Puguh DPRD Jawa Timur Ingatkan Ancaman Kekeringan, Minta Pemprov Siapkan Mitigasi Sejak Dini

Editor Yoyok

- Author

Senin, 6 April 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas.

Editor: Yoyok

Surabaya – Ancaman kekeringan akibat musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada pertengahan 2026 mulai menjadi sorotan serius. Sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi terdampak, terutama daerah dengan keterbatasan sumber air bersih.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode Maret hingga April merupakan masa pancaroba. Memasuki bulan Mei, sekitar 56,9 persen wilayah Jawa Timur diperkirakan mulai memasuki musim kemarau. Puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus 2026, dengan cakupan mencapai 70,9 persen wilayah.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu kekeringan di ratusan desa. Ancaman ini pun mendapat perhatian dari Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas. Ia menegaskan perlunya langkah mitigasi yang terencana dan terukur sejak dini.

“Ini harus dijadikan dasar dalam arah kebijakan ke depan, terutama terkait potensi El Nino yang bisa memperparah kekeringan,” ujar Puguh, Senin (6/4/2026).

Mengacu pada data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sekitar 800 desa berpotensi mengalami kekeringan setiap musim kemarau. Angka tersebut cenderung berulang setiap tahun, menandakan persoalan ini belum tertangani secara menyeluruh.

“Sudah saatnya disiapkan kebijakan permanen agar masyarakat tidak lagi khawatir setiap musim kemarau datang,” tegas Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jawa Timur tersebut.

Puguh mengusulkan sejumlah langkah konkret, di antaranya pembangunan sumur bawah tanah atau sumur artesis di wilayah rawan kekeringan. Meski membutuhkan anggaran besar, ia menilai langkah tersebut merupakan investasi penting untuk menjamin ketersediaan air bersih.

Selain itu, penguatan infrastruktur pipanisasi air dinilai menjadi solusi efektif, terutama di daerah yang memiliki sumber mata air namun belum terdistribusi secara optimal.

“Perlu dibuat tandon besar dan jaringan distribusi air, sehingga saat kemarau masyarakat tidak lagi berebut air atau menghadapi lonjakan harga air bersih,” jelasnya.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Tak hanya berdampak pada kebutuhan air bersih, potensi kekeringan juga mengancam sektor pertanian. Padahal, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Puguh menekankan pentingnya mitigasi di sektor pertanian guna menjaga ketahanan pangan, terlebih di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia pun mendorong sinergi lintas instansi di lingkungan Pemprov Jawa Timur.

“Semua pihak harus memberi perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak luas, baik secara ekonomi maupun sosial,” tandasnya.

Dengan langkah mitigasi yang tepat dan kebijakan berkelanjutan, diharapkan Jawa Timur tidak lagi menghadapi persoalan kekeringan yang terus berulang setiap tahun.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Hari Jadi ke-81 Jatim, Puguh DPRD Jatim Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Harus Sejahterakan Rakyat
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

WhatsApp