Surabaya – Prime Foundation menggelar program Ramadan Berbagi berupa talkshow kesehatan dan santunan anak yatim di Pondok Pesantren Nurul Huda Sencaki, Surabaya, Kamis (5/3/2026) sore. Kegiatan ini diikuti puluhan santri dan santriwati.
Acara yang berlangsung di lantai 3 ponpes tersebut diisi dengan talkshow bertema Ramadan Sehat bersama CEO Apotek Kantong apt. Ariyo Handono Putro. Selain itu, juga digelar pembagian takjil, buka puasa bersama, serta santunan kepada anak yatim.
Ketua Prime Foundation Abdul Rauf mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk berbagi sekaligus memberikan edukasi kesehatan kepada para santri.
“Saat ini kami menggelar talkshow tentang kesehatan. Sebagaimana kita ketahui, banyak santri yang belum memahami secara mendalam mengenai pola hidup sehat, termasuk pengaturan pola makan saat Ramadan,” ujarnya.
Rauf menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga memberikan santunan kepada anak yatim.
“Selain talkshow, kami juga memberikan santunan kepada 15 anak yatim. Sementara peserta talkshow sekitar 30 orang. Total peserta sekitar 45 orang,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan menambah wawasan para santri, khususnya dalam menjaga kesehatan selama Ramadan.
“Semoga para santri dapat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, serta ilmu yang bisa dipersiapkan untuk masa depan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Nurul Huda Sencaki Gus Ahmad Syauqi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Ramadan Berbagi yang digelar Prime Foundation bersama ponpes Nurul Huda.
“Kebetulan saya juga bagian dari Prime Foundation. Ini adalah yayasan yang diinisiasi oleh alumni Gontor angkatan 2010,” kata Gus Syauqi.
Ia berharap kolaborasi semacam ini terus terjalin dengan berbagai pihak.
“Spirit Prime Foundation adalah membangun sinergi dengan semua pihak. Dengan berbagi kebahagiaan, harapannya semua bisa mengambil manfaat dan menjadi sesuatu yang berguna bagi umat,” imbuhnya.
Senada, CEO Apotek Kantong apt. Ariyo Handono Putro menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, Ramadan merupakan momentum untuk mengontrol diri, termasuk dalam mengatur pola makan.
“Ramadan ini menurut saya adalah momentum untuk mengontrol nafsu. Walaupun makanan yang tersedia banyak dan enak, kita tetap harus mampu mengontrol diri agar puasa tetap sehat,” jelasnya.
Ia juga menyarankan pola konsumsi air putih dengan rumus 2-4-2 selama Ramadan yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.
“Kita tetap membutuhkan hidrasi yang cukup. Karena siang hari kita tidak bisa minum, maka kebutuhan cairan harus dipenuhi saat malam hari,” terang dia.
Selain itu, ia menyarankan agar berbuka dengan makanan ringan terlebih dahulu, seperti kurma, untuk mencegah risiko hipoglikemia.
“Kurma mengandung glukosa yang baik untuk mengembalikan energi. Konsumsi gula juga perlu secukupnya agar tidak berlebihan,” tambahnya.
Ariyo juga berpesan agar para santri tetap aktif selama Ramadan, termasuk berolahraga dengan porsi yang disesuaikan.
“Jangan jadikan Ramadan sebagai halangan untuk beraktivitas. Tetap beraktivitas dan olahraga, namun porsinya diatur serta diimbangi dengan asupan gizi dan pola tidur yang baik,” pesannya.
Ia berharap para santri dapat terus berkembang dan berkontribusi di berbagai bidang. “Santri tidak harus selalu menjadi kiai atau ustaz. Santri juga bisa menjadi dokter, apoteker, insinyur, dan profesi lainnya yang memberi manfaat bagi bangsa,” pungkasnya. (Syaiful/Yoyok)











