Surabaya – Di tengah derasnya arus generasi Z (GenZi) yang berlomba menunjukkan eksistensi di ruang digital. Salah satunya adalah Cindy Tsalista Nurhaliza Cahyono muncul sebagai sosok muda dan cantik yang inspiratif.
Perempuan cantik kelahiran Kabupaten Jember, ini tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga tengah menempuh profesi sebagai dokter muda.
Sosok Cindy, anak ketiga dari empat bersaudara, menapaki dunia tarik suara sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Bakatnya terasah lewat berbagai lomba menyanyi yang diikuti sejak SD dan SMP. Ia juga aktif dalam kegiatan marching bane dan pernah meraih prestasi tingkat internasional sebagai mayoret.
“Perjalanan saya di dunia musik sudah sejak kecil. Dari SD dan SMP aktif ikut lomba menyanyi dan marching band. Saat itu pernah menjuarai tingkat internasional sebagai mayoret. Lalu, berlanjut hingga SMA, menjadi juara bintang Radio Indonesia,” kenang Cindy kepada digitalJatim, Rabu (25/2/2026) pagi.
Prestasi demi prestasi yang diraih, Cindy mengakui membentuk mental panggung dan rasa percaya diri.
“Alhamdulillah, cukup sering meraih juara. Dari situ mental dan kepercayaan diri saya terbentuk,” kata Cindy.
Meski menekuni dunia musik, Cindy tak meninggalkan pendidikan. Ia tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran dan kini menjalani masa koas (dokter muda). Bagi Cindy, menjalani pendidikan kedokteran bukan perkara mudah, terlebih saat masa preklinik hingga koas yang menuntut fokus dan waktu.
Namun demikian, kecintaannya pada musik tak pernah padam. Di sela kesibukan akademik, Cindy tetap tampil di berbagai acara kampus seperti sumpah dokter, wisuda, hingga pelantikan Rektor.
“Ketika masuk Fakultas Kedokteran, saya tidak meninggalkan dunia musik. Meski pendidikan kedokteran tidak mudah, saya tetap menyempatkan diri mengikuti lomba dan tampil di acara kampus,” katanya.
Tak hanya aktif di dunia musik dan akademik, Cindy juga terlibat dalam organisasi kampus seperti BEM yang membentuk kemampuan kepemimpinan dan komunikasi. Di luar kampus, ia bergabung dengan Tunas Indonesia Raya (TIDAR), sayap kepemudaan dari Partai Gerindra.
Di organisasi tersebut, Cindy berada di bidang pengembangan peranan perempuan. Ia mengaku banyak belajar tentang kepemimpinan, komunikasi publik, dan kontribusi nyata anak muda bagi masyarakat.
“Kebetulan Ketua TIDAR Jawa Timur saat ini adalah Bupati asal daerah saya yaitu Gus Muhammad Fawait. Itu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi tersendiri sebagai putri daerah Jember,” tutur Cindy.
Memasuki era industri digital yang kompetitif, Cindy menyadari pentingnya memiliki identitas yang kuat. Ia menjalani dunia medis, organisasi, dan musik secara bersamaan, yang menurutnya menjadi ciri khas perjalanan hidupnya.
Peran media sosial, kata Cindy, sangatlah besar dalam membangun personal branding. Ia rutin membagikan keseharian sebagai dokter muda, aktivis, sekaligus penyanyi.
“Media sosial bukan hanya tempat berbagi karya, tetapi ruang membangun personal branding. Audiensi bisa melihat proses, tanggung jawab, dan konsistensi yang saya jalani,” imbuhnya.
Dalam waktu dekat ini, Cindy akan merilis single perdananya berjudul “Pergi” pada bulan April 2026 mendatang. Cindy optimistis platform streaming digital mampu membantu distribusi karya tanpa batas wilayah.
Meski demikian, tantangan di era digital menurutnya tak ringan. Algoritma media sosial menuntut kreator untuk terus aktif dan relevan, sementara ia juga memiliki tanggung jawab akademik dan organisasi.
“Tantangan terbesarnya adalah konsistensi dan pengelolaan waktu. Viralitas sering jadi ukuran, padahal yang lebih penting adalah kualitas dan keberlanjutan karya,” ungkap Cindy.
Cindy mengaku lebih memilih menjaga kualitas dibanding sekadar mengejar kuantitas konten. Proses rekaman single ‘Pergi’ dilakukan dengan serius ditengah kesibukan pendidikan kedokteran.
Bagi Cindy, menjadi dokter merupakan amanah besar karena berkaitan dengan tanggung jawab terhadap nyawa seseorang. Sementara musik adalah passion yang membentuk jati dirinya.
“Saya ingin membuktikan bahwa prestasi akademik, organisasi, dan non akademik bisa berjalan beriringan dengan manajemen waktu yang baik, doa, dan dukungan orang tua,” tukasnya.
Dalam membangun kedekatan dengan penggemar ia memilih cara sederhana yaitu autentik dan jujur dalam berbagi proses. Cindy tidak hanya menampilkan hasil akhir, tetapi juga perjalanan dan nilai yang ia pegang.
“Saya berharap perjalanan ini bisa menginspirasi anak muda bahwa passion, tanggung jawab, dan kontribusi sosial bisa berjalan bersama jika dijalani dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat











