Kebijakan Baru Prabowo soal Ekspor SDA Diperdebatkan, BUMN Jadi Sorotan

- Publisher

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidoarjo – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) memantik perdebatan publik. Respons pro dan kontra bermunculan di media sosial, terutama dari pelaku usaha dan pekerja sektor pertambangan.

Perbincangan itu ramai dibahas dalam unggahan akun Instagram mediatambang.id. Salah satu komentar datang dari kader Partai Gerindra Sidoarjo sekaligus pengusaha, Irmawati melalui akun @irmawati.official.

“Pasar mungkin kaget di awal, tapi kalau tujuannya memperkuat devisa negara dan kedaulatan ekonomi, tentu perlu kita kawal bersama agar implementasinya tetap sehat untuk investor dan rakyat,” tulis Irmawati, Rabu (20/5/2026).

Komentar tersebut langsung mendapat respons dari akun @lintaspertambangan27 yang menyoroti potensi dampak kebijakan terhadap kontrak bisnis perusahaan tambang besar.

“Masalahnya perusahaan besar macam Adaro, KPC, hingga Bayan menggunakan sistem kontrak dan punya anak usaha sendiri di sektor pelayaran. Kalau semuanya lewat BUMN, otomatis ada tambahan biaya dan kontrak harus dialihkan,” tulis akun tersebut.

Menanggapi hal itu, Irmawati menilai persoalan utama bukan sekadar devisa negara, melainkan kepastian mekanisme bisnis yang selama ini berjalan.

“Concern utamanya memang bukan sekadar devisa, tetapi mekanisme bisnis yang sudah berjalan lewat kontrak existing. Kalau skemanya berubah mendadak lewat satu pintu BUMN, tentu ada potensi penyesuaian biaya, kontrak, hingga kepercayaan market,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya masa transisi yang matang agar tujuan pemerintah tetap tercapai tanpa mengganggu iklim usaha.

Di sisi lain, sejumlah warganet justru melontarkan kritik tajam terhadap kinerja perusahaan pelat merah.

“BUMN saja kerjaannya dan ratingnya dibenerin dulu, yang ada amburadul mau nambah job lagi,” tulis akun @onielo_fauzin.

Komentar senada juga disampaikan akun @mrx.gm.

BACA JUGA  Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya

“Sehebat apa BUMN? Yang ada minus terus,” tulisnya.

Menanggapi kritik tersebut, Irmawati menyebut tantangan terbesar pemerintah saat ini adalah membangun kepercayaan pasar.

“PR terbesar sekarang memang membangun trust market dan pembuktian tata kelola yang makin baik. Karena pelaku usaha pasti melihat efektivitas dan transparansi dalam jangka panjang,” katanya.

Perdebatan juga mengarah pada proses penyusunan regulasi yang dinilai minim melibatkan pelaku industri.

Akun @lintaspertambangan27 mengaku para pekerja lapangan berharap pemerintah membuka ruang diskusi sebelum menerbitkan aturan baru.

“Kami paham negara lagi tertekan sekarang, tapi negara juga harus paham nasib pekerja lapangan. Yang bikin jengkel, aturan dibuat mendadak tanpa melibatkan kami untuk diskusi,” tulisnya.

Sementara itu, Irmawati mengajak seluruh pelaku usaha tetap optimistis menghadapi perubahan kebijakan.

“Semoga setiap kebijakan ke depan bisa membawa kebaikan bagi negara, industri, dan masyarakat,” pungkasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muktamar ke-35 NU Digelar di Tambakberas Jombang, Senator Lia Istifhama: Kembalikan Ruh Perjuangan Muassis
Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza
Komite III DPD RI Apresiasi Kemenhaj atas Pelaksanaan Haji 2026, Senator Jatim Lia Istifhama Sampaikan Sejumlah Catatan
Bakornas Lapenmi PB HMI Kolaborasi dengan DPD RI Lia Istifhama Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan
Jatim Raih Penghargaan KPK RI, Gubernur Khofifah Sebut Bukti Komitmen Bangun ASN Berintegritas
Alumni Ansor Dukung Reshuffle Pimpinan Pusat, Tegaskan Loyalitas ke Ketum Addin
Bunda PAUD Jatim Tekankan Kolaborasi dan Inovasi demi Wujudkan PAUD Berkualitas
Jatim Raih Penghargaan Kemendagri sebagai Pemda Terbaik Tekan Pengangguran, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:57 WIB

Muktamar ke-35 NU Digelar di Tambakberas Jombang, Senator Lia Istifhama: Kembalikan Ruh Perjuangan Muassis

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:17 WIB

Senator Lia Istifhama Bangga dengan Ratu Ayu Alina Mirza

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:19 WIB

Komite III DPD RI Apresiasi Kemenhaj atas Pelaksanaan Haji 2026, Senator Jatim Lia Istifhama Sampaikan Sejumlah Catatan

Senin, 29 Juni 2026 - 22:28 WIB

Bakornas Lapenmi PB HMI Kolaborasi dengan DPD RI Lia Istifhama Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:26 WIB

Jatim Raih Penghargaan KPK RI, Gubernur Khofifah Sebut Bukti Komitmen Bangun ASN Berintegritas

Berita Terbaru