Lantik Kepala BKKBN Jatim, Khofifah: Keluarga Berkualitas Fondasi SDM Unggul Bangsa

- Publisher

Senin, 1 Juni 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, di Gedung Negara Grahadi Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengukuhkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/5/2026).

Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 26/KP.05.01/PEG/2026.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembangunan keluarga, pengendalian kependudukan, dan percepatan penurunan stunting merupakan fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Gubernur Khofifah, Indonesia sedang menghadapi bonus demografi yang harus disiapkan secara serius melalui pembangunan manusia yang berkualitas sejak dari keluarga.

“Karena itu penguatan kualitas keluarga, percepatan penurunan stunting, pengendalian angka kematian ibu dan bayi, serta pembangunan kependudukan harus menjadi agenda bersama lintas sektor,” tegas Khofifah dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa pembangunan kependudukan tidak hanya berbicara mengenai jumlah penduduk, melainkan juga kualitas SDM, mobilitas penduduk, kualitas pengasuhan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Arah pembangunan tersebut, lanjut Khofifah, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama menuju Indonesia Emas 2045.

“Ada Asta Cita dan Nawa Bhakti Satya yang harus nyekrup karena ada kualitas, kuantitas dan mobilitas penduduk. Terkait kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita perlu  sinergi agar bisa dibangun lebih detail dan impresif sehingga kualitas, kuantitas dan mobilitas bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan Indeks Modal Manusia (IMM) sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan SDM dan proyeksi kualitas generasi masa depan.

BACA JUGA  Jemaah Haji Kloter I Tiba di Surabaya, Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi Seamless Process Corridor

“Peningkatan IMM, ditentukan penurunan angka kematian ibu, bayi, serta prevalensi stunting sebagai cerminan kualitas layanan kesehatan, pengasuhan, dan efektivitas pembangunan manusia,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN), Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Timur terus menunjukkan tren penurunan signifikan. Pada tahun 2024, AKI tercatat sebesar 82,56 per 100 ribu kelahiran hidup dan turun menjadi 68,7 per 100 ribu kelahiran hidup pada tahun 2025.

Capaian tersebut bahkan telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah 70 per 100 ribu kelahiran hidup.

Meski demikian, Khofifah meminta agar perhatian terhadap angka kematian ibu dan bayi tetap diperkuat, termasuk melalui edukasi terkait usia perkawinan dan kesehatan reproduksi secara lebih komprehensif.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan capaian positif Jawa Timur dalam percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada tahun 2023 menjadi 14,7 persen pada tahun 2024.

Capaian itu menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi terbaik di Pulau Jawa dan peringkat kedua terbaik secara nasional dalam penurunan prevalensi stunting.

“Kita tetap membangun sinergi dengan semua elemen terutama posyandu yang akan menjadi media untuk memastikan intervensi di seluruh kabupaten kota berjalan efektif,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur yang baru dikukuhkan, Shodiqin, menyatakan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah daerah di Jawa Timur dalam menjalankan program pembangunan keluarga dan kependudukan. Ia menyebut, keberhasilan program BKKBN sangat bergantung pada sinergi lintas sektor hingga level daerah.

“Kami bersama tim BKKBN Jatim akan melakukan roadshow di dinas-dinas tingkat provinsi, kabupaten dan kota,” tegasnya.

BACA JUGA  Resmikan Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya, Gubernur Khofifah: Bukti Kuatnya Peran Alumni

Di sisi lain, Plt Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Mayang Mariana, menyampaikan bahwa kepemimpinan baru di BKKBN Jawa Timur diharapkan mampu memperkuat implementasi kebijakan nasional di daerah. Menurutnya, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penyangga utama pembangunan SDM nasional.

“Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam pembangunan keluarga dan kependudukan. Kepemimpinan baru di BKKBN Jawa Timur diharapkan mampu menjadi motor penggerak implementasi kebijakan nasional dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Syaiful Hidayat

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Grahadi, Khofifah Tegaskan Pancasila Jadi Arah Pembangunan Jatim
Khofifah Ubah Skema WFH ASN Jatim, Mulai Kini Berlaku Setiap Jumat
Gubernur Khofifah Serukan Semangat Waisak 2570 BE untuk Mempererat Persaudaraan Antarumat
Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak Kompak Salat Idul Adha di Al Akbar Surabaya
Sekdaprov Adhy Tegaskan Perda Penanggulangan Bencana Jatim Jadi Payung Besar Mitigasi dan Kolaborasi
Audiensi dengan Koso Nippon, Sekdaprov Adhy Dorong Penguatan Efektivitas Program Pemerintah
Kemiskinan Ekstrem Jatim Tinggal 0,29 Persen, Gubernur Khofifah Sebut Bukti Program Tepat Sasaran
Gubernur Khofifah Perkuat Ekonomi Warga Rentan Lewat Penyaluran Bansos Rp 1,819 Miliar di Kota Kediri

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:15 WIB

Lantik Kepala BKKBN Jatim, Khofifah: Keluarga Berkualitas Fondasi SDM Unggul Bangsa

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:48 WIB

Khofifah Ubah Skema WFH ASN Jatim, Mulai Kini Berlaku Setiap Jumat

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:31 WIB

Gubernur Khofifah Serukan Semangat Waisak 2570 BE untuk Mempererat Persaudaraan Antarumat

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:10 WIB

Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak Kompak Salat Idul Adha di Al Akbar Surabaya

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:13 WIB

Sekdaprov Adhy Tegaskan Perda Penanggulangan Bencana Jatim Jadi Payung Besar Mitigasi dan Kolaborasi

Berita Terbaru

Semangat belajar dan berbagi ide baru terasa begitu hangat dalam kegiatan bertajuk Nobar Canva yang diselenggarakan oleh Canva Community di Cafe and Resto Ningrat, Jalan Kedung Sari No.10, Mergelo, Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. (Foto: Istimewa)

Citizen Reporter

Nobar Canva Penuh Inspirasi Baru

Senin, 1 Jun 2026 - 21:45 WIB