Blitar – Kontingen IBCA MMA Sidoarjo mencatat hasil positif pada Kejurprov IBCA MMA Jawa Timur Sirkuit 3 2026. Berlaga di GOR Soekarno Hatta, Kota Blitar, para petarung Sidoarjo berhasil meraih 29 medali.
Rinciannya, 12 medali emas, 12 perak, dan 5 perunggu. Kejuaraan tersebut digelar pada 18-20 September 2026 dan diikuti sekitar 550 atlet dari 28 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Sebagian besar medali emas Sidoarjo diraih dari nomor stand fight. Para atlet yang menjadi juara berasal dari kategori youth, junior, hingga senior.
Mereka di antaranya Ice Septian Aggreini, Stauban Mustofa, Sindy Brillian R.N, Saiful Rizal, Muhammad Adzriel Alatas, Moch Dwi Mirza Putra Y, Dimas Pratama Ramadhan, Muhammad Fiqih Nasikhudin, Lalu Muhammad Raka Gusti Pratama, Hyuga Luis Immanuel, Muchammad Farid Hidayatullah, dan Leviano Theophilus Kendek.
Ketua Umum KONI Sidoarjo M. Rafi Wibisono turut memberikan dukungan kepada kontingen Sidoarjo selama berlaga di Blitar. Dia menilai capaian tersebut menunjukkan hasil pembinaan atlet muda Sidoarjo mulai terlihat.
“Ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di Sidoarjo mulai menunjukkan hasil. Yang paling penting bukan hanya medali, tetapi bagaimana kita menyiapkan regenerasi atlet sejak usia muda,” kata Rafi dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Menurut Rafi, raihan medali di Kejurprov IBCA MMA Jatim harus menjadi motivasi bagi atlet dan pelatih untuk terus meningkatkan kemampuan. Terlebih, persaingan di tingkat Jawa Timur semakin ketat.
“Jangan cepat puas. Emas hari ini harus menjadi motivasi untuk latihan lebih keras. Kami di KONI akan terus memberikan dukungan agar atlet punya ruang untuk berkembang dan berprestasi,” ujarnya.
Rafi juga mengapresiasi peran pelatih, pengurus cabang olahraga, orang tua, serta pihak-pihak yang mendukung perjuangan para atlet.
“Ini kerja bersama. Ada atlet, pelatih, pengurus cabor, orang tua, dan semua pihak yang mendukung. Prestasi seperti ini harus kita jaga dan terus ditingkatkan,” katanya.
Kejurprov IBCA MMA Jatim Sirkuit 3 2026 menjadi salah satu ajang untuk mengukur kemampuan sekaligus hasil pembinaan atlet bela diri dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Rafi berharap prestasi tersebut tidak berhenti pada raihan medali. Menurutnya, konsistensi pembinaan, khususnya atlet usia muda, perlu terus dijaga sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai ajang olahraga berikutnya.
“Yang kita bangun bukan hanya juara untuk hari ini. Kita ingin punya atlet yang bisa berprestasi secara berkelanjutan dan membawa nama Sidoarjo di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Syaiful Hidayat