DigitalJatim.com – Pelatihan Santripreneur Goes Digital dan penguatan branding produk santri melalui e-commerce digelar di dua lokasi berbeda. Kegiatan pertama berlangsung di Pondok Pesantren Mambaul Ihsan, Kecamatan Ujungpangkah, yang diikuti 40 santri. Sementara kegiatan kedua dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Ibrahimi, Kecamatan Manyar.
Ketua Panitia kegiatan, Heryanto Susilo mengatakan pelatihan ini merupakan kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya. Menurutnya, peserta pelatihan merupakan santri dari pondok pesantren yang berada di tujuh desa. Empat desa berada di Kecamatan Ujungpangkah dan tiga desa di Kecamatan Manyar, yang merupakan wilayah terdekat dengan area operasional PGN Saka.
“PGN Saka melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah Ujungpangkah, sedangkan kantor operasional pengolahan berada di Manyar. Karena itu, wilayah ini termasuk ring satu,” ujar Heryanto.
Ia menjelaskan, di Kecamatan Ujungpangkah terdapat empat desa yang paling dekat, yakni Desa Pangkah Wetan, Pangkah Kulon, Banyuurip, dan Ngemboh. Sedangkan di Kecamatan Manyar meliputi Desa Manyarejo, Sidorukun, dan Sidomukti.
“Di Manyar ada Pondok Pesantren Al Ibrahimi dan Al Amin. Sementara di Ujungpangkah terdapat delapan pondok pesantren. Peserta di Ujungpangkah ada 40 santri, sedangkan di Manyar ada 10 santri dari dua pondok pesantren,” tambahnya.
Heryanto juga menuturkan alasan pelatihan digelar di dua lokasi terpisah. “Karena ada laporan dari PGN Saka terkait kondisi lalu lintas di wilayah Manyar dan Bungah yang cukup padat, maka kegiatan dipisah agar lebih efisien waktu dan tidak terlalu lama di perjalanan,” pungkasnya.
*) Penulis adalah M Najmuddin Hafidz (PP Mamba’ul Ihsan)











