Senator Lia Istifhama Usul Organisasi Mahasiswa Masuk Indikator Seleksi KIP Kuliah

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Skema penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dinilai perlu terus disempurnakan agar tidak hanya berfokus pada kondisi ekonomi calon penerima, tetapi juga mempertimbangkan kontribusi mahasiswa dalam kegiatan organisasi dan kepemimpinan di kampus.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai aktivitas mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan atau pergerakan dapat menjadi salah satu indikator tambahan dalam penyaluran KIP Kuliah. 

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut mencerminkan potensi kepemimpinan sekaligus menjadi investasi pembangunan sumber daya manusia.

“Ke depan aktivitas pergerakan mahasiswa bisa menjadi salah satu instrumen atau pertimbangan dalam penyaluran KIP Kuliah. Dengan begitu, program ini tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang aktif dan memiliki kepemimpinan,” ujar Lia di gedung DPD RI, Selasa (14/07/2026).

Lia menjelaskan bahwa saat ini penyaluran beasiswa KIP Kuliah sebagian besar dilakukan melalui perguruan tinggi. 

Dalam praktiknya, kampus lebih berfokus pada pemenuhan persyaratan administratif sehingga belum tentu memperhatikan rekam jejak mahasiswa dalam kegiatan organisasi maupun pengabdian.

Karena itu, ia mendorong adanya dialog antara pemerintah, perguruan tinggi, dan organisasi mahasiswa untuk merumuskan mekanisme yang lebih komprehensif tanpa menghilangkan tujuan utama KIP Kuliah sebagai bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, Lia juga menyoroti perubahan kriteria penerima KIP Kuliah yang kini semakin selektif. 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah memperketat penyaluran bantuan dengan mengacu pada data kesejahteraan masyarakat berdasarkan kelompok desil, sehingga tidak semua calon penerima yang sebelumnya memenuhi syarat dapat kembali memperoleh bantuan.

Menurutnya, penerapan sistem desil masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan. 

Salah satunya adalah kondisi masyarakat yang secara administratif dinilai memiliki aset bernilai tinggi, namun secara ekonomi memiliki kemampuan terbatas.

BACA JUGA  Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sebagai contoh, Lia mengungkapkan masih terdapat keluarga yang menempati rumah warisan berukuran besar sehingga tercatat memiliki aset tinggi dalam basis data pemerintah. 

Kondisi tersebut membuat mereka dikategorikan memiliki tingkat kesejahteraan lebih baik, padahal penghasilan 

sehari-hari tidak mencerminkan kondisi tersebut.

“Sering kali penilaian hanya melihat aset yang tercatat, misalnya rumah warisan. Padahal kondisi ekonomi sehari-hari belum tentu mencerminkan bahwa keluarga tersebut benar-benar mampu,” katanya.

Menurut Lia, penyempurnaan sistem pendataan perlu terus dilakukan agar penyaluran KIP Kuliah semakin tepat sasaran. 

Selain mempertimbangkan kondisi ekonomi secara riil, evaluasi kebijakan juga diharapkan mampu mengakomodasi potensi dan kontribusi mahasiswa dalam aktivitas organisasi sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan generasi muda.

Ia berharap masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan kebijakan KIP Kuliah sehingga program bantuan pendidikan pemerintah tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong lahirnya mahasiswa yang aktif, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB
DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Dukung Transformasi Pendidikan, UNESA Latih Guru Akuntansi Manfaatkan Platform Wayground
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA-SMK dan SLB
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:34 WIB

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp