Harga Daging Sapi Melonjak, Khusnul DPRD Jatim Desak Pemprov Selamatkan Populasi Sapi

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Khusnul Khuluk. (dok. Istimewa)

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Khusnul Khuluk. (dok. Istimewa)

Surabaya – Kenaikan harga daging sapi di sejumlah daerah, termasuk di Pasar Baru Porong, Kabupaten Sidoarjo, menjadi perhatian Komisi B DPRD Jawa Timur. 

Lonjakan harga dinilai bukan sekadar dipengaruhi persoalan distribusi, melainkan juga akibat menurunnya populasi sapi sehingga berpotensi berlangsung dalam waktu cukup lama.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Khusnul Khuluk, mengatakan para pedagang di Pasar Baru Porong mengeluhkan harga daging sapi yang terus merangkak naik dalam dua pekan hingga satu bulan terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya aktivitas jual beli.

“Sejumlah pedagang di Pasar Baru Porong mengeluhkan harga daging sapi yang terus merangkak naik dalam dua pekan hingga satu bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas jual beli menurun,” kata Khusnul, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, sebagian pedagang bahkan memilih mengurangi stok karena khawatir dagangan tidak habis terjual. Padahal, selepas Iduladha harga daging sapi umumnya mengalami penurunan seiring melimpahnya pasokan.

Khusnul mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari para peternak, harga sapi bakalan maupun anak sapi (pedet) saat ini sudah tinggi, sementara jumlahnya terbatas.

“Dari hasil komunikasi dengan beberapa peternak, mereka memprediksi kenaikan harga ini akan bertahan cukup lama. Anak sapi atau pedet sekarang jumlahnya sangat terbatas dan harganya sudah mahal. Bahkan diperkirakan hingga satu tahun ke depan harga sapi masih tinggi, terlebih saat mendekati Iduladha tahun depan,” ujarnya.

Legislator PKS itu menilai pemerintah perlu melakukan kajian menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama menurunnya populasi sapi, apakah dipicu tingginya permintaan, berkurangnya jumlah ternak, atau faktor lain.

“Kita memang masih perlu data yang lebih komprehensif. Tetapi fakta di lapangan yang disampaikan para peternak menunjukkan harga sapi di tingkat peternak memang sudah tinggi,” katanya.

BACA JUGA  Pedalindo Rayakan HUT ke-11 di Sidoarjo, Targetkan Pedagang Jalanan Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Sebagai langkah antisipasi, Khusnul meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menyusun strategi menjaga populasi sapi agar pasokan tetap terjaga dan harga daging tidak terus melonjak.

Salah satu upaya yang dinilai mendesak adalah memperkuat penegakan peraturan daerah tentang larangan pemotongan sapi betina produktif.

“Perda terkait larangan pemotongan sapi betina produktif harus benar-benar ditegakkan. Jangan sampai sapi yang masih produktif justru dipotong karena itu akan mengurangi populasi ternak dalam jangka panjang,” tegasnya.

Selain penegakan regulasi, Khusnul juga mengusulkan pemberian insentif kepada peternak yang memelihara sapi betina bunting guna mendorong peningkatan populasi sapi di Jawa Timur.

“Pemerintah juga bisa memberikan insentif kepada peternak yang memelihara sapi betina bunting. Dengan begitu masyarakat terdorong mempertahankan indukan sapi untuk berkembang biak. Kalau dibiarkan seperti sekarang, peternak cenderung memilih memelihara sapi jantan untuk penggemukan karena lebih cepat menghasilkan keuntungan,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar populasi sapi tetap terjaga, harga daging lebih stabil, dan daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

“Jangan sampai persoalan ini terus berlarut karena dampaknya bukan hanya dirasakan pedagang, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen dan para peternak sendiri,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kunjungi Urban Farming Bangkalan, Ning Lia: Bupati Lukman Berhasil Jadikan Pertanian Motor Ekonomi
Wagub Emil Dampingi Menpar Buka JFC 2026, Ajak Jadikan Kreativitas Kekuatan Ekonomi Jawa Timur
Pedalindo Rayakan HUT ke-11 di Sidoarjo, Targetkan Pedagang Jalanan Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Hong Kong, Transaksi Tembus Rp12,038 Triliun
Gubernur Khofifah Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Perkuat Koperasi dan UMKM sebagai Motor Ekonomi Rakyat
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Pamekasan, Jaga Harga Bahan Pokok dan Perkuat Daya Beli Warga
Karya Disabilitas Unjuk Gigi, Kodifa Jawara Ramaikan Koperasi Explore 2026 dengan Batik Ciprat dan SATSET Bersih
Peternak Telur Ayam Negeri Omega 3 Sidoarjo Keluhkan Harga Pakan Naik, KDMP Diyakini Dongkrak Penjualan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:56 WIB

Kunjungi Urban Farming Bangkalan, Ning Lia: Bupati Lukman Berhasil Jadikan Pertanian Motor Ekonomi

Senin, 27 Juli 2026 - 02:47 WIB

Wagub Emil Dampingi Menpar Buka JFC 2026, Ajak Jadikan Kreativitas Kekuatan Ekonomi Jawa Timur

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:47 WIB

Pedalindo Rayakan HUT ke-11 di Sidoarjo, Targetkan Pedagang Jalanan Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:03 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Hong Kong, Transaksi Tembus Rp12,038 Triliun

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:06 WIB

Gubernur Khofifah Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Perkuat Koperasi dan UMKM sebagai Motor Ekonomi Rakyat

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp