Gandeng DKPP, BRIDA Surabaya Fokus Kembangkan Silvofishery untuk Kawasan Tambak

- Publisher

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gandeng DKPP, BRIDA Surabaya Fokus Kembangkan Silvofishery untuk Kawasan Tambak.

Gandeng DKPP, BRIDA Surabaya Fokus Kembangkan Silvofishery untuk Kawasan Tambak.

Surabaya – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya mendorong penerapan sistem budidaya perikanan berbasis silvofishery di kawasan pesisir. Langkah ini dilakukan dengan mengintegrasikan penanaman mangrove dan budidaya perikanan di area tambak untuk memperkuat ekosistem lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji menyampaikan, pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) membagi peran dalam pengembangan kawasan pesisir. DKPP berfokus pada pembinaan masyarakat, sementara BRIDA bertanggung jawab dalam pengembangan riset.

“Nah, kita itu melihat sebenarnya ada konsep namanya silvofishery. Jadi penggabungan antara mangrove di atas tambak dengan ikannya,” ujar Agus, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi mangrove di kawasan pertambakan tidak menurunkan produktivitas lahan. Sebaliknya, keberadaan mangrove dinilai mampu menciptakan ekosistem alami yang mendukung pertumbuhan biota perairan.

“Kalau tambak itu dicampur dengan mangrove, justru tidak mengurangi hasil (ikan) tambak, tambah banyak hasilnya,” papar Agus dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, Agus mengakui penerapan sistem silvofishery masih memerlukan edukasi yang masif kepada masyarakat pesisir yang selama ini terbiasa menggunakan metode konvensional.

Karena itu, BRIDA menyiapkan sejumlah kawasan tambak percontohan atau pilot project. Program ini bertujuan agar para petambak dapat melihat secara langsung efektivitas dan peningkatan hasil panen sebelum menerapkannya secara mandiri.

“Kita punya beberapa area yang bisa dicobakan, kadang orang akan percaya kalau sudah lihat hasilnya, oh iya (hasil) bisa banyak,” katanya.

Agus berharap konsep silvofishery dapat diterapkan lebih luas sehingga mampu meningkatkan hasil perikanan sekaligus memperluas tutupan mangrove di Surabaya.

“Insyaallah ini terus kita sebarkan agar nanti ikannya tambah banyak tapi tutupan lahan atas mangrove juga bertambah luas. Alhasil nanti, hawanya Surabaya tambah dingin, banyak oksigennya,” harapnya.

BACA JUGA  Jemaah Haji Kloter I Tiba di Surabaya, Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi Seamless Process Corridor

Selain pengembangan ekosistem pesisir, BRIDA juga menyiapkan inovasi menu khas pesisir berbahan hasil perikanan Surabaya dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi.

“Kita akan mencoba untuk membuat menu-menu spesial khas pesisir. Tentu tidak sendiri. Kita mengajak (kolaborasi) banyak kampus yang mempunyai kemampuan kuliner yang bagus. Insyaallah tidak lama-lama, satu bulan, dua bulan itu jadi,” ungkap dia.

Di sisi lain, Agus kembali menegaskan Kebun Raya Mangrove (KRM) memiliki peran strategis dalam melindungi kawasan pesisir Surabaya dari abrasi air laut. Selain itu, ekosistem mangrove tidak hanya berkaitan dengan vegetasi, tetapi juga menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir.

“Ekosistemnya tidak hanya tumbuhan, ada hewannya juga, misal kepiting dan sebagainya. Itu juga kita ingin kalau bisa berproduksi makin banyak,” tuturnya.

Ia menambahkan, kawasan mangrove Surabaya meliputi wilayah Gunung Anyar dan Wonorejo. Kawasan tersebut tidak hanya difungsikan untuk konservasi, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan riset.

“Kebun raya itu di samping untuk konservasi juga ada edukasi, plus risetnya. Makanya itu (Kebun Raya Mangrove) di bawah pengelolaan BRIDA, karena tempatnya riset,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Penulis : Wahyu

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jemaah Haji Kloter I Tiba di Surabaya, Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi Seamless Process Corridor
Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Jatim, Gubernur Khofifah Ingatkan Pentingnya Memuliakan Lansia
Wabup Mimik Bagikan 4 Ribu Paket Daging Kurban, Warga Candi Kebagian Berkah Idul Adha
Wujud Kepedulian Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan BLT DBHCHT Rp 901 Juta untuk Buruh Rokok
RPH Surabaya Terapkan Standar Higienis untuk Pemotongan Hewan Kurban Iduladha 2026
Jelang Idul Adha, Gubernur Khofifah Cek Langsung Kesehatan Sapi Kurban di Bojonegoro
Gubernur Khofifah Tinjau Koperasi Ternak di Lamongan, Pastikan Stok Hewan Kurban Jatim Aman Jelang Idul Adha
Jelang Pilkades, Kerawanan Politik Desa Jumput Rejo Jadi Sorotan Pemantau

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:06 WIB

Jemaah Haji Kloter I Tiba di Surabaya, Gubernur Khofifah Apresiasi Inovasi Seamless Process Corridor

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:11 WIB

Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Jatim, Gubernur Khofifah Ingatkan Pentingnya Memuliakan Lansia

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:31 WIB

Wabup Mimik Bagikan 4 Ribu Paket Daging Kurban, Warga Candi Kebagian Berkah Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:32 WIB

Wujud Kepedulian Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan BLT DBHCHT Rp 901 Juta untuk Buruh Rokok

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:25 WIB

RPH Surabaya Terapkan Standar Higienis untuk Pemotongan Hewan Kurban Iduladha 2026

Berita Terbaru

Semangat belajar dan berbagi ide baru terasa begitu hangat dalam kegiatan bertajuk Nobar Canva yang diselenggarakan oleh Canva Community di Cafe and Resto Ningrat, Jalan Kedung Sari No.10, Mergelo, Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. (Foto: Istimewa)

Citizen Reporter

Nobar Canva Penuh Inspirasi Baru

Senin, 1 Jun 2026 - 21:45 WIB