Perkuat Peran PDUF MUI, Lia Istifhama Tekankan Sinergi Dana Umat dan CSR

- Publisher

Sabtu, 18 April 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi PDUF MUI Jawa Timur melakukan audiensi bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama di kantor DPD RI Perwakilan Jawa Timur. (foto: Istimewa)

Komisi PDUF MUI Jawa Timur melakukan audiensi bersama Anggota DPD RI Lia Istifhama di kantor DPD RI Perwakilan Jawa Timur. (foto: Istimewa)

Surabaya – Upaya memperkuat pengelolaan dana umat terus digagas melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya terlihat dalam kegiatan audiensi Komisi PDUF MUI Jawa Timur K Miftahul Jauhari S E yang digelar di Kantor DPD RI Perwakilan Jawa Timur, Surabaya, Jumat (17/4/2026).

Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk membahas pembentukan PDUF sebagai wadah terpadu dalam mengelola berbagai sumber dana filantropi umat, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, fidyah, hingga kifarah.

PDUF dirancang sebagai solusi integratif agar pengelolaan dana umat tidak berjalan secara parsial, melainkan terkoordinasi secara sistematis, transparan, dan tepat sasaran.

Peran Strategis PDUF dalam Ekosistem Filantropi

Keberadaan PDUF diharapkan mampu menjawab tantangan klasik dalam pengelolaan dana umat, yakni fragmentasi lembaga dan belum optimalnya distribusi manfaat.

Dengan sistem yang terintegrasi, dana yang terkumpul dapat: Disalurkan secara lebih merata, Dikelola secara profesional dan akuntabel, Memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

PDUF tidak hanya berfungsi sebagai pengelola dana, tetapi juga sebagai penggerak program sosial berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Lia legislator: Kolaborasi dan CSR Jadi Kunci

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan peran PDUF. Ia menilai, sinergi antara lembaga filantropi dan program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

“Kalau kita hanya bergantung pada program DPD saja, tentu ada keterbatasan. Karena itu, kita perlu membuka ruang kolaborasi, termasuk dengan program CSR agar dampaknya lebih luas dan nyata dirasakan umat,” ujar Lia.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa orientasi utama dari PDUF haruslah pada kemaslahatan umat, bukan sekadar pengelolaan administratif.

“Saya lebih menekankan pada program yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ke depan, perlu ada sosialisasi yang masif agar keberadaan LPDU bisa dipahami dan dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.

BACA JUGA  2 WN Malaysia Ditangkap di Bandara Juanda, Bawa Cairan Etomidat untuk Vape

Arah Pengembangan: Sosialisasi dan Penguatan Program

Pertama, edukasi Publik tentang Dana Umat Sosialisasi menjadi langkah awal agar masyarakat memahami pentingnya pengelolaan dana umat secara terintegrasi. Kedua, kolaborasi dengan Berbagai Pihak. LPDU didorong untuk bersinergi dengan: Pemerintah, Dunia usaha melalui CSR

Komunitas dan organisasi sosial

Ketiga, Fokus pada Dampak Nyata. Program yang dijalankan harus mampu memberikan manfaat langsung, seperti: Pengentasan kemiskinan, Pemberdayaan ekonomi umat, Bantuan sosial berbasis kebutuhan.

Audiensi PDUF di Surabaya menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan dana umat yang lebih terintegrasi dan berdampak luas. Dengan dukungan tokoh seperti Lia Istifhama, diharapkan LPDU mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan umat berbasis filantropi modern.

Kolaborasi, transparansi, dan orientasi pada kemaslahatan menjadi fondasi utama agar dana umat tidak hanya terkumpul, tetapi juga benar-benar memberi perubahan nyata bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Pimpinan BGN Ditangkap Kejagung, Ketua Tidar Mojokerto Sebut Bukti Komitmen Prabowo Berantas Korupsi
Evaluasi Haji 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama Tekankan Pembenahan Mina dan Apresiasi Petugas
Peringati HUT Ke-733 Surabaya, Lilik DPRD Jatim Soroti Pentingnya Pemerataan Infrastruktur di Wilayah Pinggiran
Anak Muda Aset Bangsa, Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Era Digital
Senator Lia Istifhama Soroti Pentingnya Solidaritas Jamaah Saat Puncak Armuzna Berlangsung
Soroti Wukuf 2026 Yang Lebih Tertib, Senator Lia Istifhama Puji Pelayanan Haji di Arafah
Lilik DPRD Jatim Terima Keluhan Warga Kedungbaruk soal Casbar Bangkok Crab, Izin Usaha Jadi Sorotan
23 Kades Petahana Tumbang di Sidoarjo, Pengamat Politik Nanang Haromain: Warga Desa Kini Cepat Berubah Haluan

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:48 WIB

Tiga Pimpinan BGN Ditangkap Kejagung, Ketua Tidar Mojokerto Sebut Bukti Komitmen Prabowo Berantas Korupsi

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:41 WIB

Evaluasi Haji 2026, Anggota DPD RI Lia Istifhama Tekankan Pembenahan Mina dan Apresiasi Petugas

Senin, 1 Juni 2026 - 17:22 WIB

Peringati HUT Ke-733 Surabaya, Lilik DPRD Jatim Soroti Pentingnya Pemerataan Infrastruktur di Wilayah Pinggiran

Senin, 1 Juni 2026 - 08:51 WIB

Anak Muda Aset Bangsa, Dhamroni DPRD Sidoarjo Dorong Penguatan Nilai Pancasila di Era Digital

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:15 WIB

Senator Lia Istifhama Soroti Pentingnya Solidaritas Jamaah Saat Puncak Armuzna Berlangsung

Berita Terbaru

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat membuka kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dengan tema Diseminasi Keamanan Pangan Dan Peningkatan Kapasitas Juru Masak Serta Ahli Gizi dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Widya Mandala Hall, Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Pemerintahan & Kebijakan

Wagub Emil Dorong Penguatan Keamanan Pangan untuk Sukseskan MBG di Jatim

Rabu, 3 Jun 2026 - 21:04 WIB