Hantavirus Mengintai, Wakil Ketua DPRD Jatim Minta Edukasi dan Deteksi Dini Diperkuat

Editor Yoyok

- Author

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Sri Wahyuni. (Foto: Istimewa)

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Sri Wahyuni. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Sri Wahyuni, meminta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus. Hal itu menyusul data Kementerian Kesehatan RI yang mencatat 23 kasus seoul virus dalam tiga tahun terakhir, termasuk satu kasus di Jawa Timur.

Ia menilai temuan tersebut harus menjadi perhatian serius meski jumlah kasus di Jawa Timur masih relatif terbatas. Terlebih, angka kematian atau case fatality rate (CFR) penyakit itu mencapai 13 persen.

“Ini harus menjadi alarm kewaspadaan bersama. Jangan sampai masyarakat lengah terhadap ancaman penyakit yang bersumber dari lingkungan dan hewan pengerat,” ujar Sri Wahyuni, Senin (11/5/2026).

Politikus Partai Demokrat itu mendorong Dinas Kesehatan bersama pemerintah kabupaten/kota memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pola hidup bersih serta pengendalian tikus di kawasan permukiman, pasar tradisional, hingga saluran air.

Menurutnya, kelompok pekerja dengan risiko tinggi seperti petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, hingga pembersih selokan perlu mendapat perhatian khusus melalui sosialisasi dan perlindungan kesehatan kerja.

“Pencegahan paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan. Karena virus ini berkaitan erat dengan sanitasi dan paparan dari tikus yang terinfeksi,” katanya.

Sri Wahyuni juga meminta fasilitas kesehatan meningkatkan deteksi dini terhadap pasien yang menunjukkan gejala mengarah pada hantavirus, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang rentan terkontaminasi.

Ia menegaskan koordinasi lintas sektor perlu diperkuat agar potensi penyebaran penyakit dapat ditekan sejak dini. Pemerintah daerah, menurutnya, tidak boleh menunggu lonjakan kasus sebelum mengambil langkah antisipasi.

“Kami mendorong langkah preventif dilakukan secara masif. Edukasi masyarakat dan pengendalian lingkungan harus diperkuat supaya kasus tidak berkembang,” tegasnya.

BACA JUGA  Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI mencatat 23 kasus hantavirus jenis seoul virus dalam tiga tahun terakhir dengan tiga pasien meninggal dunia. Pada 2026, terdapat tambahan lima kasus baru, sementara kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta dan DIY.

Kemenkes juga menyebut penularan hantavirus dapat terjadi melalui gigitan tikus, paparan urine, saliva, kotoran, hingga debu yang telah terkontaminasi. Namun hingga kini belum ditemukan penularan antarmanusia di Indonesia.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri
Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar
Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja
Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa
Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional
Gerakan Indonesia ASRI, PC TIDAR Sidoarjo Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Hidup
Dukung Gerakan Indonesia ASRI, DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hijaukan Hutan Kota dan Bersihkan Sungai
Hadiri Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Jatim, Senator Lia Sebut Jatim Bangunan Politik Humanis
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Puguh DPRD Jatim Tekankan Nasionalisme dan Perjuangan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Raperda Tibumtranmas Linmas Dibahas, Rizza DPRD Sidoarjo Soroti Bullying hingga Gangster Pelajar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:39 WIB

Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bangun DPRD Sidoarjo Soroti Daya Beli hingga Lapangan Kerja

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Belajar dari Kasus Tanah Fasum Sidoarjo, Sriatun DPRD Jatim Tekankan Digitalisasi Aset Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:10 WIB

Ning Lia Apresiasi Transformasi Digital Pengadilan Tinggi Surabaya, Layak Jadi Percontohan Nasional

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp