Dari Kerja Biayai Skripsi hingga Raih Gelar Doktor, Lia Istifhama: Jangan Gengsi Kuliah di Indonesia

- Publisher

Jumat, 27 Februari 2026 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam acara Rapat Terbuka STAI Taruna Surabaya.(Foto : Istimewa).

Anggota DPD RI Lia Istifhama dalam acara Rapat Terbuka STAI Taruna Surabaya.(Foto : Istimewa).

Surabaya – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengaku bangga menuntaskan seluruh jenjang pendidikan tingginya di dalam negeri hingga meraih gelar doktor. Baginya, capaian akademik bukan perkara gengsi kuliah di luar negeri, melainkan soal proses, kemandirian, dan keberkahan dalam menuntut ilmu.

“Alhamdulillah, saya S1 di tiga kampus: IAIN, UNAIR, dan STID Taruna. Kalau dihitung, biaya per semester waktu itu tidak sampai Rp 1,5 juta,” ujarnya di Surabaya, Kamis (26/2/2026).

Dia merinci, biaya kuliah di IAIN sekitar Rp 450 ribu, di UNAIR Rp 750 ribu, dan di STID Taruna sekitar Rp 200 ribu per semester. Menurutnya, keterjangkauan tersebut menjadi bukti bahwa akses pendidikan tinggi di Indonesia terbuka luas bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh.

Lia menuturkan, saat menyusun skripsi dirinya bekerja untuk membiayai kuliah. Pengalaman itu menjadi tempaan karakter sekaligus melatih kemandirian sejak dini. “Waktu skripsi saya kerja untuk membiayai kuliah sendiri. Dari awal memang terbiasa mandiri,” tuturnya.

Pada jenjang magister (S2), dia mendapatkan beasiswa dalam negeri sehingga tidak mengeluarkan biaya pribadi. Adapun saat menempuh S3, Lia memperoleh bantuan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPP) selama satu tahun. Meski begitu, dia tetap merogoh kocek pribadi hingga belasan juta rupiah sampai merampungkan studi doktoral.

“Kalau ditotal, mungkin dana pribadi saya sekitar Rp 30 juta sampai doktoral. Artinya, pendidikan itu tidak harus mahal dan tidak perlu gengsi. Yang penting keberkahan dan kesungguhan,” tegasnya.

Menurut dia, pengalaman akademiknya membuktikan perguruan tinggi dalam negeri memiliki kualitas mumpuni dan mampu melahirkan tokoh bangsa. Keberhasilan, lanjutnya, tidak ditentukan lokasi studi, melainkan integritas, kerja keras, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

BACA JUGA  Pembubaran Program Korup dalam Perspektif Hannah Arendt

“Banyak alumni dalam negeri yang jadi tokoh nasional, pemimpin daerah, akademisi hebat. Tidak ada alasan untuk minder,” katanya.

Secara rasional, Lia menambahkan, sistem pendidikan nasional terus berkembang dengan dukungan akreditasi, penguatan riset, serta kolaborasi internasional. Hal itu memperkuat daya saing lulusan tanpa harus selalu menempuh pendidikan di luar negeri.

Bagi Lia, pendidikan adalah investasi karakter dan kompetensi. Dia berharap generasi muda tidak terjebak pada gengsi institusi, melainkan fokus meningkatkan kualitas diri dan memberi kontribusi terbaik bagi bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik
Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera
Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim
KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan
Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK
Gubernur Khofifah Tegaskan Peserta Lolos SPMB Jatim Wajib Daftar Ulang
Gubernur Khofifah Paparkan Transformasi Pendidikan dan Inovasi Jawa Timur di Hadapan Ratusan Dosen Muda Peserta Latsar CPNS
Soroti Usulan Motor Listrik untuk Guru Honorer, Puguh DPRD Minta Masalah Kesejahteraan Diselesaikan Lebih Dulu

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:56 WIB

Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:09 WIB

Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:53 WIB

KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan

Senin, 29 Juni 2026 - 15:21 WIB

Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB