Surabaya – Klub Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya (Persas) kembali menggelar latihan perdana jelang turnamen Piala Menpora 2026. Latihan ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Universitas PGRI Adi Buana (UNIPA) Surabaya, Minggu (12/4/2026) sore.
Seluruh pemain dan pelatih tampak antusias mengikuti sesi latihan perdana. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan juga terasa karena kegiatan ini dirangkai dengan momen halal bihalal di bulan Syawal ini.
Kapten Persas Surabaya Kusnul Yakin mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kembali semangat tim usai libur Ramadan dan Idul Fitri. Menurutnya, halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarpemain dan pelatih.
“Masih dalam suasana Syawal, jadi kami manfaatkan untuk halal bihalal. Alhamdulillah kondisi teman-teman fit dan penuh semangat. Ini menjadi modal penting untuk latihan ke depan,” ujar Kusnul.
Ia menjelaskan, Persas Surabaya mulai meningkatkan intensitas latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Piala Menpora 2026. Jika sebelumnya latihan hanya dilakukan sekali dalam sepekan, kini ditambah menjadi beberapa kali dalam seminggu.
“Kami tingkatkan intensitas latihan untuk menjaga kondisi fisik dan mental pemain. Selain itu juga untuk memperkuat kekompakan tim dan pelatih,” jelas Kusnul.
Kusnul menegaskan, seluruh pemain berkomitmen memberikan performa terbaik di ajang tersebut. Ia optimistis Persas mampu bersaing dan membawa nama baik Kota Surabaya maupun Provinsi Jawa Timur.
“Kami siap menunjukkan kemampuan terbaik di Piala Menpora 2026 nantinya. Semoga bisa meraih hasil maksimal. Aamiin,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kusnul juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga, agar Persas Surabaya dapat berkembang lebih baik.
“Kami berharap ada dukungan, baik moril maupun materiil, agar kami bisa terus berkembang dan berprestasi,” imbuhnya.
Selain fokus pada latihan, Persas juga berupaya meningkatkan eksistensi dengan berlatih di berbagai lokasi. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan sepak bola amputasi kepada masyarakat luas.
“Dengan berpindah lokasi latihan, masyarakat jadi tahu bahwa ada komunitas sepak bola disabilitas yang aktif di Surabaya. Bahkan hari ini ada anggota baru dari Ponorogo yang bergabung,” ungkap Kusnul.
Persas pun membuka kesempatan bagi penyandang amputasi maupun individu dengan kelainan sejak lahir untuk bergabung. Anggota tim berasal dari berbagai latar belakang usia.
“Kami terbuka untuk siapa saja. Sepak bola amputasi ini bukan hanya tentang keterbatasan, tetapi juga tentang semangat dan kekuatan,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











