Apresiasi untuk Gus Ipul, Lia Istifhama Nilai Bansos Terkendali dan Sekolah Rakyat Menguat

Editor Yoyok

- Author

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Editor: Yoyok

Surabaya – Upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program sosial di tengah kebijakan efisiensi anggaran mendapat apresiasi luas. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, secara khusus memuji kinerja Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang dinilai tetap fokus memastikan masyarakat tetap terlindungi.

Dengan komitmen pada program sosial seperti Sekolah Rakyat dan pembenahan DTSEN, pemerintah diharapkan mampu memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan di seluruh Indonesia.

Menurut Ning Lia, kepemimpinan Gus Ipul mencerminkan sosok pejuang dan petarung yang tidak mudah menyerah dalam kondisi apa pun, terutama saat menghadapi tantangan efisiensi anggaran kementerian.

“Gus Ipul ini bukan tipe yang mengeluh. Justru beliau langsung bergerak mencari solusi agar program sosial tetap berjalan, terutama bantuan sosial (bansos) yang menyentuh masyarakat kecil,” ujar Ning Lia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026).

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah itu menilai langkah strategis Kementerian Sosial dalam memperkuat program Sekolah Rakyat menjadi salah satu bukti nyata keberpihakan kepada masyarakat. Program ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan bagi kelompok rentan sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Selain itu, perbaikan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) juga menjadi perhatian utama. Pembaruan data dinilai krusial untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

“Perbaikan DTSEN ini sangat penting. Dengan data yang akurat, kebijakan bansos akan lebih efektif dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata putri KH Maskur Hasyim tersebut.

Sikap Gus Ipul yang tetap mengutamakan keberlanjutan bansos juga mendapat sorotan positif. Di tengah kebijakan efisiensi, ia justru memastikan anggaran bantuan sosial tidak dikurangi, termasuk biaya operasional yang mendukung penyalurannya.

BACA JUGA  Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada rakyat, sekaligus menunjukkan kemampuan manajerial yang adaptif.

Sekedar diketahui, Gus Ipul bukan sosok baru dalam dunia pemerintahan. Lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 28 Agustus 1964, ia memiliki rekam jejak panjang di bidang politik dan organisasi.

Kariernya mulai Anggota DPR RI, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (2004–2007) hingga Wakil Gubernur Jawa Timur (2009–2019) mendampingi Soekarwo.

Selain itu, kiprahnya di organisasi keagamaan seperti GP Ansor hingga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut membentuk karakter kepemimpinan yang kuat dan merakyat.

Bagi Ning Lia, kombinasi pengalaman birokrasi dan kedekatan dengan masyarakat menjadikan Gus Ipul sebagai figur yang mampu menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Beliau ini terbiasa berada di tengah masyarakat. Jadi tahu betul apa yang harus diprioritaskan. Itulah kenapa saya menyebut beliau sebagai pejuang karena selalu mencari jalan dan berdampak ke masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp