Gubernur Khofifah Optimistis Jatim Pertahankan WTP, Tekankan Peningkatan Kualitas Laporan Keuangan

Editor Yoyok

- Author

Kamis, 2 April 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri entry meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 di lingkungan Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V, BPK RI Jakarta. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri entry meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 di lingkungan Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V, BPK RI Jakarta. (Foto: Adpim For Digitaljatim)

Editor: Yoyok

Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri entry meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 di lingkungan Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V, BPK RI Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah optimistis Jatim akan mampu mempertahankan capaian opini WTP sebagaimana telah diperoleh 10 tahun berturut-turut sejak tahun anggaran 2015-2024.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan bupati dan wali kota di Jatim guna meningkatkan kualitas pelaporan keuangan daerah, termasuk melalui optimalisasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Menurutnya pemanfaatan SIPD perlu terus diperkuat, khususnya dalam memastikan ketepatan pencatatan dan pelaporan keuangan daerah.

“Capaian ini tentu kita syukuri bersama. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita terus menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan agar kualitas tata kelola keuangan semakin baik,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan capaian perekonomian Jatim tahun 2025 yang tumbuh sebesar 5,33%. Tak hanya itu kontribusi Jatim terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40% dan terhadap Pulau Jawa sebesar 25,29%.

Di sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp29,88 triliun atau 104,65% dari target, mencerminkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, kinerja investasi mencapai Rp147,7 triliun atau tertinggi dalam enam tahun terakhir. Ekspor tumbuh 16,61%, sedangkan misi dagang dalam dan luar negeri menghasilkan transaksi lebih dari Rp20 triliun.

Dari sisi sosial, tingkat kemiskinan Jawa Timur pada tahun 2025 berada di kisaran 9,3% dan menunjukkan tren penurunan, meskipun secara absolut masih menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan ke depan.

“Capaian ini menjadi refleksi bagi kita semua, sekaligus pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama,” ucapnya.

BACA JUGA  Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Di tengah capaian tersebut, ia mengingatkan terkait dinamika global yang penuh tantangan dan ketidakpastian, mulai dari tekanan geopolitik hingga volatilitas harga pangan dan energi.

Karena itu, pemerintah daerah dituntut semakin cermat dan efisien dalam pengelolaan anggaran, termasuk melalui penguatan belanja produktif dan refocusing pada sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Program Strategis Nasional, mulai dari ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga pengembangan industri dan perlindungan sosial.

“Tantangan ke depan bukan hanya pada kemampuan membelanjakan anggaran, tetapi memastikan value for money, bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V Bobby Adhityo Rizaldi menekankan pentingnya penguatan tata kelola keuangan daerah, khususnya melalui optimalisasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Oleh karenanya ia meminta kepala daerah untuk memastikan implementasi sistem berjalan dengan baik, termasuk dalam aspek pencatatan dan pelaporan keuangan. Mengingat salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi opini laporan keuangan adalah ketidaktepatan dalam pencatatan aset.

“Pencatatan aset yang tidak tepat bisa menjadi salah satu hal yang menghambat bahkan menurunkan opini. Karena itu kami minta agar dilakukan identifikasi dan mitigasi secara serius,” katanya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak
Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim
Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan
Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri
Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal
Survei KPK Sebut 50% Mahasiswa Masih Nyontek, Ini Respons Gus Hilman PKB
Senator Lia Istifhama Apresiasi Menko Zulhas, 26 Ribu Gerai KDKMP Siap Beroperasi Bulan Ini
Temui Presiden Prabowo, Presiden FIFA Apresiasi Sukses Indonesia Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Wagub Emil Ungkap Strategi Dongkrak Ekonomi Jatim Lewat Pembiayaan Berdampak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:14 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Kementerian ESDM, Bahas Kepastian Pasokan BBM di Jatim

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:57 WIB

Wagub Emil Dorong Ekonomi Syariah Jatim, Tekankan Pentingnya Ekosistem Berkelanjutan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Wagub Emil Tekankan Peran Pemerintah Jembatani Pekerja dan Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Ning Lia Dukung Transmigrasi Berbasis Usulan Daerah untuk Perkuat Ekonomi Komunal

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan khitanan massal dan cek kesehatan gratis (CKG) di Pendopo Kabupaten Pacitan. (Dok. Humas Pemprov)

Pemerintahan dan Kebijakan

Sambut HSN 2026, Khofifah Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Menyentuh Warga Pacitan

Jumat, 23 Okt 2026 - 03:31 WIB

WhatsApp