Kekeringan Meluas di Lumajang, Khusnul Khuluk Desak Pemprov Jatim Tambah Bantuan Air Bersih

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Minggu, 19 Juli 2026 - 03:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk.  (dok. Istimewa)

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk. (dok. Istimewa)

Lumajang – Musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang memicu kekhawatiran terhadap potensi krisis air bersih. Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Lumajang-Jember, Khusnul Khuluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur meningkatkan distribusi bantuan air bersih bagi warga di kawasan terdampak.

Menurut Khusnul, intensitas musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperluas wilayah yang mengalami kekeringan sehingga kebutuhan bantuan air bersih harus diantisipasi sejak dini.

“Kami meminta Pemerintah Provinsi memberikan tambahan bantuan air bersih. Biasanya setiap tahun ada program dropping air bersih, tetapi tahun ini perlu ditingkatkan karena musim kemarau diperkirakan lebih panjang dibanding tahun lalu,” kata Khusnul dalam keterangannya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, sedikitnya enam kecamatan dengan 19 desa dipetakan berpotensi mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau 2026. Enam kecamatan tersebut meliputi Ranuyoso, Padang, Klakah, Kedungjajang, Senduro, dan Gucialit.

Seiring meningkatnya potensi kekeringan, Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan. Langkah itu diikuti dengan pendistribusian bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak.

Distribusi perdana dilakukan di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso. Sebanyak 124 kepala keluarga atau sekitar 425 jiwa menjadi penerima bantuan air bersih pada tahap awal tersebut.

Khusnul menilai langkah cepat pemerintah daerah patut diapresiasi. Namun, ia menegaskan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap dibutuhkan agar pasokan air bersih dapat menjangkau seluruh wilayah yang mengalami krisis.

“Jangan sampai masyarakat semakin kesulitan karena kemarau yang lebih panjang. Bantuan air bersih harus disiapkan sejak dini dan jumlahnya ditambah agar mampu memenuhi kebutuhan warga di daerah terdampak,” ujarnya.

Selain meminta penambahan bantuan air bersih, Khusnul juga mendorong adanya koordinasi yang lebih intensif antara Pemprov Jatim, Pemerintah Kabupaten Lumajang, BPBD, dan pemerintah desa. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar distribusi bantuan berlangsung tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ia menambahkan, penanganan kekeringan tidak cukup dilakukan melalui distribusi air bersih semata. Pemerintah juga perlu memperkuat langkah jangka panjang, seperti pembangunan embung, optimalisasi sumber mata air, penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan air selama musim kemarau.

“Kita berharap seluruh kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh warga, terutama mereka yang setiap tahun menjadi langganan kekeringan,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang
EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun
FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah
Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun
Berawal dari Bantuan Pokir, Vike Dorong Telur Omega 3 Sukodono Tembus Pasar Retail
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Bahan Pokok Terjangkau untuk Warga
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:49 WIB

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas

Rabu, 30 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah

Minggu, 27 September 2026 - 18:13 WIB

Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak

Berita Terbaru

WhatsApp