Gubernur Khofifah Silaturahmi ke Tebuireng dan Tambakberas, Perkuat Ukhuwah Jelang Idul Fitri

Editor Yoyok

- Author

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang. (foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Ponpes Tebuireng Jombang. (foto: Adpim For DigitalJatim)

Editor: Yoyok

Jombang – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan silaturahmi (sowan) kepada para ulama kharismatik Ponpes Tebuireng dan Ponpes Tambakberas di Kabupaten Jombang, Rabu (18/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah bersilaturahmi dengan Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang juga sebagai Ketua PWNU Jatim, serta tokoh nyai sepuh Ponpes Tambakberas sekaligus Mustasyar PBNU Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa tradisi sowan kepada kiai dan nyai merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Jawa Timur yang sarat nilai spiritual. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, sowan juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah serta memohon doa dan nasihat demi keberkahan daerah.

“Silaturahmi ini jadi bagian dari ikhtiar mempererat hubungan silaturahmi kepada guru-guru kita, serta memohon doa agar Jawa Timur senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kemajuan,” ujarnya.

Menurut Khofifah, menjelang Idul Fitri, tradisi sowan tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas keagamaan, tetapi juga merupakan warisan budaya pesantren yang memiliki nilai sosial dan spiritual yang mendalam.

“Menjelang lebaran, sowan bukan sekedar tradisi keagamaan tapi jadi bagian dari warisan budaya pesantren yang sarat nilai spiritual dan sosial juga wasilah ngalap berkah (mencari berkah),” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat persaudaraan, saling memaafkan, serta meneguhkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan, terutama oleh generasi muda, sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai akhlak.

“Generasi muda harus kita biasakan dan tanamkan kebiasaan baik seperti ini. Saya rasa perlu mencontohkan uswatun hasanah (teladan yang baik) untuk pembinaan akhlak amaliyah ubudiyah generasi kekinian,” tegasnya.

BACA JUGA  Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Khofifah menambahkan, tradisi sowan juga menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan antara umara dan ulama, sehingga tercipta harmoni sosial yang kuat serta keberlanjutan nilai-nilai kultural yang telah mengakar di masyarakat Jawa Timur.

Di sela kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah bersama Gus Kikin juga melakukan ziarah ke makam Pendiri NU  Hadratusy Syeikh KHM. Hasyim Asy’ary  serta KH.Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng.

Ziarah berlangsung khusyuk dengan pembacaan doa dan tahlil, serta ditutup dengan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia tersebut.

Bagi Khofifah, sosok Gus Dur bukan hanya ulama besar, tetapi juga tokoh bangsa yang mewariskan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan kebangsaan yang sangat relevan hingga saat ini.

“Ziarah ini menjadi pengingat bagi kita semua atas keteladanan Gus Dur dalam merawat keberagaman, menjaga persatuan, dan menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa spirit perjuangan Gus Dur dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan inklusivitas menjadi inspirasi penting dalam membangun Jawa Timur yang harmonis, damai, dan berkeadilan.

“Semangat Gus Dur harus terus kita rawat dan kita lanjutkan, terutama dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat,” imbuhnya.

Khofifah berharap, melalui ziarah tersebut, tidak hanya menjadi sarana mendoakan para pendahulu, tetapi juga momentum refleksi untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.

“Ziarah ini bukan hanya mendoakan, tetapi juga meneguhkan komitmen kita untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah beliau wariskan bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Editor : Yoyok

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat
Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal
Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan
Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka
Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat
Kekeringan Pasuruan, Gubernur Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk Warga
Gubernur Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 38.270 Keluarga Terdampak Kekeringan di Blitar
Tunggakan Empat TPS 3R ke TPA Griyo Mulyo Jabon Sidoarjo Capai Rp1,13 Miliar
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 02:59 WIB

Ali Mufthi Tinjau Pembangunan Bronjong Sungai Ngasinan, 70 Meter Tanggul Diperkuat

Rabu, 9 September 2026 - 21:48 WIB

Puguh DPRD Jatim Soroti Banjir Sawojajar 2 Malang, Normalisasi Saluran Dikawal

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

Ning Lia: Gen Z Boleh Keren dan Modern, tapi Akhlak Rasulullah Harus Jadi Pegangan

Selasa, 8 September 2026 - 20:41 WIB

Sebulan Tinggal di Pesantren, Ning Lia Datangi Mahasiswa Baru dan Dengarkan Cerita Mereka

Senin, 7 September 2026 - 23:07 WIB

Hadiri Maulid Nabi Bersama Kader PKK Pasuruan, Arumi Bachsin Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Pengabdian Kepada Masyarakat

Berita Terbaru

WhatsApp