Arumi Bachsin Ajak Anak Muda Speak Up Lawan KDRT lewat Talkshow Mental Health Film “Suamiku Lukaku”

- Publisher

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin saat menjadi narasumber dalam talkshow mental health bersama film “Suamiku Lukaku” di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin saat menjadi narasumber dalam talkshow mental health bersama film “Suamiku Lukaku” di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya. (Foto: Adpim For DigitalJatim)

Surabaya – Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin mengajak generasi muda untuk semakin peduli terhadap kesehatan mental sekaligus berani speak up melawan segala bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Hal tersebut disampaikan Arumi saat menjadi narasumber dalam talkshow mental health bersama film “Suamiku Lukaku” di Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Senin (18/5/2026).

Talkshow tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ayu Azhari, Tri Rismaharini, serta psikolog yang turut memberikan perspektif mengenai kesehatan mental, relasi sehat, dan pentingnya keberanian korban untuk mencari pertolongan.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi menyampaikan bahwa film “Suamiku Lukaku” menghadirkan realitas kelam tentang KDRT yang masih banyak terjadi di tengah masyarakat. Film tersebut, lanjutnya, memberikan pesan moral yang kuat agar korban memiliki keberanian untuk speak up, mencari pertolongan, dan keluar dari lingkaran kekerasan.

“Film ini mengingatkan kita bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak boleh dianggap normal. Tidak ada cinta yang dibenarkan lewat kekerasan. Korban harus tahu bahwa mereka tidak sendiri dan berhak mendapatkan perlindungan serta kehidupan yang aman,” ujar Arumi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menegaskan bahwa menghargai pasangan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang rasa hormat, empati, dan perlakuan yang manusiawi. Karena itu, segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis, tidak boleh ditoleransi dalam hubungan rumah tangga.

Menurut Arumi, salah satu pesan penting yang diangkat dalam film tersebut adalah pentingnya komunikasi yang sehat dalam sebuah hubungan. Komunikasi menjadi kunci untuk membangun saling pengertian serta membuka ruang solusi dalam setiap persoalan rumah tangga maupun relasi sosial.

“Ketika komunikasi dibangun dengan baik, maka setiap persoalan bisa dicari jalan keluarnya bersama. Sebaliknya, ketika komunikasi tertutup, emosi dipendam, dan tidak ada ruang saling mendengar, konflik bisa berkembang menjadi hubungan yang tidak sehat,” katanya.

BACA JUGA  Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik

Arumi menambahkan, komunikasi yang sehat bukan hanya soal berbicara, tetapi juga tentang kemampuan mendengar, memahami sudut pandang pasangan, serta menyampaikan perasaan tanpa menyakiti satu sama lain.

Selain itu, film tersebut juga mengedukasi masyarakat untuk lebih peka mengenali tanda-tanda toxic relationship. Banyak korban, kata dia, sering tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam hubungan yang manipulatif, penuh tekanan, hingga perlahan merusak kesehatan mental.

“Kadang kekerasan tidak selalu berbentuk fisik. Ada kekerasan verbal, kontrol berlebihan, manipulasi emosional, hingga intimidasi yang perlahan melukai mental seseorang. Ini yang harus kita sadari bersama,” ungkapnya.

Arumi juga menyoroti pentingnya lingkungan yang suportif bagi korban KDRT. Dukungan keluarga, sahabat, komunitas, maupun lingkungan sosial sangat dibutuhkan agar korban memiliki keberanian untuk keluar dari siklus kekerasan dan memulai proses pemulihan.

“Sering kali korban memilih diam karena takut, malu, atau merasa tidak punya tempat untuk bercerita. Karena itu kita harus menjadi lingkungan yang hadir, mendengar, dan tidak menghakimi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arumi berharap para orang tua dapat lebih peka dalam mendidik anak, khususnya dalam menjaga suasana rumah yang sehat secara emosional. Menurutnya, pertengkaran orang tua yang diperlihatkan di depan anak dapat berdampak pada kondisi psikologis dan pembentukan karakter anak.

“Anak-anak adalah peniru yang sangat baik. Apa yang mereka lihat dan dengar akan mudah terekam dalam ingatan mereka. Karena itu, ketika terjadi masalah dalam rumah tangga, orang tua perlu bijak menyikapinya dan tidak mempertontonkan pertengkaran di depan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lingkungan keluarga menjadi ruang pertama bagi anak belajar tentang kasih sayang, komunikasi, serta cara menyelesaikan konflik. Oleh sebab itu, orang tua perlu memberikan teladan yang baik agar anak tumbuh dengan rasa aman dan sehat secara mental.

BACA JUGA  DPD RI Lia Istifhama Sebut Bank Jatim sebagai BUMD Paling Solid, Dukung Jadi Nomor 1 Nasional

Lebih lanjut, Arumi mengatakan bahwa film “Suamiku Lukaku” juga membuka kesadaran masyarakat mengenai bahaya trauma akibat KDRT. Luka yang ditimbulkan bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis mendalam yang membutuhkan proses penyembuhan panjang.

Trauma tersebut, lanjutnya, dapat memengaruhi rasa percaya diri, relasi sosial, bahkan masa depan korban apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, edukasi tentang kesehatan mental dan perlindungan terhadap korban kekerasan perlu terus diperkuat.

Arumi menilai film dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam membangun kesadaran publik terhadap isu kesehatan mental dan kekerasan dalam rumah tangga. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, masyarakat diajak lebih peka terhadap kondisi orang-orang di sekitar mereka.

“Kita ingin generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berani menyuarakan kebenaran, menghargai sesama, dan menciptakan hubungan yang sehat tanpa kekerasan,” tegasnya.

Talkshow berlangsung hangat dan interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang aktif berdiskusi mengenai kesehatan mental, relasi sehat, hingga pentingnya keberanian untuk speak up terhadap kekerasan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa kesehatan mental dan perlindungan terhadap korban kekerasan merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya lingkungan yang aman, sehat, dan penuh empati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor : Yoyok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel digitaljatim.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Ajak Alumni UNAIR di Riau Perkuat Kolaborasi demi Kemajuan Daerah
Ini 4 Prinsip Keseimbangan Ala Lia Istifhama agar Pelajar Tak Hanya Unggul Akademik
Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera
Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim
KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan
Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK
Gubernur Khofifah Tegaskan Peserta Lolos SPMB Jatim Wajib Daftar Ulang
Gubernur Khofifah Paparkan Transformasi Pendidikan dan Inovasi Jawa Timur di Hadapan Ratusan Dosen Muda Peserta Latsar CPNS

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:47 WIB

Gubernur Khofifah Ajak Alumni UNAIR di Riau Perkuat Kolaborasi demi Kemajuan Daerah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:09 WIB

Puguh DPRD Jatim Dukung Putusan MK soal Sekolah Gratis, Guru Juga Harus Sejahtera

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut 120 Murid ADEM Repatriasi 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas di Jatim

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:53 WIB

KKN UWKS Hadirkan Program Lingkungan, UMKM dan Literasi Digital untuk Warga Desa Pengalangan

Senin, 29 Juni 2026 - 15:21 WIB

Puguh DPRD Jatim Dorong Gaji Guru Rp5 Juta, Minta Pemerintah Pakai Acuan UMP-UMK

Berita Terbaru

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menghadiri Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) MADAS Kabupaten Malang di Pendopo Kabupaten Malang. (Dok. Istimewa)

Komunitas/Organisasi

DPD RI Lia Istifhama Dorong MADAS Sedarah Ambil Peran Bangun Ekonomi Bangsa

Rabu, 8 Jul 2026 - 08:49 WIB