Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 1447 H/2026 M. Rakor digelar di Ruang Satya Bina Karya (SBK), Senin (16/3/2026).
Rakor ini untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam mendukung kelancaran, keamanan, dan keselamatan masyarakat selama periode mudik. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Sekda, Forkopimda, serta OPD terkait.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan rakor ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi antarinstansi. Hal itu menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran.
“Rakor ini penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur, sehingga pengamanan arus mudik dan balik di Kabupaten Mojokerto berjalan optimal dan terkoordinasi,” ujar Gus Barra, dikutip dari laman resmi Diskominfo Kabupaten Mojokerto, Selasa (17/3/2026).
Ia menyebut, tradisi mudik akan mendorong lonjakan pergerakan masyarakat. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, arus mudik dan balik Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung pada 13-31 Maret, dengan puncak pada 15-27 Maret.
“Potensi pergerakan masyarakat secara nasional diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Ini akan berdampak pada peningkatan volume kendaraan dan kepadatan lalu lintas,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan persiapan matang oleh seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai wilayah strategis di Jawa Timur, Kabupaten Mojokerto menjadi jalur penghubung mobilitas antar daerah, seperti Surabaya, Pasuruan, hingga Malang Raya. Selain itu, Mojokerto juga memiliki sejumlah destinasi wisata dan pusat ekonomi yang ramai saat libur Lebaran.
Untuk itu, Gus Barraa menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur jalan. Saat ini, jaringan jalan di Mojokerto terdiri dari jalan nasional sepanjang 42,422 kilometer, jalan provinsi 73,110 kilometer, dan jalan kabupaten 1.166,393 kilometer.
Ia meminta seluruh rambu, marka, dan perlengkapan jalan dipastikan dalam kondisi baik. Perbaikan jalan rusak juga diminta segera dilakukan.
“Kerusakan jalan harus segera ditangani agar tidak mengganggu kelancaran dan keselamatan pemudik,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Mojokerto juga mengantisipasi lonjakan wisatawan di kawasan Pacet, Trawas, dan sekitarnya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, risiko kecelakaan, hingga penumpukan sampah.
Pemkab juga mewaspadai potensi bencana seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, angin kencang, dan pohon tumbang yang bisa mengganggu jalur mudik.
Di sisi lain, ketersediaan BBM dan bahan pokok turut menjadi perhatian. Saat ini terdapat 57 SPBU aktif di Mojokerto, terdiri dari 41 SPBU Pertamina, 8 Pertashop, dan 8 Indostation.
Sementara itu, layanan kesehatan disiagakan melalui 1 Public Safety Center (PSC), 12 rumah sakit, 27 puskesmas, dan 6 pos kesehatan selama masa Lebaran.
Di akhir, Gus Barraa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan mudik.
“Saya menyampaikan terima kasih atas kerja sama dan komitmen seluruh pihak dalam mendukung pengamanan arus mudik Lebaran 2026,” pungkasnya.
Editor : Yoyok











