Sidoarjo – Tim Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sidoarjo memastikan kesiapan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2026. Monitoring dilakukan di Balai Desa Rejeni, Kecamatan Krembung, Selasa (14/4/2026) siang.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran tahapan Pilkades, khususnya terkait jumlah bakal calon kepala desa (bacalon) yang mendaftar hingga batas akhir pendaftaran tahap ketiga.
Kepala Dinas PMD Sidoarjo, Probo Agus Sunarno mengungkapkan dari total 80 desa yang akan menggelar Pilkades tahun ini, masih terdapat dua desa yang sempat mengalami kekurangan jumlah bacalon yakni Desa Balongdowo dan Desa Rejeni.
“Pilkades ini tahapannya cukup kompleks. Besok merupakan hari terakhir pengumuman tahap tiga. Alhamdulillah sudah ada tambahan pendaftar. Kami minta panitia segera memeriksa kelengkapan berkas agar tidak ada kekurangan,” ujar Probo.
Ia menekankan pentingnya kelengkapan administrasi, mengingat batas waktu pendaftaran yang sudah di ujung tahapan.
“Kalau sampai ada syarat yang tidak lengkap dan calon dinyatakan gugur, maka tidak bisa mendaftar kembali karena sudah melewati batas waktu,” tegas Probo.
Khusus di Desa Rejeni, Probo memastikan minimal terdapat dua bacalon yang memenuhi syarat, yakni petahana dan satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang turut mendaftar.
“Petahana wajib mengajukan cuti selama tahapan Pilkades berlangsung. Sementara bacalon dari BPD harus mengundurkan diri dari jabatannya,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Fungsional dan Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Guruh Wahyo Prambowo turut memberikan pendampingan hukum. Ia pun mengingatkan adanya potensi pelanggaran, termasuk praktik politik uang.
“Pilkades memiliki potensi terjadinya money politics karena adanya kepentingan untuk meraih suara. Kami ingatkan agar tidak ada pemberian uang atau barang dalam proses ini,” kata Guruh.
Sementara itu, Panitia Pilkades Rejeni, Batu Dirgantara menyebut hingga H-2 penutupan pendaftaran tahap tiga, sudah ada tambahan satu pendaftar baru yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi.
Calon petahana, Afandi Achmad mengaku kembali maju karena ingin melanjutkan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga yang ingin mencalonkan diri.
“Ini jabatan politik, semua warga punya hak yang sama untuk maju. Saya persilakan siapa pun ikut mendaftar,” ujarnya.
Afandi menambahkan, fokus programnya tetap pada penguatan pendidikan wajib belajar 12 tahun serta pencegahan anak putus sekolah.
“Selain itu, kami juga akan melanjutkan program sosial melalui Badan Santunan Anak Yatim dan Duafa Al-Mutadho yang rutin membantu puluhan anak di desanya,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











