Kelola Sampah Jadi Energi, Lia Istifhama Tekankan Peran PSEL dan ASRI di Jatim

- Reporter

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Upaya mengubah persoalan klasik sampah menjadi solusi energi masa depan mulai menunjukkan arah yang jelas di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jatim dibawah kepemimpinan Gubernur Khofifah mendorong kolaborasi lintas daerah untuk menghadirkan energi baru terbarukan berbasis limbah melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama yang menilai kebijakan tersebut sebagai transformasi konkret dari masalah menjadi peluang besar bagi masa depan lingkungan dan energi nasional.

Ia pun menegaskan bahwa kerja sama lintas wilayah bukan sekadar pengelolaan sampah biasa, melainkan bagian dari agenda besar transisi energi.

“Program PSEL di Jawa Timur mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025, yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari untuk operasional optimal,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Surabaya Raya. Pasokan sampah: ±1.100 ton/hari. Lokasi rencana: Sumberejo, Pakal, Surabaya, Malang Raya. Pasokan sampah: ±1.138,9 ton/hari, Lokasi rencana: Desa Bunut Wetan, Pakis, Kabupaten Malang.

“Dengan volume tersebut, proyek ini dinilai layak secara teknis dan ekonomis untuk dikembangkan menjadi pembangkit energi alternatif,” kata Lia.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memastikan akan melakukan koordinasi intensif, monitoring, serta evaluasi berkala agar implementasi berjalan transparan dan berkelanjutan.

“Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas oleh Prabowo Subianto menjadi fondasi baru dalam pembenahan tata kelola lingkungan secara nasional,” jelasnya.

Menurut Lia, gerakan ini bukan sekadar program simbolik, tetapi momentum besar dalam membangun sistem kebersihan yang lebih terstruktur dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Gerakan tersebut tidak sekadar menghadirkan perubahan visual, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor dengan langkah cepat dan terukur,” tutur Lia.

BACA JUGA  Gala Dinner di Grahadi, Gubernur Khofifah dan Gubernur Samarkand Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor

Pendekatan yang dimulai dari desa hingga tingkat nasional dinilai mampu memberikan dampak langsung dan cepat dirasakan masyarakat.

Lia menegaskan pentingnya penggunaan teknologi pengolahan sampah modern yang tidak menimbulkan bau, Ramah lingkungan, Bisa dioperasikan di tingkat kelurahan/kecamatan. Beberapa lembaga pendidikan bahkan telah mengembangkan alat pemusnah sampah skala kecil yang dinilai efektif dan aplikatif.

“Kehadiran alat pengolahan sampah di tingkat wilayah paling bawah akan memangkas ketergantungan pada tempat pembuangan akhir,” katanya.

Dengan sistem ini, sampah tidak lagi menumpuk di TPA, tetapi dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien langsung dari sumbernya.

Gerakan ASRI yang berjalan seiring dengan konsep pembangunan terintegrasi diharapkan mampu: Mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, Meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan Membangun budaya hidup bersih dan sehat.

“Program tersebut ditargetkan mulai direalisasikan dalam waktu dekat dengan harapan perubahan nyata dapat segera dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya
E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh
Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo
Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini
Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama
Kunci Gula Nasional di Jatim, Lia Istifhama Siapkan Langkah Strategis
Dorong Modernisasi, Pilkades E-Voting di Sidoarjo Dinilai Layak Diterapkan
Sentuhan Hangat Senator Lia Istifhama di Balik Aturan Pembatasan Media Sosial Anak

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 03:27 WIB

Muscab PKB Sidoarjo Kerucutkan 4 Nama Calon Ketua, Ini Daftarnya

Sabtu, 4 April 2026 - 18:31 WIB

E-Voting Pilkades Sidoarjo Menguat, Ning Lia dan Kaji Reza Beri Dukungan Penuh

Sabtu, 4 April 2026 - 13:31 WIB

Bioetanol Menguat sebagai Pengganti BBM, Lia Istifhama Dukung Kebijakan Presiden Prabowo

Sabtu, 4 April 2026 - 13:19 WIB

Jelang Muscab PKB Sidoarjo: Isu Disabilitas Jadi Sorotan, Abdul Majid Titip Pesan Ini

Jumat, 3 April 2026 - 21:45 WIB

Bioetanol dari Tebu Bisa Jadi Solusi Kemandirian Energi Nasional? Ini Penjelasan Senator Lia Istifhama

Berita Terbaru