GP Ansor Jatim Panen Semangka Kuning di Tuban, Disiapkan untuk Kebutuhan MBG dan KDMP

- Reporter

Minggu, 29 Maret 2026 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GP Ansor Rengel, Tuban panen raya semangka kuning di Desa Campurejo, Rengel, Kabupaten Tuban. (Foto: Istimewa)

GP Ansor Rengel, Tuban panen raya semangka kuning di Desa Campurejo, Rengel, Kabupaten Tuban. (Foto: Istimewa)

Tuban – Komitmen membangun kemandirian ekonomi kader berbasis sektor pertanian terus ditunjukkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Rengel, Kabupaten Tuban. Hal itu terlihat dalam kegiatan panen semangka kuning di Desa Campurejo, Kecamatan Rengel, Minggu (26/03/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasatgaswil Patriot Ketahanan Pangan PW GP Ansor Jawa Timur, H. Deni Prasetya. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya kader Ansor dalam memperkuat sektor pangan sekaligus mendorong ekonomi produktif di tingkat akar rumput.

Kaji Deni—sapaan akrab H. Deni Prasetnya mengapresiasi inisiatif PAC GP Ansor Rengel sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, sektor pangan merupakan fondasi utama dalam membangun kemandirian bangsa.

“Ini bukan sekadar panen, tetapi bagian dari gerakan membangun kesadaran kolektif bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari tingkat lokal. Apa yang dilakukan Ansor Rengel ini adalah contoh nyata bahwa kemandirian pangan bisa dimulai dari desa dan oleh kader sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Kaji Deni menjelaskan, hasil pertanian seperti semangka kuning berpotensi mendukung program strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Secara rasional, program MBG membutuhkan pasokan bahan pangan segar yang stabil, berkualitas, dan terjangkau. Kehadiran petani lokal, termasuk kader Ansor, menjadi solusi untuk mempersingkat rantai distribusi sekaligus menjaga kualitas hasil panen.

“Jika pasokan pangan bisa dipenuhi dari daerah sendiri, maka biaya distribusi bisa ditekan, kualitas lebih terjamin, dan petani lokal juga mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung. Ini juga membuka peluang kemitraan antara petani dengan pelaksana program MBG,” jelasnya.

BACA JUGA  Lia Istifhama Tekankan Pentingnya Digitalisasi Naskah Kuno Majapahit hingga Walisongo

Selain itu, program ini juga dinilai relevan dalam mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Melalui skema ini, hasil panen dapat dikelola secara kolektif oleh koperasi desa, sehingga memiliki daya tawar lebih tinggi di pasar.

Secara rasional, keterlibatan koperasi dalam pengelolaan hasil pertanian akan memperkuat ekosistem ekonomi desa. Mulai dari produksi, distribusi, hingga pemasaran dapat terintegrasi dengan baik, sehingga tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru di sektor agribisnis.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di satu titik, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dengan program nasional. Ansor harus hadir sebagai bagian dari solusi, baik dalam sektor pangan maupun ekonomi,” pungkasnya.

Kaji Deni menambahkan bahwa peran kader Ansor dan Banser tidak hanya terbatas pada aspek sosial dan keagamaan, tetapi juga turut menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional.

“Ansor dan Banser selama ini dikenal membela dan mengawal kiai serta ulama. Kini, kami juga mengambil peran dalam menjaga stabilitas swasembada pangan sebagai bagian dari penguatan kedaulatan bangsa,” tambahnya.

Dengan sinergi antara kader, masyarakat, dan program pemerintah, kegiatan panen semangka kuning ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian yang dapat direplikasi di daerah lain.

Ketua PAC GP Ansor Rengel, Sahabat Taufiqurrahman, menegaskan bahwa program pertanian ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret membangun kemandirian ekonomi kader secara berkelanjutan. Menurutnya, semangka kuning dipilih karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan peluang pasar yang menjanjikan.

“Ini adalah bukti bahwa kader Ansor mampu mandiri dan produktif. Kami ingin menghadirkan gerakan ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA  Senator Lia Istifhama Dorong Penguatan Budaya, Majapahit Disinggung di Rapat dengan Fadli Zon

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan pascapanen agar hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Dengan demikian, dampak ekonomi yang dihasilkan bisa lebih luas dan berkesinambungan.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gus Iwan DPRD Jatim Dorong Orang Tua Perkuat Pembinaan Keagamaan Anak Sejak Dini
Kolaborasi PPJ dan Kuasa Hukum Bung Taufik & Partners, Halal Bihalal Jadi Ajang Satukan Visi Paguyuban Pasar Jagir
Gubernur Khofifah Dorong SPPG Perkuat Tata Kelola MBG, Kepala Daerah Diminta Jaga Mutu dan Sasaran
Pokja Djoko Dolog Didorong Jadi TOA Masyarakat, Heru MAKI Jatim Tekankan Kejernihan Informasi
Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Stabil, Langsung Cek Pasar Legi Ponorogo
Andrew Nababan Apresiasi Sikap Ketum Gekrafs, Perlindungan Pekerja Kreatif Harus Diperkuat
150 Ton Sampah Sidoarjo Dialihkan ke Benowo, Jadi Bahan Bakar Pembangkit Listrik
Gubernur Khofifah Resmikan Sirkuit Suryo Magetan, Gubernur Cup Jatim Racing Series 2026 Resmi Digelar

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 14:01 WIB

Gus Iwan DPRD Jatim Dorong Orang Tua Perkuat Pembinaan Keagamaan Anak Sejak Dini

Minggu, 5 April 2026 - 12:35 WIB

Kolaborasi PPJ dan Kuasa Hukum Bung Taufik & Partners, Halal Bihalal Jadi Ajang Satukan Visi Paguyuban Pasar Jagir

Sabtu, 4 April 2026 - 21:30 WIB

Gubernur Khofifah Dorong SPPG Perkuat Tata Kelola MBG, Kepala Daerah Diminta Jaga Mutu dan Sasaran

Sabtu, 4 April 2026 - 19:49 WIB

Pokja Djoko Dolog Didorong Jadi TOA Masyarakat, Heru MAKI Jatim Tekankan Kejernihan Informasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Stabil, Langsung Cek Pasar Legi Ponorogo

Berita Terbaru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)

Pemerintahan & Kebijakan

Gubernur Khofifah Soroti Potensi Spekulan LPG dan BBM, Minta Distribusi Diawasi Ketat

Selasa, 7 Apr 2026 - 11:22 WIB