Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Penulis Syaiful Hidayat
Editor Yoyok

- Author

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Dr. Hj. Lia Istifhama saat paparkan dalam Seminar Nasional Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di BBPPMPV BOE Malang. (Dok. Istimewa)

Anggota DPD RI Dr. Hj. Lia Istifhama saat paparkan dalam Seminar Nasional Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di BBPPMPV BOE Malang. (Dok. Istimewa)

Penulis: Syaiful HidayatEditor: Yoyok

Malang – Di tengah arus perubahan global yang kian cepat dan kompleks, generasi muda dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki fondasi nilai yang kuat. Dalam konteks tersebut, keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan emosional, dan kesadaran sosial menjadi kunci penting dalam membentuk karakter pelajar yang utuh.

Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, melihat bahwa pelajar Muhammadiyah memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kekuatan moral dan intelektual bangsa. Namun, potensi tersebut, menurutnya, harus diiringi dengan kemampuan menjaga keseimbangan diri agar tidak terjebak pada capaian akademik semata.

Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional Musyawarah Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Jawa Timur di BBPPMPV BOE Malang, yang menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan arah gerakan pelajar di era disrupsi, Selasa (7/7/2026).

“Ning Lia”—sapaan akrab Lia Istifhama—menegaskan bahwa tantangan generasi muda hari ini semakin multidimensional. Bukan hanya soal prestasi, tetapi juga bagaimana membangun kepribadian yang utuh dan berdaya tahan.

“Pelajar Muhammadiyah harus melampaui sekadar capaian akademik. Mereka dituntut menjadi subjek perubahan—memiliki daya pikir kritis, integritas moral, serta kepekaan terhadap problem sosial di sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, keseimbangan tersebut tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan keluarga, lingkungan pendidikan, dan kesadaran individu. Keluarga, dalam pandangannya, tetap menjadi fondasi utama dalam membangun karakter.

“Keluarga adalah fondasi peradaban. Dari sana lahir pribadi yang mampu menghargai perbedaan, mengelola konflik secara konstruktif, dan menolak kekerasan sebagai solusi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran institusi pendidikan sebagai ruang pembentukan kesadaran. Sekolah harus mampu melampaui fungsi formalnya dan menjadi ekosistem yang menumbuhkan nalar kritis serta empati sosial.

BACA JUGA  Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

“Pendidikan harus bergerak dari sekadar transfer pengetahuan menuju pembentukan kesadaran. Di situlah pelajar dilatih menjadi aktor yang mampu membaca realitas dan menawarkan solusi,” imbuhnya.

Dalam kerangka tersebut, Ning Lia kemudian membagikan empat prinsip atau tips utama yang dapat menjadi pegangan kader pelajar Muhammadiyah dalam membangun keseimbangan diri.

Pertama, menjaga integritas antara ilmu dan akhlak. Ia menekankan bahwa kecerdasan tanpa nilai hanya akan melahirkan ketimpangan, sementara ilmu yang dibarengi etika akan menghasilkan kebermanfaatan.

Kedua, melatih kepekaan sosial sejak dini. Pelajar didorong untuk tidak apatis terhadap lingkungan, melainkan aktif memahami persoalan masyarakat dan mengambil peran, sekecil apa pun.

Ketiga, membangun ketahanan emosional. Menurutnya, kemampuan mengelola emosi menjadi penting agar generasi muda tidak mudah terprovokasi, termasuk dalam menghadapi perbedaan maupun tekanan sosial.

Keempat, memperluas wawasan dan jejaring. Ia menilai keterbukaan terhadap ide, dialog, dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam membentuk pola pikir yang matang dan inklusif.

“Ilmu harus bertransformasi menjadi kemanfaatan. Pelajar Muhammadiyah perlu hadir sebagai solusi—bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan masa depan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PW IPM Jawa Timur terpilih, Muhammad Yuda Wahyu Saputra, menilai bahwa gagasan yang disampaikan Lia Istifhama menjadi penguatan strategis bagi arah gerakan pelajar Muhammadiyah ke depan. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kader IPM tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir dan ketangguhan karakter.

“Kami sebagai kader pelajar Muhammadiyah melihat bahwa apa yang disampaikan Ning Lia bukan sekadar motivasi, tetapi juga kerangka berpikir yang relevan dalam menjawab tantangan generasi hari ini. Ini menjadi penguatan bagi kami untuk terus bergerak secara progresif, namun tetap berpijak pada nilai,” ujarnya.

BACA JUGA  Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Ia menambahkan, IPM Jawa Timur berkomitmen untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam gerakan nyata, baik melalui penguatan kapasitas kader, pengembangan literasi, maupun keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial kemasyarakatan.

“Ke depan, kami ingin kader IPM tidak hanya hadir sebagai pelajar yang berprestasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang memiliki kepekaan sosial, kemampuan intelektual, serta integritas moral yang kuat,” imbuhnya.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun DPRD Sidoarjo Dukung Wacana Siswa Tak Naik Kelas, Tunggu Aturan Resmi
Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional
Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB
DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif
Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan
Dukung Transformasi Pendidikan, UNESA Latih Guru Akuntansi Manfaatkan Platform Wayground
Jelang Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SMA-SMK dan SLB
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dua Hari Pelatihan, MA Alif Laam Miim Surabaya Bentuk Kader Organisasi yang Solid dan Profesional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Dewan Pendidikan Sidoarjo Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:00 WIB

DPD RI Ning Lia Kenalkan Filosofi SUPERRR, Dorong Kepemimpinan Mahasiswa UB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

DPD RI Ning Lia Ajak Ksatria Airlangga Terlibat Politik dengan Gagasan Konstruktif

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Wacana Siswa Tidak Naik Kelas, Puguh DPRD Jatim Soroti Kesenjangan Fasilitas Pendidikan

Berita Terbaru

WhatsApp