Gubernur Khofifah Genjot Pasar Murah ke-23, Warga Singosari Serbu Sembako Murah

- Publisher

Senin, 23 Februari 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah titik ke-23 di Taman Pelangi, Desa Dengkol, Kec Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah titik ke-23 di Taman Pelangi, Desa Dengkol, Kec Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah titik ke-23 di Taman Pelangi, Desa Dengkol, Kec Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (22/2/2026).

Pasar Murah ini merupakan bagian dari langkah konkret yang dilakukan Gubernur Khofidah untuk mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

Lebih lanjut, pasar murah juga menjadi salah satu instrumen intervensi Pemprov Jatim untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat hari besar keagamaan.

“Ramadan menjelang lebaran ada kecenderungan peningkatan kebutuhan logistik di masing-masing keluarga. Harapan kita semua bisa membantu pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat,” ujar Gubernur Khofifah usai meninjau Pasar Murah.

Berbagai komoditas strategis dijual dengan harga di bawah harga pasar. Antara lain, beras premium dijual Rp14.000 per kg, beras medium Rp11.000 per kg, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000 per kg, gula pasir Rp14.000 per kg, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.

Gubernur Khofifah menjelaskan, selisih harga tersebut cukup signifikan dibandingkan harga di pasar tradisional. Sebagai contoh, harga daging ayam di pasar tradisional berkisar Rp41.000–42.000 per kilogram, sedangkan di pasar murah dijual Rp30.000 per kemasan.

Lebih lanjut, gula pasir yang di pasar tradisional mencapai Rp17.000 per kilogram, di pasar murah dijual Rp14.000 per kilogram. Sementara Minyakita dijual Rp13.000 per liter, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp16.800.

“Kita juga melihat ada dinamika harga di pasar tradisional maka kalau harga ayam di pasar tradisional Rp41.000 per kg sampai Rp42.000 per kg, di sini dijual Rp30.000 per kg. InsyaAllah menjadi sangat membantu pemenuhan kebutuhan protein masyarakat, lalu ada gula di pasar tradisional Rp17.000 per kg, di pasar murah Rp14.000 per kg, MinyaKita di pasar murah Rp13.000 per liter, Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp16.800 per liter,” jelasnya.

BACA JUGA  Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya

Ia menambahkan, lokasi Pasar Murah sengaja ditempatkan di dekat permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Strategi tersebut dilakukan agar tidak mengganggu aktivitas pedagang sekaligus memastikan bantuan harga lebih tepat menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Selain itu, Pasar Murah bagian dari komplementaritas yang sudah dilakukan kabupaten maupun kota, maka Pemprov Jatim memberi komplementaritas supaya semakin banyak yang bisa kita cover,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada lansia dan membagikan telur kepada ibu-ibu yang membawa anak sebagai bentuk perhatian terhadap pemenuhan gizi keluarga. Ia juga memborong produk makanan, minuman, serta kerajinan pelaku UMKM yang turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebagai dukungan terhadap ekonomi lokal.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Salah satu warga, Nanik, mengaku sangat terbantu dengan adanya Pasar Murah, terutama di Bulan Ramadhan. Ia menyebut harga beras dan telur jauh lebih hemat dibandingkan di pasar tradisional.

“Beras di sini Rp55 ribu per kemasan, di pasar Rp 60 ribu. Telur di pasar Rp30 ribu, di sini Rp22 ribu. Sangat menghemat,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp 1 Triliun Saat Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau
Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya
Wagub Emil Ungkap Penyebab Harga Telur Anjlok, Bukan Semata Ulah Middleman
Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan
Bank UMKM Jatim Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Bersama Bank Jatim dan Jamkrida
Wapres Gibran Beri Apresiasi untuk Gubernur Khofifah, Jatim Lampaui Pertumbuhan Nasional dan Pimpin Produksi Padi
Wabup Mimik Ajak HIPMI Perkuat Kolaborasi, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sidoarjo
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Tanam Tebu Serentak di Malang, Targetkan 54.897 Hektar Bongkar Ratoon 2026

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:45 WIB

Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp 1 Triliun Saat Pimpin Misi Dagang Jatim-Riau

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:31 WIB

Gekrafs Surabaya Perkuat Literasi Hukum, Pelaku Ekonomi Kreatif Diminta Tak Takut Berkarya

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:29 WIB

Wagub Emil Ungkap Penyebab Harga Telur Anjlok, Bukan Semata Ulah Middleman

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:15 WIB

Gubernur Khofifah Perkuat Pengendalian Inflasi Lewat Pasar Murah dan Dorong UMKM di Desa Bulukandang Pasuruan

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:23 WIB

Bank UMKM Jatim Perkuat Ekosistem Pembiayaan UMKM Bersama Bank Jatim dan Jamkrida

Berita Terbaru