BBPMP Kawal Digitalisasi Pembelajaran

- Reporter

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Uzlifatul Rusydiana *)

Upaya percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi terus digencarkan di Kota Mojokerto. Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pendampingan pelaksanaan program digitalisasi pembelajaran pada Jumat hingga Sabtu (13–14/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 40 guru SD negeri dan swasta se-Kota Mojokerto, dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto sebagai panitia daerah.

Bertempat di Auditorium SMP Negeri 1 Kota Mojokerto yang beralamat di Jl. Gajah Mada No.143, Mergelo, Balongsari, Kecamatan Magersari, kegiatan dimulai sejak Jumat pagi pukul 07.00 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian materi dan praktik yang dirancang untuk memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di sekolah dasar.

Dua narasumber dari BBPMP Provinsi Jawa Timur hadir memberikan materi utama, yakni Luluk Khudaifah dan Aminullah. Luluk Khudaifah menyampaikan materi tentang penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) dalam pembelajaran, sedangkan Aminullah membahas penyusunan perencanaan pembelajaran berbasis digital. Selain itu, dua fasilitator daerah turut memberikan inspirasi, yaitu Yatik Hartini dengan materi penggunaan bahan ajar interaktif untuk digitalisasi pembelajaran serta Endang Soenarijati yang menyampaikan inspirasi asesmen dan perencanaan pembelajaran berbasis digital.

Dalam sesi praktik, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mencoba berbagai fitur pada PID. Luluk Khudaifah mengajak guru memanfaatkan papan tulis digital secara maksimal.

“Bapak Ibu bisa menggunakan fitur transkripsi untuk mengubah tulisan tangan menjadi huruf ketikan, menambahkan banyak penulis dalam satu layar, hingga berpindah ke halaman berikutnya dengan klik tanda plus di kanan bawah,” jelasnya.

Ia juga mendemonstrasikan fitur grafik pintar untuk menggambar bangun datar, memasukkan sumber dari web ke papan tulis, serta mengubah latar belakang melalui menu pengaturan.

Para peserta juga dikenalkan dengan berbagai aplikasi pendukung pembelajaran digital seperti Ruang Murid, Educaplay, dan Assemblr EDU. Suasana pelatihan makin hidup ketika para guru mencoba fitur gim edukatif. Yatik Hartini menegaskan pentingnya pembelajaran yang menyenangkan.

“Gurunya saja senang belajar sambil bermain lewat fitur gim di Ruang Murid, apalagi muridnya, pasti sangat senang,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Aminullah menekankan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak hanya soal alat, tetapi juga perencanaan yang matang. “Perencanaan pembelajaran berbasis digital harus disusun sistematis agar tujuan pembelajaran tetap tercapai, bukan sekadar menggunakan teknologi,” tegasnya.

Pada sesi berikutnya, Endang Soenarijati sebagai pemantik pemanfaatan TIK menyampaikan pentingnya asesmen berbasis digital. Ia memperkenalkan berbagai platform yang dapat dimanfaatkan guru untuk evaluasi pembelajaran, seperti Google Form, Quizizz, Kahoot!, Wordwall, Quizlet, dan Educandy.

“Dengan asesmen digital, guru bisa mendapatkan hasil secara cepat, akurat, dan menarik bagi siswa,” jelas Endang.

Selain asesmen, para peserta juga mendapatkan inspirasi aplikasi pembuat bahan ajar interaktif, antara lain Wayground, Nearpod, Canva, GeoGebra, Google Earth, Anatomy Learning, Topmark, dan PhET Interactive Simulation. Beragam aplikasi tersebut diharapkan dapat memperkaya kreativitas guru dalam menyusun materi ajar.

Hari kedua kegiatan tak kalah seru. Beberapa peserta diundi untuk praktik menjadi guru di depan dengan memanfaatkan PID, sementara peserta lainnya berperan sebagai murid. Simulasi ini memberi pengalaman nyata bagaimana mengelola kelas berbasis digital. Tawa dan tepuk tangan mewarnai setiap sesi praktik, menciptakan suasana belajar yang kolaboratif.

Salah satu peserta, Anik Sriwahyuni dari SDN Wates 6, tampil memukau saat memanfaatkan Assemblr EDU untuk menampilkan objek 3D organ pernapasan. “Dengan tampilan 3D seperti ini, siswa pasti lebih mudah memahami materi. Saya akan menerapkannya di kelas,” ungkapnya penuh semangat.

Di akhir kegiatan, Luluk Khudaifah berpesan agar praktik baik yang telah diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan. “Silakan Bapak Ibu berbagi praktik baik pemanfaatan PID di media sosial masing-masing agar dampaknya bisa lebih luas,” pesannya.

Senada dengan itu, Aminullah berharap kegiatan ini menjadi langkah awal perubahan di sekolah. “Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi benar-benar dipraktikkan dan diimbaskan di sekolah masing-masing. Tiga peserta juga diharapkan mengimbaskan ke satu sekolah lain sebagai bagian dari rencana tindak lanjut,” ungkapnya.

Pendampingan ini menjadi bukti komitmen BBPMP dalam mengawal digitalisasi pembelajaran agar tidak sekadar menjadi program, tetapi benar-benar terimplementasi di kelas. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para guru Mojokerto siap melangkah menuju pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

*) Uzlifatul Rusydiana, penulis adalah Guru di SDN Prajuritkulon 2 Kota Mojokerto, uzlifahirdana@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sagarling, Olahraga Murah dan Sehat
Dari Kolam ke Pesantren, Entok Jumbo Mulai Dilirik Santri
Dari Pesantren ke Marketplace, Santri Ujungpangkah dan Manyar Belajar Bisnis Digital
Sinergi UNESA dan PGN SAKA Bekali Santri Ujungpangkah Jadi Santripreneur Goes Digital

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:55 WIB

Sagarling, Olahraga Murah dan Sehat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:46 WIB

BBPMP Kawal Digitalisasi Pembelajaran

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:17 WIB

Dari Kolam ke Pesantren, Entok Jumbo Mulai Dilirik Santri

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:12 WIB

Dari Pesantren ke Marketplace, Santri Ujungpangkah dan Manyar Belajar Bisnis Digital

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:55 WIB

Sinergi UNESA dan PGN SAKA Bekali Santri Ujungpangkah Jadi Santripreneur Goes Digital

Berita Terbaru