Pengacara Lucas Soroti Trauma Ganda Korban, Sistem Hukum Diminta Lebih Ramah Disabilitas

Editor Yoyok

- Author

Rabu, 15 April 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengacara dan Praktisi Hukum Lucas Abdul Ardiansyah. (Foto: Istimewa)

Pengacara dan Praktisi Hukum Lucas Abdul Ardiansyah. (Foto: Istimewa)

Editor: Yoyok

Surabaya – Kasus kekerasan dan pelecehan terhadap penyandang disabilitas dinilai masih berada pada fase darurat. Kondisi ini menuntut langkah konkret dan cepat dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari aparat penegak hukum hingga legislatif.

Sorotan tersebut datang dari kalangan praktisi hukum. Pengacara Lucas Abdul Ardiansyah menilai penanganan kasus tidak cukup hanya berhenti pada penguatan regulasi. Lebih dari itu, aparat penegak hukum (APH) dan DPRD Jawa Timur didorong berani menerapkan pasal pemberatan pidana bagi pelaku.

Menurutnya, perlindungan terhadap kelompok rentan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam UUD 1945. Hal itu juga dipertegas dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Dalam Pasal 15 UU TPKS disebutkan, pidana dapat ditambah sepertiga apabila tindak kekerasan dilakukan terhadap penyandang disabilitas. Artinya, pelaku seharusnya bisa dijatuhi hukuman maksimal agar menimbulkan efek jera,” ujar Lucas kepada wartawan Digitaljatim.com di Surabaya, Rabu (15/4/2026).

Ia menegaskan, ketegasan dalam penegakan hukum menjadi kunci untuk memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus mencegah kasus serupa terulang.

Selain itu, Lucas juga mengingatkan bahwa hak penyandang disabilitas untuk memperoleh keadilan telah dijamin dalam Pasal 9 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Dalam aturan tersebut, negara diwajibkan memberikan perlindungan hukum serta bantuan hukum yang mudah diakses.

Tak hanya itu, pemerintah dan aparat penegak hukum juga harus mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2020. Regulasi tersebut mengatur kewajiban pemberian akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas dalam proses peradilan.

“Jangan sampai korban justru mengalami trauma ganda karena sistem hukum yang tidak ramah terhadap disabilitas,” tegas penasehat hukum media DigitalJatim.com.

Sebagai bentuk komitmen, Lucas menyatakan siap memberikan pendampingan hukum bagi masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak disabilitas dan membutuhkan bantuan.

“Kami berharap, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi hukum dapat memperkuat perlindungan serta menghadirkan rasa aman bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Catatan Sejarah: Ibunda Senator Lia Istifhama Menang Sengketa, Mafia Dana Talangan Disorot
Sidang PN Mojokerto: Pengacara Klaim Kliennya Bersih dari Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Kasus Proyek Fiktif
Tak Pernah Terima Uang, Akta Jual Beli Muncul, Ibunda Ning Lia Digugat
Investasi Bodong Modus Ponzi di Surabaya, Korban Rugi Rp 286 Juta
TIDAR Mojokerto Buka Posko Bantuan Hukum untuk Jamaah Travel dan Umroh
Mediasi Buntu, Advokat Andre Gunawan Siap Hadapi Sidang Pokok Perkara
SK Pemecatan Dipersoalkan, Andre Gunawan: PERADI Tak Punya Hak Memeriksa Saya
Kawal Sengketa Rumah Warga, Senator Lia Soroti Utang Rp368 Juta hingga Aset Rp3,17 Miliar
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Catatan Sejarah: Ibunda Senator Lia Istifhama Menang Sengketa, Mafia Dana Talangan Disorot

Kamis, 24 September 2026 - 21:05 WIB

Sidang PN Mojokerto: Pengacara Klaim Kliennya Bersih dari Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Kasus Proyek Fiktif

Kamis, 24 September 2026 - 10:55 WIB

Tak Pernah Terima Uang, Akta Jual Beli Muncul, Ibunda Ning Lia Digugat

Selasa, 22 September 2026 - 15:52 WIB

Investasi Bodong Modus Ponzi di Surabaya, Korban Rugi Rp 286 Juta

Minggu, 20 September 2026 - 20:47 WIB

TIDAR Mojokerto Buka Posko Bantuan Hukum untuk Jamaah Travel dan Umroh

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan. (Dok. Syaiful)

Pemerintahan dan Kebijakan

Pansus IV DPRD Sidoarjo Bahas Raperda Tibumtranmas, Koordinasi Antar-OPD Jadi Sorotan

Kamis, 22 Okt 2026 - 23:53 WIB

WhatsApp