Surabaya – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menaikkan tunjangan guru non-ASN atau honorer dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi kabar baik yang telah lama dinantikan para tenaga pendidik. Terlebih, pemerintah juga mengatur penyaluran gaji dan tunjangan guru langsung ke rekening masing-masing penerima.
“Saya mengapresiasi langkah Presiden yang memberikan peningkatan tunjangan kepada para guru. Untuk guru ASN diberikan sebesar gaji pokok, sementara guru non-ASN naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan. Ini tentu menjadi kabar yang selama ini ditunggu-tunggu oleh para tenaga pendidik di seluruh Indonesia,” kata Puguh, Sabtu (13/6/2026).
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu menegaskan guru merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, peningkatan kesejahteraan guru harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau kita ingin kualitas pendidikan meningkat, maka salah satu syarat utamanya adalah memastikan guru hidup sejahtera,” ujarnya.
Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Puguh mengingatkan agar kenaikan tunjangan tidak hanya menjadi program sesaat. Ia berharap pemerintah memiliki komitmen jangka panjang untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru.
“Kebijakan ini jangan sampai hanya sekadar untuk meredam isu tertentu. Harus dipastikan bahwa kebijakan ini lahir dari niat yang tulus untuk mensejahterakan guru,” tegasnya.
Legislator PKS dari daerah pemilihan Malang Raya itu juga berharap publik tidak melihat kebijakan tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian dari persoalan lain yang sedang berkembang.
“Saya berharap pemerintah memang sungguh-sungguh hadir untuk meningkatkan kesejahteraan guru, karena itu merupakan kebutuhan riil yang sudah lama dirasakan para tenaga pendidik,” katanya.
Puguh menilai peningkatan kesejahteraan guru akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran di sekolah. Dengan kondisi ekonomi yang lebih baik, guru dinilai dapat lebih fokus menjalankan tugas mendidik generasi bangsa.
“Tujuannya harus jelas, yakni meningkatkan kapasitas ekonomi para guru agar mereka bisa lebih fokus dalam aktivitas belajar mengajar. Setelah guru sejahtera, barulah kita bisa berbicara lebih jauh tentang peningkatan kompetensi dan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Ia pun berharap kenaikan tunjangan guru memiliki kepastian dan keberlanjutan sebagai program permanen pemerintah.
“Yang dibutuhkan para guru di lapangan adalah kepastian dan keberlanjutan dalam peningkatan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Puguh optimistis penguatan kesejahteraan guru secara konsisten akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
“Ketika guru sejahtera, mereka bisa lebih fokus mendidik. Dari situlah kualitas pendidikan akan meningkat dan tujuan mencetak generasi unggul dapat diwujudkan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












