APTRI Gaungkan Semangat Petani Tebu untuk Kembalikan Kejayaan Gula Nasional

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama menghadiri Deklarasi Pengukuhan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, sebagai Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Jember. (dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Lia Istifhama menghadiri Deklarasi Pengukuhan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, sebagai Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Jember. (dok. Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Jember – Ketua Dewan Pembina APTRI HM. Arum Sabil menyerukan gerakan masif untuk membangkitkan kembali era keemasan industri gula tanah air. Perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini membakar semangat para petani tebu agar tidak sekadar menjadi penonton, melainkan motor utama penggerak swasembada pangan nasional.

Pernyataan heroik tersebut disampaikan saat Deklarasi Pengukuhan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, sebagai Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Jember, Jumat (10/7/2026).

Momentum penting dan panen raya tebu ini turut dihadiri oleh jajaran perwakilan APTRI dari Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hadir pula Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh (Lanud Abd Saleh) di Malang Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS., Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., Bupati Fawaid, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si., serta seluruh jajaran Forkopimda Jember.

Terkait gula nasional, Abah Arum juga menegaskan bahwa target menguasai kembali pasar dunia bukanlah mimpi di siang bolong. Catatan sejarah membuktikan, pada tahun 1930, Indonesia berhasil merajai pasar global dengan memproduksi hingga 3 juta ton gula.

Makin menakjubkan, prestasi raksasa itu dicapai hanya dengan luas lahan 200.000 hektar dan teknologi operasional yang masih sangat tradisional.

“Sejarah panjang industri gula di tanah air tidak boleh sekadar menjadi catatan masa lalu. Ini harus menjadi bahan bakar semangat, bahan bakar perjuangan kita untuk mewujudkan swasembada pangan hari ini,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

BACA JUGA  Wagub Emil Dampingi Menpar Buka JFC 2026, Ajak Jadikan Kreativitas Kekuatan Ekonomi Jawa Timur

Bagi pria yang dikenal dengan topi koboi khasnya itu, membandingkan efisiensi industri modern saat ini dengan era 1930-an memunculkan sebuah ironi kemunduran mekanisasi. Pada masa lampau, para pendahulu mampu memaksimalkan hasil bumi secara masif melalui riset terintegrated dan sistem irigasi teknis yang matang.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah dan seluruh stakeholder industri tebu untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Teknologi saat ini jauh lebih maju, namun produktivitas domestik justru sering kali kedodoran.

“Ini merupakan tantangan bagi kita semua. Kehadiran KASAU di barisan penasihat APTRI harus menjadi momentum emas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Untuk itu, Abah Arum pun menegaskan bahwa berkumpulnya para tokoh penting lintas sektor di Jember, harus menjadi titik balik (turning point) kebangkitan pangan bangsa.

“Tujuan kita berkumpul di Jember hari ini hanya satu, yaitu menyatukan kekuatan untuk mengembalikan kekayaan dan kejayaan produksi gula nasional kita!” tandas Arum Sabil.

Gayung bersambut, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menyatakan dukungan penuhnya untuk menghentikan ketergantungan pada impor dan membawa Indonesia mandiri secara pangan. Dia mengaku prihatin karena dengan potensi lahan yang sangat luas, Indonesia justru menjadi salah satu importir gula terbesar di dunia.

“Kami sangat mendukung target dari Presiden terhadap PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), agar Indonesia kembali mandiri dalam memproduksi gula,” tegas Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

“Kita diamanahi oleh Presiden untuk fokus terhadap ketahanan swasembada pangan dalam urusan tebu-gula. Maka dari itu, saya punya kewajiban moral membangun kekuatan ini agar kita tidak perlu impor lagi,” imbuhnya.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, turut memvalidasi fakta sejarah kelam yang harus diubah bersama.

BACA JUGA  Kunjungi Urban Farming Bangkalan, Ning Lia: Bupati Lukman Berhasil Jadikan Pertanian Motor Ekonomi

“Tahun 1930, Indonesia adalah pengekspor gula pasir dunia terbesar setelah Kuba. Hari ini, kita adalah importir gula terbesar dunia. Ini adalah fakta yang harus tersampaikan sebagai pecut semangat kita semua,” ungkap Mahmudi.

Melalui sinergi kuat antara ketegasan parlemen, kekuatan TNI, manajemen industri, dan cucuran keringat para petani di lapangan, optimisme baru kini membubung tinggi dari bumi Jember untuk manisnya kedaulatan gula Indonesia.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warkop LIRA Segera Hadir di Sidoarjo, LSM LIRA Siapkan Wadah Aspirasi dan Diskusi Masyarakat
Kunjungi Urban Farming Bangkalan, Ning Lia: Bupati Lukman Berhasil Jadikan Pertanian Motor Ekonomi
Wagub Emil Dampingi Menpar Buka JFC 2026, Ajak Jadikan Kreativitas Kekuatan Ekonomi Jawa Timur
Pedalindo Rayakan HUT ke-11 di Sidoarjo, Targetkan Pedagang Jalanan Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Hong Kong, Transaksi Tembus Rp12,038 Triliun
Gubernur Khofifah Buka Koperasi Explore 2026 di Pamekasan, Perkuat Koperasi dan UMKM sebagai Motor Ekonomi Rakyat
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Pamekasan, Jaga Harga Bahan Pokok dan Perkuat Daya Beli Warga
Karya Disabilitas Unjuk Gigi, Kodifa Jawara Ramaikan Koperasi Explore 2026 dengan Batik Ciprat dan SATSET Bersih
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:04 WIB

Warkop LIRA Segera Hadir di Sidoarjo, LSM LIRA Siapkan Wadah Aspirasi dan Diskusi Masyarakat

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:56 WIB

Kunjungi Urban Farming Bangkalan, Ning Lia: Bupati Lukman Berhasil Jadikan Pertanian Motor Ekonomi

Senin, 27 Juli 2026 - 02:47 WIB

Wagub Emil Dampingi Menpar Buka JFC 2026, Ajak Jadikan Kreativitas Kekuatan Ekonomi Jawa Timur

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:47 WIB

Pedalindo Rayakan HUT ke-11 di Sidoarjo, Targetkan Pedagang Jalanan Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:03 WIB

Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Jatim-Hong Kong, Transaksi Tembus Rp12,038 Triliun

Berita Terbaru

Firman Syah Ali, anggota Persatuan Bani Bhuju' (PBB) Pamekasan. (Dok. Pribadi)

Citizen Reporter

Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026

Selasa, 28 Jul 2026 - 14:01 WIB

WhatsApp