Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX, Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pusat-Daerah Wujudkan Asta Cita

- Publisher

Sabtu, 25 April 2026 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten/kota, serta pemerintah pusat dalam mewujudkan agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita.

Menurut Gubernur Khofifah, pemerintah daerah memiliki peran yang sangat krusial sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yaitu Dengan Otonomi Kita Mewujudkan Asta Cita.

“Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tahun ini tentu jadi momentum kita untuk memperkuat sinergitas, baik dengan Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Pusat, untuk mewujudkan Asta Cita,” tegasnya di Surabaya, Sabtu (25/4/2026).

Khofifah menegaskan bahwa Pemprov Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan desentralisasi yang selaras dengan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Maka, ini komitmen kami di Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang InsyaAllah akan selalu memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat desentralisasi yang sejalan dengan semangat NKRI,” lanjut Khofifah.

Peringatan Hari Otonomi Daerah sendiri diperingati setiap tanggal 25 April, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1996, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang efektif dan responsif.

Secara historis, Khofifah menjelaskan bahwa perjalanan otonomi daerah di Indonesia telah berlangsung panjang, dimulai sejak diberlakukannya Decentralisatie Wet pada Tahun 1903.

Setelah kemerdekaan, berbagai regulasi terus disempurnakan untuk memperkuat kewenangan daerah, di antaranya melalui Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1945, UU Nomor 22 Tahun 1948, UU Nomor 1 Tahun 1957, UU Nomor 18 Tahun 1965, UU Nomor 5 Tahun 1974, hingga UU Nomor 23 Tahun 2014.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan

“Esensi otonomi daerah telah melalui perjalanan panjang dan terus berkembang. Karena itu, momentum ini harus kita maknai sebagai refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah,” jelas Khofifah.

Dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menggelar upacara peringatan pada Senin, 27 April 2026, pukul 08.00 WIB di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik serta inovasi daerah yang berkelanjutan.

Ia berharap, semangat otonomi daerah dapat terus mendorong pemerataan pembangunan dan keadilan sosial di seluruh wilayah Indonesia.

“Hari Otonomi Daerah ini menjadi refleksi perjalanan panjang kebijakan desentralisasi di Indonesia. Prosesnya terus berkembang untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial. Kalau ini benar-benar tercapai, maka pembangunan nasional yang inklusif adalah sebuah keniscayaan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil: SiLPA APBD Jatim 2025 Rp 3,38 Triliun Bukan karena Serapan Anggaran Rendah
Berhasil Turunkan Stunting Jadi 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia
Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Tingkatkan Layanan Publik
Gubernur Khofifah dan Menteri Haji Sambut Kepulangan Jamaah Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya
Akses Enam Gereja Terdampak CFD, Komisi A DPRD Sidoarjo Mediasi Dishub dan Jemaat
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Gubernur Khofifah Ajak Polri Terus Tingkatkan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
Menteri PPPA dan Gubernur Khofifah Luncurkan PELITA ASN, Fokus Pendampingan Terintegrasi bagi ASN
Harganas 2026, Gubernur Khofifah Kampanyekan Kehadiran Ayah dalam Pengasuhan

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:01 WIB

Wagub Emil: SiLPA APBD Jatim 2025 Rp 3,38 Triliun Bukan karena Serapan Anggaran Rendah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:35 WIB

Berhasil Turunkan Stunting Jadi 14,7 Persen, Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Persatuan Ahli Gizi Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:07 WIB

Gubernur Khofifah Tutup PKN II Angkatan II 2026, Tekankan Kepemimpinan Adaptif untuk Tingkatkan Layanan Publik

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:01 WIB

Gubernur Khofifah dan Menteri Haji Sambut Kepulangan Jamaah Kloter Terakhir Debarkasi Surabaya

Kamis, 2 Juli 2026 - 00:56 WIB

Akses Enam Gereja Terdampak CFD, Komisi A DPRD Sidoarjo Mediasi Dishub dan Jemaat

Berita Terbaru