Seleksi Calon Direksi Delta Tirta Jadi Sorotan, Komisi B DPRD Sidoarjo Minta Pansel Profesional dan Objektif

- Publisher

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto. (Foto: Syaiful/DigitalJatim)

Sidoarjo – Komisi B DPRD Sidoarjo memanggil Panitia Seleksi (Pansel) rekrutmen calon direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo dalam rapat hearing tertutup di ruang rapat Komisi B DPRD Sidoarjo, Kamis (11/6/2026).

Hearing tersebut dihadiri seluruh anggota Pansel yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati. Sementara rapat dipimpin Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto.

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto mengatakan, pemanggilan Pansel dilakukan untuk meminta penjelasan terkait proses seleksi tiga jabatan direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo yakni Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Pelayanan.

Menurutnya, Pansel harus bertanggung jawab secara hukum maupun moral dalam menjalankan tahapan seleksi.

“Hari ini, Komisi B memanggil pansel untuk memastikan mereka memiliki tanggung jawab hukum dan moral. Kami ingin proses seleksi berjalan adil, objektif, serta menghasilkan jajaran direksi yang profesional dan berintegritas,” kata Bambang kepada wartawan usai rapat tersebut.

Bambang mengungkapkan, dalam hearing tersebut Komisi B juga mengklarifikasi sejumlah aduan yang disampaikan peserta seleksi.

“Aduan itu di antaranya terkait dugaan perbedaan waktu pelaksanaan tes psikotes dan tes tulis, hingga dugaan kecurangan peserta saat mengikuti seleksi,” ungkapnya.

Menurut penjelasan Pansel, soal yang digunakan dalam tes tidak sama dan telah diacak sehingga tidak memungkinkan terjadinya kebocoran soal.

Selain itu, Pansel juga menyampaikan hasil penelusuran rekaman CCTV yang digunakan selama pelaksanaan seleksi.

“Tadi disampaikan bahwa dari hasil asesmen dan pengecekan CCTV tidak ditemukan gerakan-gerakan yang mencurigakan,” ujar Politisi Partai Gerindra itu.

Meski demikian, Bambang menegaskan Komisi B akan terus mengawal seluruh proses seleksi hingga tuntas. Komisi B DPRD Sidoarjo juga meminta Pansel tetap bekerja secara profesional dan tidak berpihak kepada calon tertentu.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza

“Pansel harus bebas dari konflik kepentingan serta menjamin proses seleksi berlangsung adil, transparan, dan objektif,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Komisi B juga mempertanyakan sejumlah aduan yang menyebut adanya peserta yang diduga tidak memenuhi kompetensi maupun diduga melakukan pelanggaran selama tahapan seleksi.

Namun, Bambang menegaskan seluruh laporan yang masuk masih berupa dugaan dan perlu diverifikasi lebih lanjut oleh Pansel.

“Semua aduan kami sampaikan kepada pansel untuk diklarifikasi. Penilaian dan pemberian skor tetap menjadi kewenangan pansel sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

Terkait dugaan kecurangan peserta yang disebut dalam laporan masyarakat, Bambang menyebut Pansel telah berkoordinasi dengan tim asesmen yang menangani proses seleksi.

Berdasarkan hasil pengecekan sementara, tidak ditemukan indikasi kerja sama maupun tindakan mencurigakan dalam rekaman CCTV.

Meski begitu, Komisi B meminta Pansel melakukan penelusuran lebih mendalam dengan memeriksa rekaman CCTV secara menyeluruh sejak awal hingga akhir pelaksanaan tes.

“Kalau diperlukan, nanti Komisi B akan melakukan rapat internal untuk menentukan langkah lanjutan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Sumber Berita: digitaljatim.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil: SiLPA APBD Jatim 2025 Rp 3,38 Triliun Bukan karena Serapan Anggaran Rendah
Berhasil Turunkan Stunting Jadi 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia
Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Tingkatkan Layanan Publik
Gubernur Khofifah dan Menteri Haji Sambut Kepulangan Jamaah Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya
Akses Enam Gereja Terdampak CFD, Komisi A DPRD Sidoarjo Mediasi Dishub dan Jemaat
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Khofifah Ajak Polri Terus Tingkatkan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
Menteri PPPA dan Gubernur Khofifah Luncurkan PELITA ASN, Fokus Pendampingan Terintegrasi bagi ASN
Harganas 2026, Gubernur Khofifah Kampanyekan Kehadiran Ayah dalam Pengasuhan

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:01 WIB

Wagub Emil: SiLPA APBD Jatim 2025 Rp 3,38 Triliun Bukan karena Serapan Anggaran Rendah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:35 WIB

Berhasil Turunkan Stunting Jadi 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Tingkatkan Layanan Publik

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:01 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri Haji Sambut Kepulangan Jamaah Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:56 WIB

Akses Enam Gereja Terdampak CFD, Komisi A DPRD Sidoarjo Mediasi Dishub dan Jemaat

Berita Terbaru