Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp7,6 Miliar di Gresik pada Amaliyah Ramadan ke-15

- Pewarta

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di titik ke-15 ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat Kabupaten Gresik di Pendopo Kabupaten Gresik. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Di titik ke-15 ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat Kabupaten Gresik di Pendopo Kabupaten Gresik. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gresik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melanjutkan rangkaian kegiatan Sapa Bansos Amaliyah Ramadan. Di titik ke-15 ini, Gubernur Khofifah menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat Kabupaten Gresik senilai Rp7.607.800.000 di Pendopo Kabupaten Gresik, Jumat (13/3/2026).

Bantuan tersebut berasal dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Jatim serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Bansos ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat rentan.

“Ini adalah Sapa Bansos Amaliyah Ramadan yang ke-15. Kita berharap seluruh proses distribusi bansos tepat sasaran dan tepat pemakaian. Ada bantuan yang diarahkan untuk penguatan modal usaha, tetapi ada juga yang bersifat charity bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).

Ia pun merinci berbagai jenis bantuan yang disalurkan. Pertama dari Dinas Sosial Jatim sebesar Rp3.445.900.000, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim sebesar Rp736.900.000, bantuan keuangan desa sebesar Rp3.400.000.000 melalui sejumlah perangkat daerah, serta penyaluran melalui BUMD Jatim sebesar Rp25.000.000.

Bantuan dari Dinas Sosial Jatim mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp2.404.000.000 bagi 1.202 keluarga penerima manfaat, bantuan kemiskinan ekstrem sebesar Rp174.000.000 untuk 116 jiwa, serta bantuan sosial penyandang disabilitas (ASPD) sebesar Rp489.600.000 untuk 136 jiwa.

Selain itu, disalurkan pula bantuan KIP PPKS Jawara sebesar Rp3.000.000 untuk 1 penerima serta bantuan permakanan LKS LU sebesar Rp128.100.000 untuk 28 penerima.

Berikutnya disalurkan bantuan dukungan operasional dan tali asih bagi pilar-pilar sosial yang berperan langsung dalam pelayanan kesejahteraan masyarakat, meliputi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dengan total Rp247.200.000 untuk 118 penerima.

BACA JUGA  Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau

Sementara itu, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jatim, disalurkan bantuan penguatan BUMDes sebesar Rp400.000.000 untuk 4 desa, Program Desa Berdaya sebesar Rp200.000.000 untuk dua desa, Program Jatim Puspa sebesar Rp91.900.000 untuk satu desa, serta Bantuan Keuangan Khusus Kabupaten sebesar Rp45.000.000.

Selain itu, terdapat pula bantuan keuangan desa sebesar Rp3.400.000.000 yang disalurkan melalui beberapa perangkat daerah untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Rinciannya meliputi bantuan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kepada satu desa sebesar Rp150.000.000, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya kepada sembilan desa sebesar Rp1.600.000.000, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga kepada tiga desa sebesar Rp500.000.000, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kepada tujuh desa sebesar Rp1.150.000.000.

Untuk bantuan dari BUMD Jatim diberikan dalam bentuk zakat produktif senilai Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat sebagai upaya mendukung penguatan usaha ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, di kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga membagikan bantuan pembinaan jalan kabupaten berupa 250 drum aspal sebagai dukungan terhadap peningkatan infrastruktur jalan di daerah.

Berbagai bantuan yang disalurkan tersebut lanjut Khofifah, merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan Pemprov Jatim dalam memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi sekaligus mendorong peningkatan kemandirian dan ketahanan ekonomi keluarga penerima manfaat.

“Seluruh bantuan ini adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jawa Timur untuk memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengoptimalkan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, integrasi program antara provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci agar bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mampu menjadi pengungkit kemandirian serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Sukses Transformasi JConnect, Bank Jatim Raih Digital Innovation Award 2026

“Kita punya banyak program bantuan sosial yang bisa dikolaborasikan dengan kabupaten/kota. Ini penting agar bantuan tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga menjadi bantalan ekonomi sekaligus pengungkit bagi kemandirian serta ketahanan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas berbagai bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Gresik.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak hanya memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan, tetapi juga memberikan dorongan bagi penguatan ekonomi masyarakat serta pembangunan di tingkat desa.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Gubernur Khofifah atas perhatian dan dukungan yang luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Gresik. Bantuan ini sangat bermanfaat dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai program bantuan yang disalurkan Pemprov Jawa Timur tersebut, menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Gresik untuk diduplikasi dan dikembangkan lebih luas di tingkat desa.

“Program-program ini sangat baik. Bisa kami duplikat menjadi program Pemkab dan dibawakan hingga ke desa-desa. Delapan program ini yang menjadi harapan masyarakat Kabupaten Gresik,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau
Terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2026 Jadi Angin Segar bagi Relawan Bencana di Jatim
Penipu Gunakan Banyak Nomor, Advokat Muda Sidoarjo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya
Tiga Hari Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Isnaini
Tim SAR Temukan Mustofa 35 Kilometer dari Lokasi Tenggelam di Sungai Brantas
Momen Gubernur Khofifah Temani Sheikh Afeefuddin Al Jailani Silaturahmi ke Ponpes Zainul Hasan Genggong
BRI Kanca Krian Salurkan 17 Unit Komputer untuk Dukung Pendidikan di MI Ar-Rosyad Prambon
Raker TBM Gunungkidul Susun Program 2026-2031, Dorong Literasi hingga Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:39 WIB

Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:14 WIB

Terbitnya Perda Nomor 1 Tahun 2026 Jadi Angin Segar bagi Relawan Bencana di Jatim

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:10 WIB

Penipu Gunakan Banyak Nomor, Advokat Muda Sidoarjo Imbau Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:46 WIB

Tiga Hari Hilang di Sungai Brantas, Tim SAR Gabungan Akhirnya Temukan Isnaini

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:35 WIB

Tim SAR Temukan Mustofa 35 Kilometer dari Lokasi Tenggelam di Sungai Brantas

Berita Terbaru