Lucas Abdul Ardiansyah Soroti Lonjakan Perceraian Gen Z di Surabaya, Pinjol hingga Judol Jadi Pemicu

- Publisher

Senin, 13 April 2026 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Advokat Lucas Abdul Ardiansyah, S.H., M.H. (Foto: Istimewa)

Advokat Lucas Abdul Ardiansyah, S.H., M.H. (Foto: Istimewa)

Surabaya – Angka perceraian pasangan suami dan istri di kota Surabaya menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini didominasi pasangan usia muda, khususnya generasi Z (GenZi) dengan berbagai faktor pemicu mulai dari persoalan kebutuhan ekonomi keluarga, pinjaman online (pinjol), hingga judi online (judol).

Mayoritas gugatan cerai diajukan oleh pihak istri. Alasannya, suami dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan nafkah keluarga. Selain itu, faktor ketidaksiapan mental dalam menjalani rumah tangga juga menjadi pemicu yang kian kompleks.

Advokat Lucas Abdul Ardiansyah, S.H., M.H mengatakan bahwa ada sejumlah persoalan klasik yang kerap muncul dalam perkara perceraian. Diantaranya adalah utang piutang terutama platform pinjol, kecanduan judol , penyalahgunaan narkoba, hingga kehadiran pihak ketiga (pelakor) dalam rumah tangga.

“Banyak perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Kota Surabaya itu didominasi kalangan anak muda. Salah satunya GenZi mendominasi, meski dari usia lansia juga tetap ada,” ujar Lucas kepada wartawan Digitaljatim.com di Surabaya, Senin (13/4/2026).

Menurut Lucas, fenomena ini patut menjadi perhatian serius. Sebab, perceraian tidak hanya berdampak pada pasangan saja, tetapi juga memberikan efek psikologis terhadap anaknya.

“Anak akan terbebani secara mental, mulai dari kondisi keluarga hingga terganggu proses pendidikannya,” ujarnya.

Lucas menyebut, dari kasus yang ia tangani, sekitar 60-70 persen gugatan perceraian berasal dari kalangan GenZi. Ia pun menjelaskan bahwa faktor ekonomi menjadi alasan utama, terutama bagi pasangan yang menikah di usia muda.

“Banyak dari mereka menikag saat masih kuliah atau bahkan masih sekolah. Secara keuangan dan mental, mereka belum siap,” jelas Lucas.

Lucas menilai ketidaksiapan tersebut diperparah dengan minimnya pemahaman hukum serta kurangnya edukasi terkait pernikahan.

BACA JUGA  Resmikan Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya, Gubernur Khofifah: Bukti Kuatnya Peran Alumni

“Meski program sosialisasi dari pemerintah, seperti Kementerian Agama sinilah sudah baik, namun masih perlu diperluas jangkauannya,” imbuhnya.

Ia juga mendorong adanya langkah kongkret dari pemerintah, khususnya DPRD Jawa Timur untuk merumuskan regulasi terkait pembatasan usia pernikahan dunia. Lucas menilai pentingnya untuk menekan angka perceraian di masa mendatang.

“Perlu adanya aturan yang lebih tegas, agar generasi muda terutama anak GenZi tidak terburu-buru menikah tanpa kesiapan yang matang, baik secara mental maupun keuangan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jemaah Haji Kloter I Tiba di Surabaya, Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi Seamless Process Corridor
Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Jatim, Gubernur Khofifah Ingatkan Pentingnya Memuliakan Lansia
Wabup Mimik Bagikan 4 Ribu Paket Daging Kurban, Warga Candi Kebagian Berkah Idul Adha
Wujud Kepedulian Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan BLT DBHCHT Rp 901 Juta untuk Buruh Rokok
RPH Surabaya Terapkan Standar Higienis untuk Pemotongan Hewan Kurban Iduladha 2026
Jelang Idul Adha, Gubernur Khofifah Cek Langsung Kesehatan Sapi Kurban di Bojonegoro
Gandeng DKPP, BRIDA Surabaya Fokus Kembangkan Silvofishery untuk Kawasan Tambak
Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan, Pastikan Stok Hewan Kurban Jatim Aman Jelang Idul Adha

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:06 WIB

Jemaah Haji Kloter I Tiba di Surabaya, Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi Seamless Process Corridor

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:11 WIB

Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Jatim, Gubernur Khofifah Ingatkan Pentingnya Memuliakan Lansia

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:31 WIB

Wabup Mimik Bagikan 4 Ribu Paket Daging Kurban, Warga Candi Kebagian Berkah Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:32 WIB

Wujud Kepedulian Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan BLT DBHCHT Rp 901 Juta untuk Buruh Rokok

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:25 WIB

RPH Surabaya Terapkan Standar Higienis untuk Pemotongan Hewan Kurban Iduladha 2026

Berita Terbaru

Semangat belajar dan berbagi ide baru terasa begitu hangat dalam kegiatan bertajuk Nobar Canva yang diselenggarakan oleh Canva Community di Cafe and Resto Ningrat, Jalan Kedung Sari No.10, Mergelo, Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. (Foto: Istimewa)

Citizen Reporter

Nobar Canva Penuh Inspirasi Baru

Senin, 1 Jun 2026 - 21:45 WIB