Peternak Telur Ayam Negeri Omega 3 Sidoarjo Keluhkan Harga Pakan Naik, KDMP Diyakini Dongkrak Penjualan

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil Telur Ayam Negeri Omega 3, Bogem, Kebongagung, Sidoarjo. (dok.Istimewa)

Hasil Telur Ayam Negeri Omega 3, Bogem, Kebongagung, Sidoarjo. (dok.Istimewa)

Sidoarjo – Penurunan harga telur ayam dalam beberapa waktu terakhir menjadi pukulan bagi para peternak. Harga jual telur yang terus melemah dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat, terutama harga pakan.

Kondisi tersebut dirasakan pemilik peternakan telur ayam negeri omega 3 di Jalan Bogem RT 05 RW 02, Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Lukman Eko Budianto. Menurutnya, biaya pakan menjadi beban terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur yang dikelolanya.

Lukman mengungkapkan, usaha peternakan tersebut berawal dari bantuan dana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Sidoarjo yang disertai pelatihan budidaya ayam petelur. Dari pengalaman itu, ia kemudian mengembangkan usaha telur ayam negeri omega 3 dengan menerapkan pola pakan khusus.

“Ayamnya sebenarnya sama seperti ayam petelur pada umumnya. Yang membedakan adalah pola pakannya. Kami menambahkan premiks khusus omega 3 serta sayuran agar menghasilkan telur yang lebih berkualitas,” ujar Lukman saat ditemui di peternakannya Kebongagung, Sidoarjo, Selasa (21/7/2026).

Namun, kata dia, peningkatan kualitas produk juga diikuti kenaikan biaya produksi.

“Kesulitan terbesar sekarang ada di biaya pakan. Harga pakan terus naik. Satu sak pakan sekarang sekitar Rp375 ribu. Itu belum termasuk biaya premiks omega-3 dan perawatan ayam,” kata Lukman.

Lukman menjelaskan, telur ayam negeri omega 3 yang diproduksinya dipasarkan dengan harga Rp2.000 per butir. Sementara kemasan isi 10 butir dijual Rp20.000 dan kemasan isi enam butir dijual Rp12.000.

Ia menilai harga telur ayam negeri omega-3 relatif lebih stabil dibanding telur ayam ras yang dijual berdasarkan kilogram. “Saat ini, harga telur ayam ras di tingkat peternak berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram, sedangkan biaya produksi terus mengalami kenaikan,” jelasnya.

BACA JUGA  Pedalindo Rayakan HUT ke-11 di Sidoarjo, Targetkan Pedagang Jalanan Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Untuk pemasaran, Lukman mengaku masih mengandalkan jaringan pertemanan. Produknya belum masuk ke jaringan Koperasi Desa (Kopdes) maupun program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sementara ini masih dari teman ke teman. Belum masuk ke Kopdes atau MBG karena usaha kami masih skala rumahan,” imbuhnya.

Saat ini, peternakan miliknya memiliki sekitar 71 ekor ayam petelur produktif, dengan kapasitas kandang yang mampu menampung hingga 600 ekor apabila usaha dikembangkan.

Selain persoalan biaya produksi, peternak juga menghadapi tantangan saat terjadi pergantian musim. Perubahan cuaca kerap memicu gangguan kesehatan pada ayam sehingga membutuhkan penanganan khusus.

“Kalau ada ayam yang sakit langsung dipisahkan, diobati sekitar tiga sampai empat hari. Kalau sudah sembuh baru dikembalikan ke kandang. Biosekuriti juga kami jaga dengan penyemprotan disinfektan setiap dua hari sekali agar tidak membawa virus,” katanya.

Pemilik peternak ayam telur ini menyambut baik program ketahanan pangan yang digagas pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut berpotensi membuka lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat sektor pertanian dan peternakan di desa.

Lukman juga menaruh harapan besar terhadap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pusat distribusi hasil produksi masyarakat.

“Kalau Kopdes bisa menyerap hasil produksi peternak, kami tidak lagi kesulitan memasarkan telur. Selain itu, pakan dan kebutuhan peternak juga bisa disalurkan melalui Kopdes sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek,” tuturnya.

Menurut Lukman, keberadaan KDMP tidak akan mengganggu minimarket modern karena memiliki segmen yang berbeda. Ia menilai KDMP lebih difokuskan untuk menjual barang subsidi serta produk-produk unggulan desa.

“Harapan saya ke depan, semua hasil produksi peternak bisa ditampung KDMP. Dengan begitu peternak tinggal fokus meningkatkan produksi tanpa khawatir soal pemasaran,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungi Urban Farming Bangkalan, Ning Lia: Bupati Lukman Berhasil Jadikan Pertanian Motor Ekonomi
Wagub Emil Dampingi Menpar Buka JFC 2026, Ajak Jadikan Kreativitas Kekuatan Ekonomi Jawa Timur
Pedalindo Rayakan HUT ke-11 di Sidoarjo, Targetkan Pedagang Jalanan Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Hong Kong, Transaksi Tembus Rp12,038 Triliun
Gubernur Khofifah Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Perkuat Koperasi dan UMKM sebagai Motor Ekonomi Rakyat
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Pamekasan, Jaga Harga Bahan Pokok dan Perkuat Daya Beli Warga
Karya Disabilitas Unjuk Gigi, Kodifa Jawara Ramaikan Koperasi Explore 2026 dengan Batik Ciprat dan SATSET Bersih
Harga Daging Sapi Melonjak, Khusnul DPRD Jatim Desak Pemprov Selamatkan Populasi Sapi
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:56 WIB

Kunjungi Urban Farming Bangkalan, Ning Lia: Bupati Lukman Berhasil Jadikan Pertanian Motor Ekonomi

Senin, 27 Juli 2026 - 02:47 WIB

Wagub Emil Dampingi Menpar Buka JFC 2026, Ajak Jadikan Kreativitas Kekuatan Ekonomi Jawa Timur

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:47 WIB

Pedalindo Rayakan HUT ke-11 di Sidoarjo, Targetkan Pedagang Jalanan Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:03 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Hong Kong, Transaksi Tembus Rp12,038 Triliun

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:06 WIB

Gubernur Khofifah Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Perkuat Koperasi dan UMKM sebagai Motor Ekonomi Rakyat

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp