Aksara Jawa Masuk Kurikulum SMA-SMK Jatim, Komisi E DPRD Dorong Metode Kartu Edukatif

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jatim untuk segera mengintegrasikan metode baru pembelajaran Aksara Jawa berbasis kartu ke dalam kurikulum SMA dan SMK. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret menyelamatkan kebudayaan Nusantara yang mulai tergerus modernisasi.

Kebijakan tersebut diperkuat oleh payung hukum Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur Nomor 36 Tahun 2024 yang mengatur tentang Muatan Lokal (Mulok) Bahasa dan Aksara Jawa. Melalui regulasi ini, metode inovatif tersebut akan disebarluaskan kepada para pendidik di lapangan.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, menjelaskan bahwa skema penerapan metode ini akan dimulai melalui pelatihan guru secara masif. Pihaknya menginstruksikan agar implementasi di sekolah diawali lewat forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

“Penerapannya nanti tinggal dimulai dari MGMP. Guru mata pelajaran diberikan tutorial terlebih dahulu melalui sistem Training of Trainers (TOT), baru kemudian diajarkan di sekolah-sekolah. Muatan lokal ini nantinya mendapat porsi sebanding dengan mata pelajaran konvensional, biasanya sekitar dua jam pelajaran,” ujar Sri Untari saat ditemui usai audiensi di Gedung DPRD Jatim.

Sri Untari menegaskan, urgensi dari penerapan kurikulum ini adalah penguatan karakter dan jati diri generasi muda. Menurutnya, sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mempertahankan aksaranya sendiri, seperti halnya Jepang dengan Kanji atau Rusia dengan huruf Sirilik. Ia juga meluruskan miskonsepsi sejarah terkait Aksara Jawa.

“Huruf Jawa itu bukan sekadar huruf biasa, tapi itu carakan yang dulu dipakai di seluruh Nusantara pada masa kejayaan Majapahit ke bawah. Lewat aksara, berbagai filosofi kehidupan diimplementasikan ke dalam simbol-simbolnya. Kita ingin mengembalikan jati diri itu agar tidak hilang di masa modern,” tegas politisi perempuan tersebut.

BACA JUGA  Wagbub Emil Apresiasi Shine Harmony Choir, Siap Dukung Talenta Jatim Berprestasi di Kancah Internasional

Langkah ini didasarkan pada kehadiran inovasi Kartu Aksara Jawa yang dibawa oleh pihak pemohon audiensi. Menanggapi dukungan tersebut, seniman sekaligus budayawan Jawa Timur, Taufik Monyong, mengungkapkan bahwa metode kartu ini lahir dari keresahan kultural yang mendalam. Kartu yang diklaim sebagai satu-satunya di dunia ini dirancang untuk mendobrak ketergantungan generasi muda pada produk permainan barat.

“Kami melakukan riset mendalam selama lima tahun lebih bahwa ternyata bangsa kita ini seolah dijajah oleh dominasi huruf latin di sekolah. Kartu ini kami ciptakan sebagai tawaran balik, sebuah konsep kesadaran untuk merubah cara berpikir dan ketergantungan pada ajaran barat,” ungkap Taufik yang juga dikenal sebagai seorang pelukis.

Berbeda dengan kartu Remi konvensional yang hanya berjumlah 54 kartu, inovasi lokal ini terdiri dari 94 kartu yang memuat unsur Aksara sebagai manifestasi batin dan Wilangan (bilangan) yang mengajarkan konsep ruang dan waktu tradisional, seperti Saptoworo dan Pancawaro, serta filosofi tokoh pewayangan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Kartu ini didesain serbaguna dengan delapan format permainan, mulai dari edukasi umum hingga pembacaan karakter spiritual.

Kelebihan lain dari proyek kebudayaan ini adalah kemandirian produksinya. Taufik memastikan bahwa para penggiat budaya dan pengusaha lokal telah mendirikan pabrik sendiri untuk memproduksi kartu tersebut secara massal, sehingga tidak akan membebani anggaran belanja pemerintah.

“Kami sudah siapkan stok pabriknya, minta berapa pun yang dibutuhkan pemerintah, kami siap. Kami tidak tergantung pada anggaran negara karena ini persembahan untuk mengembalikan marwah leluhur,” tambah Taufik.

Proses sinkronisasi metode pembelajaran ini dijadwalkan masuk dalam tahap koordinasi final bersama jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur sebelum diluncurkan secara resmi pada 23 Juli 2026 mendatang. Langkah ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan literasi kuno Nusantara yang aplikatif di era digital.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Transfer Daerah Berpotensi Naik, Lilik DPRD Jatim Dorong Pembangunan Sekolah Negeri Jadi Prioritas
Gubernur Khofifah Lepas 45 Kontingen LKS Jatim 2026, Optimistis Pertahankan Juara Umum Nasional
Ning Lia Istifhama Apresiasi Konsep “Kaki Lima Rasa Bintang Lima” di MI Internasional Darussalam Pamekasan
Wagbub Emil Apresiasi Shine Harmony Choir, Siap Dukung Talenta Jatim Berprestasi di Kancah Internasional
BRIDA Sumenep Gandeng PENS Kembangkan Pertanian Presisi Berbasis AI, Petakan Kesuburan Tanah hingga Tarik Investor
Puguh DPRD Jatim Dukung Edukasi Pencegahan LGBT di Sekolah, Orang Tua Diminta Terlibat Aktif
Gubernur Khofifah Tinjau Sekolah Rakyat Terintegrasi Sampang, Fasilitas Asrama hingga Masjid Sudah Memadai
Rektor Unair Lantik GARDA KSATRIA Airlangga, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Lingkungan Kampus
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:20 WIB

Dana Transfer Daerah Berpotensi Naik, Lilik DPRD Jatim Dorong Pembangunan Sekolah Negeri Jadi Prioritas

Senin, 27 Juli 2026 - 02:34 WIB

Gubernur Khofifah Lepas 45 Kontingen LKS Jatim 2026, Optimistis Pertahankan Juara Umum Nasional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:10 WIB

Ning Lia Istifhama Apresiasi Konsep “Kaki Lima Rasa Bintang Lima” di MI Internasional Darussalam Pamekasan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:40 WIB

Wagbub Emil Apresiasi Shine Harmony Choir, Siap Dukung Talenta Jatim Berprestasi di Kancah Internasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:15 WIB

BRIDA Sumenep Gandeng PENS Kembangkan Pertanian Presisi Berbasis AI, Petakan Kesuburan Tanah hingga Tarik Investor

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp