Digitaljatim.com – Suasana meriah dan penuh semangat terlihat di SDN Prajuritkulon 2 Kota Mojokerto pada Jumat (24/4/2026). Sebanyak 58 siswa kelas 4 dan 5 mengikuti lomba menghias dan menghidangkan makanan sebagai bagian dari kegiatan kepramukaan. Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas 4 ini dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti tujuh kelompok yang terdiri atas tiga kelompok putri dan empat kelompok putra.
Lomba ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran keterampilan yang harus dikuasai anggota Pramuka. Setiap kelompok diminta menyajikan makanan yang telah dimasak di rumah, kemudian dihias dan ditata menjadi hidangan menarik di sekolah. Dengan waktu yang terbatas, yakni 30 menit, para peserta tampak bergegas menata hidangan mereka sebaik mungkin.
Sejak awal kegiatan, antusiasme peserta begitu terasa. Mereka bekerja sama dalam kelompok, membagi tugas mulai dari menata nasi, menyusun lauk, hingga mempercantik tampilan dengan hiasan sayur dan buah. Meski terlihat percaya diri, tak sedikit siswa yang mengaku merasa gugup karena hidangan mereka akan dinilai dari berbagai aspek.
Pembina Pramuka, Wahyu Mauludin, menjelaskan bahwa konsep lomba kali ini memang berbeda. “Anak-anak sudah memasak di rumah, di sekolah tinggal menghidangkan saja. Waktu memasak cukup lama, jadi jika dilakukan di sekolah dikhawatirkan tidak cukup,” ujarnya.
Setiap kelompok mengusung tema hidangan yang berbeda. Kelompok satu yang diketuai Sienna, misalnya, menyajikan nasi jeruk lengkap dengan lauk ayam, buah semangka, serta minuman es teler. Mereka berusaha menghadirkan menu yang memenuhi unsur empat sehat lima sempurna. Sementara itu, kelompok dua memilih tema nasi goreng yang dilengkapi sayuran seperti timun, tomat, dan selada, serta minuman es cincau susu yang menyegarkan.
Kelompok lainnya tak kalah kreatif. Ada yang menyajikan nasi kuning, nasi rames, nasi satai ayam, hingga nasi dengan lauk fried chicken. Setiap kelompok berusaha menampilkan hidangan terbaiknya dengan penataan yang menarik dan penuh warna. Tidak hanya rasa, penampilan menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian.
Kepala sekolah, Isnawaty DJ Nussa, yang juga bertindak sebagai juri, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Melalui lomba ini, anak-anak dilatih untuk memasak, mengenali bahan makanan, menyiapkan minuman, serta menyajikan lauk kering dan basah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Kegiatan ini juga merupakan bagian dari TKK Juru Masak, yang bertujuan mengembangkan kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, serta kerja sama kelompok.”
Selain kepala sekolah, guru PJOK, Dewi Lailatul Masroh juga turut menjadi juri. Setelah waktu 30 menit berakhir, peserta diminta keluar kelas, menyisakan dua perwakilan dari setiap kelompok untuk mempresentasikan hidangan mereka. Para juri kemudian berkeliling, mengamati tampilan, mencicipi rasa, serta mengajukan pertanyaan terkait bahan dan cara pembuatan.
Penilaian dilakukan secara menyeluruh, meliputi penampilan, rasa, kebersihan, dan kekompakan tim. Tidak hanya itu, aspek proses kerja dan kemandirian juga menjadi perhatian utama. Hal ini sejalan dengan tujuan kegiatan Pramuka yang tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses yang dilalui peserta.
Di tengah suasana penjurian, terlihat para siswa menunggu dengan penuh harap. Mereka saling menyemangati dan berbagi cerita tentang pengalaman menyiapkan hidangan. Salah satu peserta, Aliyah dari kelas 5, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.
“Saya senang sekali karena ini pengalaman pertama mengikuti lomba seperti ini. Saya jadi belajar memasak dan bekerja sama dengan teman,” tuturnya.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Mereka belajar tentang pentingnya kerja sama, tanggung jawab, serta keterampilan hidup sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai kebersihan dan pemahaman tentang gizi makanan.
Melalui lomba ini, diharapkan siswa tidak hanya terampil dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kreasi hidangan yang mereka sajikan menjadi bukti bahwa Pramuka tidak hanya identik dengan kegiatan di alam, tetapi juga membekali anggotanya dengan berbagai kecakapan hidup yang bermanfaat.
*) Uzlifatul Rusydiana, penulis adalah Guru di SDN Prajuritkulon 2 Kota Mojokerto, email : uzlifahirdana@gmail.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor : Yoyok











