Sidoarjo – Puluhan mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengikuti kuliah lapangan di Gedung DPRD Sidoarjo, Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna itu menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami praktik pemerintahan secara langsung.
Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa didampingi dosen dan Ketua Program Studi S1 Administrasi Publik Untag Surabaya, Yusuf Hariyoko. Mereka disambut Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Kusumo Adi Nugroho. Hadir pula perwakilan mahasiswa asal Yaman yang turut menjadi narasumber dalam sesi diskusi.
Kaprodi Administrasi Negara Yusuf Hariyoko mengatakan kuliah lapangan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester. Kegiatan ini bertujuan mendekatkan mahasiswa dengan berbagai lembaga pemerintahan yang menjadi bagian dari kajian ilmu administrasi negara.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana praktik pemerintahan berlangsung. Karena, disiplin ilmu kami memang banyak bersinggungan dengan lembaga pemerintahan dan para pemangku kepentingan di dalamnya,” kata Yusuf kepada awak media usai kegiatan.
Menurut Yusuf, tema yang diangkat dalam kuliah lapangan kali ini adalah perbandingan kondisi Indonesia dan Yaman. Topik tersebut dipilih untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada mahasiswa mengenai sistem pemerintahan dan dinamika sosial-politik di dua negara yang berbeda.
“Melalui diskusi ini mahasiswa dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai kondisi sosial, politik, dan pemerintahan di dua negara yang berbeda,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Kusumo Adi Nugroho mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Untag Surabaya tersebut. Menurutnya, mahasiswa dapat merasakan langsung atmosfer ruang sidang sekaligus memahami proses yang berlangsung di lingkungan legislatif.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa bisa merasakan secara langsung bagaimana suasana di DPRD. Mereka juga aktif menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang luar biasa dan memunculkan diskusi yang menarik,” ujar Kusumo.
Politikus PDI Perjuangan itu menilai berbagai pertanyaan dan pandangan yang disampaikan mahasiswa menjadi masukan positif bagi DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran.
“Saya menilai berbagai pertanyaan dan pandangan yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi masukan positif bagi DPRD dalam menjalankan fungsi dan tugasnya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Penulis : Syaiful Hidayat
Editor : Yoyok
Sumber Berita: digitaljatim.com












