dr. Benjamin Kristianto Bongkar Alasan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bisa Kalahkan Minimarket, Ini Syaratnya

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Senin, 13 Juli 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto, MARS. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto, MARS. (Dok. Syaiful/DigitalJatim)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sidoarjo, dr. Benjamin Kristianto, MARS, menilai Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) berpotensi memperkuat perekonomian desa. Menurutnya, keberadaan koperasi dapat menjaga perputaran uang tetap berada di desa sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan dr. Benjamin Kristianto di Ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur, Senin (13/7/2026).

“Setiap desa atau kelurahan dibuat koperasi. Daripada masyarakat berbelanja di minimarket atau pasar modern, lebih baik berbelanja di koperasi. Pendapatan dari penjualan beras, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya akan kembali ke koperasi. Bahkan kalau nanti ada subsidi sembako, harga beras bisa lebih murah,” ujarnya.

Benjamin mengatakan harga kebutuhan pokok yang lebih terjangkau di KDMP diharapkan mendorong masyarakat berbelanja di koperasi. Dengan begitu, keuntungan usaha tidak hanya dinikmati pemilik modal, melainkan kembali kepada masyarakat sebagai anggota koperasi.

“Kalau masyarakat belanja di perusahaan besar, yang untung perusahaan. Tapi kalau keuntungan didapat koperasi, manfaatnya kembali kepada anggota koperasi. Koperasi adalah usaha bersama sebagai amanat Pasal 33 UUD 1945, sehingga perekonomian harus sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” jelas politikus Partai Gerindra tersebut.

Menurut Benjamin, konsep Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya menyediakan gerai sembako. Koperasi juga dirancang memiliki layanan kesehatan melalui klinik dan apotek, serta menjadi pusat pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Di koperasi nantinya ada klinik untuk pelayanan kesehatan, ada apotek agar masyarakat desa lebih mudah mendapatkan obat, dan ada gerai UMKM sehingga produk-produk desa bisa dipasarkan lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, keuntungan koperasi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan layanan simpan pinjam bagi anggota. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari koperasi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Kalau dikelola koperasi, hasil usahanya bisa dipakai untuk simpan pinjam anggota dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi di desa,” ucap Benjamin.

Meski demikian, Benjamin mengingatkan agar pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan bebas dari penyalahgunaan wewenang. Ia menegaskan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki tujuan baik sehingga tidak boleh dicederai oleh oknum pengelola.

“Program ini tujuannya baik, jangan sampai dinodai oleh oknum. Manajer dan pengelola koperasi harus menjaga kepercayaan yang diberikan. Jangan sampai terjadi penyimpangan seperti yang pernah terjadi pada program lain. Yang salah bukan programnya, tetapi oknumnya,” tegasnya.

Benjamin juga menekankan pentingnya penentuan lokasi pembangunan KDMP. Menurutnya, koperasi harus dibangun di lokasi yang strategis dan mudah dijangkau masyarakat agar dapat berfungsi secara optimal.

“Kalau anggarannya sudah disiapkan, bangunlah tempat yang layak dan strategis, mudah diakses masyarakat. Jangan sampai dibangun di lokasi yang terpencil,” imbuhnya.

Benjamin menambahkan, penentuan lokasi pembangunan koperasi harus melalui koordinasi antara pemerintah desa, aparat setempat, dan pihak terkait agar keberadaan KDMP benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Desa bersama aparat dan pihak terkait harus menentukan lokasi yang benar-benar strategis. Jangan asal membangun karena nanti justru tidak dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang
EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun
FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah
Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Tembus Rp6,71 Triliun
Berawal dari Bantuan Pokir, Vike Dorong Telur Omega 3 Sukodono Tembus Pasar Retail
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Bahan Pokok Terjangkau untuk Warga
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Wagub Emil Buka Pekan Raya Jatim 2026, Optimistis UMKM Makin Berkembang

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:49 WIB

EJIF 2026 Catat Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun, Wagub Emil Dorong Industri Jatim Naik Kelas

Rabu, 30 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:05 WIB

FESyar Regional Jawa 2026 Resmi Ditutup, Wagub Emil Dorong Penguatan UMKM Syariah

Minggu, 27 September 2026 - 18:13 WIB

Emil Kembali Pimpin MES Jatim, Ning Lia Optimistis Ekonomi Syariah Makin Berdampak

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp