Idul Fitri dan Geopolitik Global, Senator Lia Istifhama Tekankan Pentingnya Rekonsiliasi Sosial

Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 21 Maret 2026 - 00:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya –  Di tengah ketegangan geopolitik global dan dinamika politik dosmetik, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat rekonsiliasi sosial, persatuan, dan harmoni kebangsaan.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama mengatakan Idul Fitri bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum penting untuk memperbaiki relasi sosial dan memperkuat persatuan bangsa. Menurutnya, Idul Fitri adalah titik kembali pada kesucian hati setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus ruang refleksi untuk membangun kembali hubungan antarmanusia yang mungkin sempat renggang.

“Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan spiritual, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membersihkan hati, menghapus dendam, dan membuka ruang rekonsiliasi sosial yang tulus,” ujar Lia, Jumat (20/3/2026).

Keponakan Gubernur Jatim itu menekankan bahwa tradisi saling memaafkan yang menjadi ciri khas Idul Fitri seharusnya tidak berhenti pada simbol atau formalitas semata, melainkan diwujudkan dalam sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai memaafkan sendiri merupakan ajaran fundamental dalam Islam. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 134 yang artinya (yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Selain itu, pentingnya menjaga persaudaraan juga ditegaskan dalam Surah Al-Hujurat ayat 10: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Tak hanya dalam Alquran, ajaran memaafkan juga ditekankan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda: “Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Yang terbaik di antara keduanya adalah yang memulai memberi salam.”

BACA JUGA  Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya rekonsiliasi dan mengakhiri konflik dalam hubungan sosial.

Ning Lia yang juga putri KH Maskur Hasyim itu menilai, bangsa Indonesia yang majemuk sangat membutuhkan energi moral seperti yang terkandung dalam nilai-nilai Idul Fitri.

Menurutnya, di tengah perbedaan pandangan, kepentingan, hingga polarisasi di ruang publik, semangat saling memaafkan dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun kohesi sosial.

“Idul Fitri adalah risalah moral bagi bangsa. Jika nilai maaf dipraktikkan secara tulus, maka kehidupan sosial dan politik kita akan lebih sehat, inklusif, dan damai,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum refleksi bersama, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Jika dimaknai secara mendalam, Idul Fitri menjadi gerakan moral untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat persatuan bangsa,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup

Berita Terbaru

WhatsApp