Surabaya – PT Jamkrida Jawa Timur terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum memiliki agunan memadai untuk memperoleh kredit dari lembaga keuangan.
Direktur PT Jamkrida Jawa Timur, Untung Heri Sukariyanto, mengatakan skema penjaminan kredit menjadi solusi bagi UMKM yang dinilai layak secara usaha, namun terkendala persyaratan agunan saat mengajukan pembiayaan ke perbankan.
Menurutnya, Jamkrida Jawa Timur dapat memberikan penjaminan kredit hingga maksimal 75 persen dari nilai pembiayaan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Dengan mekanisme penjaminan tersebut, pelaku UMKM yang memiliki prospek usaha baik tetapi belum memiliki agunan yang cukup tetap memiliki kesempatan memperoleh akses pembiayaan,” ujar Heri di DPRD Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).
Heri menjelaskan, PT. Jamkrida Jawa Timur juga tengah menyiapkan penguatan permodalan melalui tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saat ini perusahaan memiliki modal dasar sebesar Rp600 miliar, sedangkan modal yang telah disetor Pemprov Jatim mencapai Rp180 miliar,” jelasnya.
Heri juga mengungkapkan, apabila memperoleh tambahan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar, kapasitas penjaminan perusahaan diproyeksikan meningkat hingga mencapai Rp4 triliun.
“Dengan tambahan modal tersebut, potensi penjaminan diperkirakan mampu menjangkau sekitar 106.667 pelaku UMKM serta berkontribusi terhadap penyerapan sekitar 320 ribu tenaga kerja di Jawa Timur,” ungkapnya.
Selain meningkatkan kapasitas penjaminan, penguatan modal dinilai akan memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus menjaga rasio penjaminan agar tetap sesuai dengan ketentuan OJK.
“Langkah tersebut juga membuka peluang bagi Jamkrida Jatim untuk memperluas wilayah operasional hingga tingkat nasional,” imbuh dia.
Ke depan, PT Jamkrida Jatim akan memprioritaskan penjaminan pada sektor-sektor produktif yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor tersebut meliputi pertanian, peternakan, perkebunan, industri, perdagangan, serta jasa.
“Fokus kami adalah mendukung sektor produktif agar semakin banyak UMKM yang memperoleh akses pembiayaan, berkembang, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok











