Harisandi DPRD Optimistis B50 Dongkrak Ekonomi, Jatim Layak Jadi Pusat Hilirisasi Bioenergi

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari. (dok. Istimewa)

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari. (dok. Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, R. Harisandi Savari, menyambut baik peresmian implementasi bahan bakar B50 oleh pemerintah sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, kebijakan penggunaan biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati tersebut tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka peluang besar bagi penguatan industri berbasis sawit dan perekonomian nasional.

“Kami menyambut baik peresmian program B50 sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan sawit serta memperkuat ekonomi nasional,” ujar Harisandi, Selasa (14/7/2026).

Legislator PKS itu menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis untuk memperoleh manfaat lebih besar dari implementasi program B50. Dengan kekuatan sektor industri, kawasan pelabuhan, dan jaringan logistik yang dimiliki, Jawa Timur dinilai berpeluang menjadi salah satu motor pengembangan industri bioenergi nasional.

Karena itu, Harisandi mendorong pemerintah pusat agar tidak hanya menjadikan Jawa Timur sebagai wilayah distribusi atau pasar konsumsi biodiesel, tetapi juga sebagai pusat pengembangan industri hilir bioenergi.

“Bagi Jawa Timur, kami berharap kebijakan ini mampu memberikan multiplier effect terhadap sektor industri, logistik, dan pelabuhan. Selain itu, pemerintah pusat juga perlu mendorong agar Jawa Timur memperoleh manfaat ekonomi melalui penguatan industri hilir bioenergi, bukan hanya menjadi pasar konsumsi,” katanya.

Sebagai anggota Komisi D DPRD Jawa Timur yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, Harisandi juga mengingatkan bahwa keberhasilan program B50 sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan. Pemerintah harus memastikan kesiapan rantai pasok, kualitas produk, hingga distribusi agar masyarakat tidak mengalami dampak negatif.

“Yang lebih penting adalah bagaimana memastikan implementasinya berjalan baik di lapangan. Pemerintah harus menjamin pasokan biodiesel tetap tersedia, kualitas BBM terjaga, serta tidak menimbulkan gejolak harga maupun gangguan distribusi, khususnya di daerah,” tegasnya.

Harisandi berharap implementasi B50 tidak hanya menjadi kebijakan transisi energi, tetapi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat ketahanan energi nasional, serta menghadirkan manfaat nyata bagi daerah, termasuk Jawa Timur

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang
EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun
FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah
Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun
Berawal dari Bantuan Pokir, Vike Dorong Telur Omega 3 Sukodono Tembus Pasar Retail
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Bahan Pokok Terjangkau untuk Warga
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:49 WIB

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas

Rabu, 30 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah

Minggu, 27 September 2026 - 18:13 WIB

Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp