Aktivis Diteror, Ashraf Desak APH Segera Tangkap Pelaku dan Bongkar Dalangnya

Editor Yoyok

- Author

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat hukum dan politik Jawa Timur, Ashraf. (Foto: Istimewa)

Pengamat hukum dan politik Jawa Timur, Ashraf. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya — Aksi teror yang menimpa aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menuai kecaman. Tindakan kekerasan terhadap aktivis yang menyuarakan kritik terhadap kekuasaan dinilai sebagai ancaman serius bagi iklim demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia.

Pengamat hukum dan politik Jawa Timur, Ashraf, mengecam keras peristiwa tersebut. Ia menegaskan negara tidak boleh kalah oleh praktik teror yang berupaya membungkam suara masyarakat sipil. Menurutnya, aparat penegak hukum (APH) harus segera bergerak cepat, profesional, dan transparan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Teror terhadap aktivis adalah bentuk intimidasi terhadap kebebasan sipil dan nilai-nilai demokrasi. Saya mengutuk keras tindakan tersebut dan mendesak aparat penegak hukum segera mengusut secara menyeluruh, menangkap pelaku, serta membongkar siapa pun aktor di balik aksi teror ini,” kata Ashraf kepada digitalJatim, Jumat (13/3/2026).

Ia menilai, dengan kemampuan investigasi dan dukungan teknologi yang dimiliki saat ini, pengungkapan kasus tersebut seharusnya bukan perkara sulit bagi aparat.

“Secara kapasitas kelembagaan dan teknologi, ini bukan perkara rumit bagi aparat penegak hukum. Publik menunggu langkah cepat dan tegas agar tidak muncul kesan negara kalah oleh praktik teror terhadap masyarakat sipil,” ujarnya.

Ashraf juga menegaskan negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada setiap warga negara, khususnya para aktivis dan pegiat demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Negara melalui aparat penegak hukum wajib memastikan adanya jaminan keamanan sesuai aturan hukum yang berlaku. Jangan sampai tindakan teror seperti ini terulang dan menciptakan rasa takut di ruang publik,” tambahnya.

Ia berharap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Sehingga tidak hanya memberikan keadilan bagi korban, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam melindungi demokrasi dan kebebasan sipil,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Sejarah: Ibunda Senator Lia Istifhama Menang Sengketa, Mafia Dana Talangan Disorot
Sidang PN Mojokerto: Pengacara Klaim Kliennya Bersih dari Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Kasus Proyek Fiktif
Tak Pernah Terima Uang, Akta Jual Beli Muncul, Ibunda Ning Lia Digugat
Investasi Bodong Modus Ponzi di Surabaya, Korban Rugi Rp 286 Juta
TIDAR Mojokerto Buka Posko Bantuan Hukum untuk Jamaah Travel dan Umroh
Mediasi Buntu, Advokat Andre Gunawan Siap Hadapi Sidang Pokok Perkara
SK Pemecatan Dipersoalkan, Andre Gunawan: PERADI Tak Punya Hak Memeriksa Saya
Kawal Sengketa Rumah Warga, Senator Lia Soroti Utang Rp368 Juta hingga Aset Rp3,17 Miliar
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Catatan Sejarah: Ibunda Senator Lia Istifhama Menang Sengketa, Mafia Dana Talangan Disorot

Kamis, 24 September 2026 - 21:05 WIB

Sidang PN Mojokerto: Pengacara Klaim Kliennya Bersih dari Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Kasus Proyek Fiktif

Kamis, 24 September 2026 - 10:55 WIB

Tak Pernah Terima Uang, Akta Jual Beli Muncul, Ibunda Ning Lia Digugat

Selasa, 22 September 2026 - 15:52 WIB

Investasi Bodong Modus Ponzi di Surabaya, Korban Rugi Rp 286 Juta

Minggu, 20 September 2026 - 20:47 WIB

TIDAR Mojokerto Buka Posko Bantuan Hukum untuk Jamaah Travel dan Umroh

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

WhatsApp