg.

Aksi ilegal itu dilakukan secara tersembunyi di sebuah rumah kosong di kawasan Perumahan Pondok Mutiara. Untuk mengelabui warga dan petugas, lokasi tersebut diberi tulisan “rumah dijual”.

Pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan dan pengintaian polisi. Hingga akhirnya, petugas melakukan penggerebekan dan mengamankan dua pelaku. Satu pelaku lainnya kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dua tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial MNH, 21, warga Candi, Sidoarjo, dan MR, 25, warga Bangkalan, Madura. Dari lokasi, polisi menyita lebih dari 500 tabung elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing mengungkapkan, modus yang digunakan pelaku adalah memindahkan isi gas elpiji bersubsidi 3 kg ke tabung 12 kg untuk dijual ke masyarakat umum.

“Untuk menghindari kecurigaan, lokasi dipasang tulisan rumah dijual,” ujarnya saat konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Dalam sehari, kata dia, para pelaku mampu mengoplos sekitar 60–80 tabung gas. Dari praktik tersebut, mereka meraup keuntungan sekitar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

“Praktik ini sudah berjalan sejak 2022. Lokasinya juga sering berpindah-pindah untuk menghindari pantauan petugas,” ungkap Kombes Pol. Christian Tobing.

Distribusi penjualan gas oplosan tersebut menjangkau sejumlah daerah, mulai Gresik, Lamongan, hingga Pulau Bawean.

Saat ini, kedua tersangka ditahan di Mapolresta Sidoarjo untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, polisi masih memburu satu pelaku lain yang identitasnya telah dikantongi.

Kasus ini masih terus dikembangkan guna mengungkap jaringan yang lebih luas dalam praktik pengoplosan gas elpiji bersubsidi tersebut.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Sejarah: Ibunda Senator Lia Istifhama Menang Sengketa, Mafia Dana Talangan Disorot
Sidang PN Mojokerto: Pengacara Klaim Kliennya Bersih dari Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Kasus Proyek Fiktif
Tak Pernah Terima Uang, Akta Jual Beli Muncul, Ibunda Ning Lia Digugat
Investasi Bodong Modus Ponzi di Surabaya, Korban Rugi Rp 286 Juta
TIDAR Mojokerto Buka Posko Bantuan Hukum untuk Jamaah Travel dan Umroh
Mediasi Buntu, Advokat Andre Gunawan Siap Hadapi Sidang Pokok Perkara
SK Pemecatan Dipersoalkan, Andre Gunawan: PERADI Tak Punya Hak Memeriksa Saya
Kawal Sengketa Rumah Warga, Senator Lia Soroti Utang Rp368 Juta hingga Aset Rp3,17 Miliar
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Catatan Sejarah: Ibunda Senator Lia Istifhama Menang Sengketa, Mafia Dana Talangan Disorot

Kamis, 24 September 2026 - 21:05 WIB

Sidang PN Mojokerto: Pengacara Klaim Kliennya Bersih dari Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Kasus Proyek Fiktif

Kamis, 24 September 2026 - 10:55 WIB

Tak Pernah Terima Uang, Akta Jual Beli Muncul, Ibunda Ning Lia Digugat

Selasa, 22 September 2026 - 15:52 WIB

Investasi Bodong Modus Ponzi di Surabaya, Korban Rugi Rp 286 Juta

Minggu, 20 September 2026 - 20:47 WIB

TIDAR Mojokerto Buka Posko Bantuan Hukum untuk Jamaah Travel dan Umroh

Berita Terbaru

WhatsApp