Terima Sespimti Polri di Grahadi, Gubernur Khofifah Paparkan Strategi Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional

- Publisher

Rabu, 15 April 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah saat menerima kunjungan Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Pendidikan Reguler (DIKREG) Polri ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Khofifah saat menerima kunjungan Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Pendidikan Reguler (DIKREG) Polri ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Surabaya  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membeberkan strategi dan kiat sukses yang membawa Jawa Timur menjadi provinsi  lumbung pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat menerima kunjungan Peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (SESPIMTI) Pendidikan Reguler (DIKREG) Polri ke-35 Tahun Anggaran 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan dalam rangka Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) tersebut menjadi forum strategis bagi para perwira menengah (Kombes) dan perwira tinggi (Brigjen) Polri untuk mempelajari langsung praktik kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang mendorong capaian kinerja Jawa Timur di berbagai sektor.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kunci keberhasilan Jawa Timur terletak pada sinergi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran strategis TNI-Polri dalam mendukung program pembangunan, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Apa yang kami lakukan sesungguhnya adalah sinergi dan kolaborasi antar semua elemen. Seperti ketahanan pangan, contohnya, ada kontribusi dari TNI-Polri yang memetakan luas tambah tanam, bagaimana irigasi-irigasi tersier bisa mempersambungkan sumber air dengan daerah-daerah yang memang membutuhkan irigasi, dan lain sebagainya,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026).

Khofifah menambahkan, posisi strategis Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” turut memperkuat peran provinsi ini dalam mendukung distribusi logistik nasional, khususnya ke wilayah Indonesia Timur.

“Ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, karena hampir 80% logistik Indonesia Timur disuplai dari Jawa Timur. Oleh karena itu, kami membutuhkan masukan dan rekomendasi untuk memperkuat sinergi agar lebih produktif dan maju,” lanjutnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur telah menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras terbesar secara nasional sejak 2020. Tak hanya itu, Jawa Timur juga berkontribusi hampir 30 persen dalam produksi jagung nasional.

BACA JUGA  DPD RI Lia Istifhama: Perpres 111/2025 Jadi Langkah Preventif Cegah Penyebaran LGBTQ

“Semuanya atas sinergi banyak pihak. Artinya memang Jawa Timur ini ruang berproses dan ruang bertumbuh. Ruang untuk memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Maka, apa yang sebetulnya bisa kita bangun kesinambungan dari pertemuan malam hari ini adalah bagaimana menularkan best practice ini,” jelasnya.

Diseminasi dan transformasi sebagai  best practice ini salah satunya dilakukan dengan Misi Dagang yang dilakukan Pemprov Jawa Timur ke berbagai daerah. Di mana, dirinya selalu menekankan pentingnya bertumbuh ,  berkembang  dan sejahtera bersama.

“Kami pernah membuatkan peta bahwa sesungguhnya dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, kita bisa swasembada daging. Jawa Timur kebetulan disupport oleh BBIB ( Balai Besar Inseminasi Buatan)  Kementan yang lokasinya di Singosari Malang ,” kata Khofifah.

“Di BBIB ini kami bisa mendapatkan pelatihan sangat banyak tentang pengawas kebuntingan untuk sapi dara bunting maupun petugas  inseminator buatan. Dulu ada sembilan gubernur yang saya minta mengirim tim supaya mereka di-training untuk belajar disini,” ungkapnya.

Jika berhasil, Jawa Timur dapat memenuhi kebutuhan MBG dan menjadi sumber income baru bagi masyarakat. Hal ini memungkinkan, terutama karena Jawa Timur memiliki peternakan seperti di Malang dan Blitar yang sapi-sapi perahnya sudah ada yang menghasilkan 50 liter per ekor setiap harinya.

“Kalau ini bisa menjadi bagian dari plan of action, pertemuan ini bisa dilanjutkan dengan kunjungan ke BBIB Singosari. Saya rasa ini akan menjadi penguat. Proses inseminasi buatan bisa dilihat hasilnya dalam 9 bulan. Dalam 2 tahun, sapi rata-rata sudah mencapai 600 kilogram,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Khofifah, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51–52% produksi gula nasional , jika program swasembada gula yang dijalankan Menteri Pertanian RI berjalan optimal maka Indonesia  punya potensi swasembada gula.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza

Di samping penguatan ketahanan pangan, Gubernur Khofifah menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus meningkatkan indeks pembangunan manusia. Hasilnya, selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA/SMK Jawa Timur menjadi yang tertinggi diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes, termasuk jalur reguler dan KIP Kuliah.

“Masyarakat Jawa Timur memiliki kemampuan inovasi yang tinggi, partisipatif, serta modern dan toleran. Kombinasi ini penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saya harap, kunjungan ini bisa menularkan hal-hal baik dan best practice di Jawa Timur,” pungkas Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Ketua Rombongan PKDN SESPIMTI Irjen Pol. Jawari mengatakan bahwa pihaknya datang untuk mengimplementasikan kompetensi leadership dan manajerial yang telah diperoleh secara teoritis di lembaga pendidikan. Jawa Timur secara khusus dinilai memiliki capaian yang sangat baik, khususnya dalam sektor ketahanan pangan yang berkontribusi signifikan terhadap nasional.

“Jadi, Jawa Timur ini layak menjadi lokasi pembelajaran bagi para calon pimpinan tinggi. Perlu kami laporkan kepada Ibu Gubernur bahwa teman-teman ini di lembaga pendidikan itu diberikan kemampuan kepemimpinan transformatif agar mampu menghadapi tantangan tugas ke depan. Sehingga melalui kedatangan ini mereka dapat melihat secara langsung sejauh mana implementasi di lapangan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil: SiLPA APBD Jatim 2025 Rp 3,38 Triliun Bukan karena Serapan Anggaran Rendah
Berhasil Turunkan Stunting Jadi 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia
Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Tingkatkan Layanan Publik
Gubernur Khofifah dan Menteri Haji Sambut Kepulangan Jamaah Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya
Akses Enam Gereja Terdampak CFD, Komisi A DPRD Sidoarjo Mediasi Dishub dan Jemaat
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Khofifah Ajak Polri Terus Tingkatkan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
Menteri PPPA dan Gubernur Khofifah Luncurkan PELITA ASN, Fokus Pendampingan Terintegrasi bagi ASN
Harganas 2026, Gubernur Khofifah Kampanyekan Kehadiran Ayah dalam Pengasuhan

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:01 WIB

Wagub Emil: SiLPA APBD Jatim 2025 Rp 3,38 Triliun Bukan karena Serapan Anggaran Rendah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:35 WIB

Berhasil Turunkan Stunting Jadi 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Tingkatkan Layanan Publik

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:01 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri Haji Sambut Kepulangan Jamaah Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:56 WIB

Akses Enam Gereja Terdampak CFD, Komisi A DPRD Sidoarjo Mediasi Dishub dan Jemaat

Berita Terbaru